4 menit baca 845 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang 90/10 Strategy
- Mengalokasikan 90% modal untuk investasi jangka panjang yang stabil.
- Menyisihkan 10% modal untuk trading jangka pendek yang lebih spekulatif.
- Menyeimbangkan potensi keuntungan jangka panjang dengan fleksibilitas trading jangka pendek.
- Mengurangi risiko keseluruhan portofolio dibandingkan strategi 'all-in'.
- Memanfaatkan analisis teknis dan fundamental untuk keputusan trading jangka pendek.
📑 Daftar Isi
Apa itu 90/10 Strategy?
90/10 Strategy adalah Strategi alokasi portofolio 90% untuk investasi jangka panjang yang stabil dan 10% untuk trading jangka pendek yang spekulatif.
Penjelasan Lengkap tentang 90/10 Strategy
Strategi 90/10 adalah sebuah pendekatan alokasi aset dalam dunia trading dan investasi yang membagi total portofolio menjadi dua bagian besar: 90% untuk investasi berjangka panjang dan 10% untuk aktivitas trading berjangka pendek.
Filosofi di Balik Strategi 90/10
Konsep dasar di balik strategi ini adalah pengakuan terhadap perbedaan karakteristik antara investasi jangka panjang dan trading jangka pendek. Investasi jangka panjang umumnya diasosiasikan dengan stabilitas yang lebih tinggi, pertumbuhan modal yang konsisten, dan potensi pengembalian yang solid seiring waktu. Aset yang dipilih untuk porsi 90% ini biasanya adalah instrumen yang memiliki fundamental kuat, prospek pertumbuhan yang baik, dan cenderung kurang terpengaruh oleh fluktuasi pasar harian. Investor biasanya melakukan analisis mendalam terhadap kinerja historis perusahaan, potensi inovasi, posisi pasar, serta faktor makroekonomi dan politik yang dapat mempengaruhi nilai aset dalam jangka panjang.
Sementara itu, porsi 10% dialokasikan untuk trading jangka pendek. Bagian ini bersifat lebih dinamis dan spekulatif. Tujuannya adalah untuk menangkap peluang keuntungan cepat dari pergerakan harga pasar dalam rentang waktu yang singkat, mulai dari beberapa menit, jam, hingga beberapa hari. Investor yang menerapkan porsi ini biasanya mengandalkan analisis teknis (chart patterns, indikator teknis) dan terkadang analisis fundamental jangka pendek untuk membuat keputusan beli atau jual yang cepat dan tepat.
Manfaat dan Keunggulan Strategi 90/10
Strategi 90/10 menawarkan beberapa keunggulan signifikan:
- Manajemen Risiko yang Lebih Baik: Dengan mayoritas dana ditempatkan pada aset jangka panjang yang lebih stabil, risiko kerugian besar dapat diminimalkan. Porsi 10% yang lebih kecil membatasi potensi dampak negatif dari keputusan trading jangka pendek yang kurang menguntungkan.
- Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang: Investasi 90% yang difokuskan pada pertumbuhan jangka panjang memberikan fondasi yang kuat untuk akumulasi kekayaan.
- Fleksibilitas dan Peluang Keuntungan Cepat: Porsi 10% memungkinkan trader untuk memanfaatkan volatilitas pasar dan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, yang mungkin tidak dapat dicapai dengan strategi investasi murni.
- Alternatif dari Strategi 'All-in': Strategi ini sangat berbeda dari pendekatan 'all-in' di mana seluruh modal diinvestasikan pada satu aset. 90/10 strategy mendorong diversifikasi dan menjaga kesinambungan portofolio bahkan di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Cara Menggunakan 90/10 Strategy
Menerapkan strategi 90/10 berarti membagi modal trading Anda secara proporsional antara investasi jangka panjang dan trading jangka pendek.
- 1Tentukan total modal yang akan dialokasikan untuk strategi ini.
- 2Alokasikan 90% dari total modal untuk membeli instrumen investasi jangka panjang yang Anda yakini memiliki potensi pertumbuhan stabil (misalnya, saham blue-chip, reksa dana indeks, obligasi).
- 3Alokasikan sisa 10% dari total modal untuk aktivitas trading jangka pendek. Gunakan dana ini untuk mengeksekusi strategi trading Anda, baik itu day trading, swing trading, atau scalping.
- 4Secara berkala (misalnya, triwulanan atau tahunan), tinjau kembali alokasi portofolio Anda dan lakukan rebalancing jika diperlukan agar tetap sesuai dengan rasio 90/10.
Contoh Penggunaan 90/10 Strategy dalam Trading
Seorang trader memiliki modal sebesar Rp 100.000.000. Dengan menerapkan strategi 90/10:
- Porsi Jangka Panjang (90%): Rp 90.000.000 akan diinvestasikan pada saham perusahaan teknologi yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang cerah, atau pada reksa dana indeks saham yang terdiversifikasi.
- Porsi Jangka Pendek (10%): Rp 10.000.000 akan digunakan untuk day trading pasangan mata uang EUR/USD. Trader akan menggunakan analisis teknis pada grafik 15 menit untuk mencari peluang beli atau jual dalam satu hari perdagangan, dengan target keuntungan kecil namun frekuensi transaksi yang lebih tinggi.
Jika pasar mengalami volatilitas, potensi kerugian dari trading EUR/USD sebesar Rp 10.000.000 akan relatif kecil dibandingkan dengan nilai investasi jangka panjangnya yang tetap terjaga.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Alokasi Aset, Investasi Jangka Panjang, Trading Jangka Pendek, Manajemen Risiko, Diversifikasi Portofolio, Analisis Teknis, Analisis Fundamental
Pertanyaan Umum tentang 90/10 Strategy
Apakah strategi 90/10 cocok untuk semua jenis trader?
Strategi 90/10 cocok bagi trader yang menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan modal jangka panjang yang stabil dan potensi keuntungan cepat dari trading jangka pendek. Ini memerlukan disiplin dalam memisahkan kedua jenis aktivitas tersebut.
Bagaimana cara memilih aset untuk porsi 90% investasi jangka panjang?
Untuk porsi 90%, pilihlah aset yang memiliki fundamental kuat, rekam jejak kinerja yang baik, prospek pertumbuhan yang positif, dan sesuai dengan toleransi risiko Anda. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.
Seberapa sering saya harus meninjau portofolio saya saat menggunakan strategi 90/10?
Peninjauan berkala, misalnya setiap kuartal atau semester, disarankan untuk memastikan alokasi portofolio Anda tetap sesuai dengan tujuan strategi 90/10. Lakukan rebalancing jika ada pergeseran signifikan dalam nilai aset.
Apa risiko utama dari strategi 90/10?
Risiko utama terletak pada potensi kerugian dari porsi 10% trading jangka pendek jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, kinerja investasi jangka panjang juga bisa dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan.