4 menit baca 833 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang 130-30 Strategy

  • Strategi 130-30 mengalokasikan 130% dana untuk posisi beli (long) dan 30% untuk posisi jual (short).
  • Posisi long bertujuan memanfaatkan kenaikan harga saham yang dianggap undervalued.
  • Posisi short bertujuan memanfaatkan penurunan harga saham yang dianggap overvalued melalui short selling.
  • Strategi ini dirancang untuk meningkatkan potensi keuntungan sekaligus mengendalikan risiko.
  • Umumnya digunakan oleh investor institusional seperti hedge fund, namun bisa diadopsi investor individu.

📑 Daftar Isi

Apa itu 130-30 Strategy?

130-30 Strategy adalah Strategi 130-30 adalah pendekatan investasi di mana investor mengalokasikan 130% dana untuk posisi long dan 30% untuk posisi short guna memaksimalkan keuntungan dan mengelola risiko.

Penjelasan Lengkap tentang 130-30 Strategy

Apa itu Strategi 130-30?

Strategi 130-30 adalah sebuah pendekatan investasi yang dirancang untuk memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus mengelola risiko dalam pasar modal, khususnya dalam perdagangan saham. Strategi ini melibatkan alokasi dana yang unik, di mana investor mengambil posisi beli (long) sebesar 130% dari total modal yang tersedia dan posisi jual (short) sebesar 30% dari modal tersebut.

Komponen Utama Strategi 130-30

  • Alokasi Dana (130% Long, 30% Short): Angka "130" dan "30" secara spesifik merujuk pada proporsi dana yang dialokasikan. Investor menginvestasikan 130% dari modalnya pada aset yang diprediksi akan mengalami kenaikan nilai (posisi long), dan secara bersamaan, mereka melakukan penjualan aset yang diprediksi akan mengalami penurunan nilai (posisi short) sebesar 30% dari modalnya.
  • Posisi Long: Dalam strategi ini, mengambil posisi long berarti membeli aset (misalnya saham) dengan harapan harganya akan meningkat di masa depan. Investor menargetkan saham-saham yang dianggap undervalued atau memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Keuntungan diperoleh ketika harga jual lebih tinggi dari harga beli.
  • Posisi Short: Posisi short melibatkan penjualan aset yang tidak dimiliki investor, biasanya dengan meminjamnya dari broker. Tujuannya adalah untuk membeli kembali aset tersebut di kemudian hari dengan harga yang lebih rendah, mengembalikannya kepada broker, dan mengambil selisihnya sebagai keuntungan. Strategi ini digunakan untuk aset yang diprediksi overvalued atau berisiko mengalami penurunan harga.

Tujuan dan Manfaat Strategi 130-30

Tujuan utama dari strategi 130-30 adalah untuk menciptakan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan hanya mengambil posisi long. Dengan melakukan short selling pada saham-saham yang diprediksi akan turun, investor tidak hanya mengurangi potensi kerugian dari posisi long yang mungkin mengalami koreksi, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari pergerakan harga turun tersebut. Strategi ini memungkinkan investor untuk tetap agresif dalam mencari peluang keuntungan dari kenaikan harga, sambil secara aktif melindungi portofolio dari penurunan nilai.

Risiko yang Terkait

Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang menarik, strategi 130-30 juga membawa risiko inheren. Posisi short memiliki potensi kerugian yang tidak terbatas jika harga aset terus naik secara signifikan, melebihi prediksi awal. Oleh karena itu, manajemen risiko yang cermat, seperti penentuan stop-loss yang ketat, sangat krusial dalam menerapkan strategi ini.

Siapa yang Menggunakan Strategi Ini?

Strategi 130-30 umumnya diadopsi oleh investor institusional dan hedge fund yang memiliki modal besar, keahlian analisis mendalam, dan fleksibilitas untuk menerapkan strategi yang lebih kompleks. Namun, investor individu yang berpengalaman dan memiliki pemahaman yang baik tentang pasar serta manajemen risiko juga dapat mengadaptasi prinsip-prinsip strategi ini dalam portofolio mereka.

Cara Menggunakan 130-30 Strategy

Strategi 130-30 memerlukan analisis pasar yang mendalam untuk mengidentifikasi saham undervalued (untuk posisi long) dan overvalued (untuk posisi short).

  1. 1Langkah 1: Identifikasi saham yang diprediksi akan naik nilainya (undervalued) dan alokasikan 130% dari modal Anda untuk membelinya (posisi long).
  2. 2Langkah 2: Identifikasi saham yang diprediksi akan turun nilainya (overvalued) dan siapkan 30% dari modal Anda untuk melakukan short selling.
  3. 3Langkah 3: Lakukan eksekusi posisi long dan short secara bersamaan atau berdekatan.
  4. 4Langkah 4: Pantau pergerakan harga kedua jenis aset tersebut dan kelola posisi Anda, termasuk menentukan titik keluar (take profit atau stop loss) untuk memaksimalkan keuntungan dan membatasi kerugian.

Contoh Penggunaan 130-30 Strategy dalam Trading

Seorang manajer hedge fund dengan modal $1.000.000 menggunakan strategi 130-30. Ia mengalokasikan $1.300.000 untuk membeli saham A yang ia yakini akan naik (posisi long). Bersamaan, ia menggunakan $300.000 untuk melakukan short selling saham B yang ia prediksi akan turun. Jika saham A naik 10% dan saham B turun 5%, ia akan mendapatkan keuntungan dari kedua posisi tersebut, yang secara kumulatif berpotensi lebih besar dari sekadar mengambil posisi long saja.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Short Selling, Posisi Long, Posisi Short, Hedge Fund, Undervalued, Overvalued, Manajemen Risiko

Pertanyaan Umum tentang 130-30 Strategy

Apakah strategi 130-30 hanya bisa digunakan di pasar saham?

Meskipun contoh yang diberikan berfokus pada saham, prinsip strategi 130-30 dapat diterapkan pada aset lain yang memungkinkan posisi long dan short, seperti kontrak berjangka (futures) atau opsi.

Berapa besar potensi kerugian pada posisi short dalam strategi 130-30?

Potensi kerugian pada posisi short secara teoritis tidak terbatas jika harga aset terus naik. Oleh karena itu, penggunaan stop-loss yang ketat sangat direkomendasikan.

Apakah investor individu bisa menerapkan strategi 130-30?

Ya, investor individu bisa mengadaptasi strategi ini, namun memerlukan pemahaman yang mendalam tentang pasar, analisis teknikal dan fundamental, serta manajemen risiko yang kuat. Modal yang cukup juga diperlukan untuk menahan potensi fluktuasi.