5 menit baca 917 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang 125% Loan

  • 125% Loan memungkinkan trader meminjam dana lebih dari nilai aset yang dibeli.
  • Pinjaman ini umumnya disediakan oleh broker dan memerlukan pemenuhan persyaratan tertentu, seperti akun margin.
  • Strategi ini meningkatkan potensi keuntungan namun juga sangat berisiko karena kewajiban pengembalian pinjaman tetap ada meski nilai aset turun.
  • Investor harus mempertimbangkan risiko dan keuntungan secara hati-hati sebelum menggunakan fasilitas ini.

📑 Daftar Isi

Apa itu 125% Loan?

125% Loan adalah 125% Loan adalah pinjaman investasi di mana trader dapat meminjam dana melebihi nilai aset yang dibeli, hingga 125% dari nilai tersebut, untuk memperbesar posisi trading.

Penjelasan Lengkap tentang 125% Loan

Dalam dunia trading dan investasi, istilah 125% Loan mengacu pada sebuah mekanisme pembiayaan yang memungkinkan seorang investor atau trader untuk meminjam dana yang melebihi nilai sebenarnya dari aset yang hendak dibeli. Secara spesifik, ini berarti investor dapat memperoleh pinjaman hingga 125% dari nilai aset tersebut. Konsekuensinya, investor dapat menggunakan dana pinjaman ini untuk memperbesar ukuran posisi mereka di pasar, baik itu dalam instrumen trading forex, saham, atau aset lainnya.

Bagaimana 125% Loan Bekerja?

Fasilitas 125% Loan ini umumnya ditawarkan oleh broker atau lembaga keuangan yang memiliki program pembiayaan khusus. Untuk dapat mengakses pinjaman ini, seorang investor biasanya harus memenuhi serangkaian persyaratan yang telah ditetapkan. Salah satu persyaratan umum adalah memiliki rekening margin, yang memungkinkan trader untuk meminjam dana dari broker untuk membuka posisi trading yang lebih besar dari modal yang mereka miliki.

Risiko dan Pertimbangan Penting

Meskipun 125% Loan dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan potensi keuntungan melalui leverage yang lebih tinggi, penting untuk disadari bahwa strategi ini membawa tingkat risiko yang sangat tinggi. Investor yang memanfaatkan pinjaman ini wajib mengembalikan seluruh jumlah pinjaman beserta bunganya, terlepas dari apakah nilai aset yang dibeli mengalami kenaikan atau penurunan. Jika nilai aset anjlok di bawah jumlah pinjaman, investor tetap memiliki kewajiban untuk melunasi pinjaman tersebut, yang dapat menyebabkan kerugian substansial.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan fasilitas 125% Loan, para investor sangat disarankan untuk melakukan analisis mendalam mengenai potensi risiko dan keuntungan yang terlibat. Pemahaman yang komprehensif tentang kondisi pasar, manajemen risiko yang ketat, dan kemampuan finansial untuk menanggung potensi kerugian adalah prasyarat mutlak.

Perbandingan dengan Pinjaman Hipotek Tradisional

Dalam konteks yang sedikit berbeda, yaitu pinjaman hipotek, 125% Loan juga merujuk pada pinjaman yang memungkinkan peminjam untuk memperoleh dana hingga 125% dari nilai rumah mereka. Berbeda dengan pinjaman hipotek tradisional yang biasanya membatasi pinjaman hingga 80-90% dari nilai rumah, pinjaman 125% memungkinkan peminjam untuk membiayai lebih dari nilai properti itu sendiri. Beberapa poin penting terkait pinjaman hipotek 125% meliputi:

  • Ketersediaan: Pinjaman jenis ini lebih sulit ditemukan dan seringkali ditawarkan kepada peminjam dengan riwayat kredit yang baik namun kekurangan uang muka yang signifikan.
  • Peningkatan Risiko: Baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman, risiko lebih tinggi karena peminjam bisa saja 'terlalu berhutang' jika nilai properti menurun atau jika mengalami kesulitan finansial.
  • Biaya Tambahan: Seringkali disertai dengan biaya bunga yang lebih tinggi dan biaya lain untuk mengkompensasi risiko yang diambil oleh pemberi pinjaman.
  • Penilaian Properti: Nilai properti harus dinilai oleh penilai independen untuk menentukan kelayakannya.
  • Pilihan Pembayaran Kembali: Fleksibilitas pembayaran kembali dapat bervariasi, ada yang lebih terstruktur dan ada yang lebih fleksibel.

Meskipun pinjaman 125% bisa menjadi opsi bagi mereka yang ingin membeli rumah tanpa uang muka besar, risiko yang menyertainya jauh lebih tinggi dibandingkan pinjaman hipotek konvensional. Pemahaman mendalam tentang seluruh risiko dan biaya sangat krusial sebelum mengambil keputusan.

Cara Menggunakan 125% Loan

125% Loan digunakan oleh trader untuk memperbesar ukuran posisi trading mereka, dengan meminjam dana dari broker hingga 125% dari nilai aset yang dijadikan jaminan atau yang dibeli.

  1. 1Pastikan broker Anda menawarkan fasilitas pinjaman margin atau leverage yang memungkinkan peminjaman dana melebihi nilai aset (misalnya, hingga 125%).
  2. 2Penuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh broker, seperti memiliki akun margin dan memenuhi kriteria kelayakan lainnya.
  3. 3Hitung secara cermat potensi keuntungan dan kerugian dari penggunaan leverage 125%. Gunakan kalkulator margin jika tersedia.
  4. 4Buka posisi trading dengan ukuran yang diperbesar menggunakan dana pinjaman, namun selalu sertai dengan manajemen risiko yang ketat, seperti penggunaan stop-loss.

Contoh Penggunaan 125% Loan dalam Trading

Seorang trader forex ingin membuka posisi BUY pada pasangan mata uang EUR/USD senilai $10,000. Trader tersebut hanya memiliki modal $8,000. Dengan menggunakan fasilitas 125% Loan dari broker yang memungkinkannya meminjam dana hingga 125% dari nilai aset yang dibeli, trader tersebut dapat meminjam tambahan $2,000 ($10,000 - $8,000), sehingga total dana yang digunakan untuk membuka posisi adalah $10,000. Jika harga EUR/USD naik 1%, potensi keuntungannya akan dihitung dari total $10,000, bukan hanya $8,000 modal awal. Namun, jika harga turun 1%, kerugiannya juga akan dihitung dari $10,000, dan trader tersebut harus menutupi selisih kerugian jika melebihi ekuitas akunnya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Margin Trading, Leverage, Broker, Stop-Loss, Manajemen Risiko, Posisi Trading

Pertanyaan Umum tentang 125% Loan

Apa perbedaan utama antara 125% Loan dalam trading dan pinjaman hipotek?

Dalam trading, 125% Loan merujuk pada pinjaman dari broker untuk memperbesar posisi trading, sementara dalam hipotek, ini adalah pinjaman untuk membeli properti yang melebihi nilai properti itu sendiri.

Apakah 125% Loan selalu tersedia di semua broker?

Tidak, ketersediaan 125% Loan sangat bergantung pada kebijakan masing-masing broker. Broker yang menawarkannya biasanya memiliki persyaratan ketat, terutama terkait margin trading.

Bagaimana cara meminimalkan risiko saat menggunakan 125% Loan?

Cara utama adalah dengan menerapkan manajemen risiko yang ketat, seperti menggunakan stop-loss order, tidak mempertaruhkan terlalu banyak modal pada satu posisi, dan memastikan Anda benar-benar memahami potensi kerugian yang bisa terjadi.