4 menit baca 876 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Back-to-Back Letters of Credit
- BBLC melibatkan tiga pihak utama: eksportir, bank eksportir, dan bank importir.
- Bank eksportir menggunakan Letter of Credit (LC) dari bank importir sebagai agunan untuk menerbitkan LC kedua bagi eksportir.
- LC kedua ini memberikan jaminan pembayaran kepada eksportir setelah memenuhi syarat yang ditentukan.
- Metode ini melindungi eksportir dari risiko pembayaran dan memfasilitasi perdagangan internasional.
- BBLC memberikan keuntungan berupa kepastian pembayaran bagi eksportir, biaya layanan bagi bank eksportir, dan jaminan penerimaan barang bagi importir.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Back-to-Back Letters of Credit
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Back-to-Back Letters of Credit?
Back-to-Back Letters of Credit adalah Back-to-Back Letters of Credit (BBLC) adalah metode pembayaran perdagangan internasional di mana bank eksportir menggunakan LC importir sebagai jaminan untuk menerbitkan LC baru bagi eksportir.
Penjelasan Lengkap tentang Back-to-Back Letters of Credit
Back-to-Back Letters of Credit (BBLC) adalah sebuah instrumen keuangan yang krusial dalam fasilitasi perdagangan internasional, khususnya ketika eksportir membutuhkan jaminan pembayaran sebelum barang dikirim atau diproduksi. Metode ini secara efektif memungkinkan eksportir untuk menggunakan Letter of Credit (LC) yang diterima dari importir sebagai dasar untuk membuka LC baru yang ditujukan kepada pemasok atau produsen mereka.
Mekanisme Kerja BBLC
Proses BBLC melibatkan beberapa tahapan kunci:
- Penerbitan LC oleh Importir: Importir, sebagai pembeli, mengajukan permohonan kepada banknya untuk menerbitkan sebuah Letter of Credit (LC) yang menguntungkan eksportir. LC ini menjadi jaminan pembayaran dari bank importir kepada eksportir, yang biasanya akan dicairkan setelah eksportir memenuhi syarat-syarat tertentu yang tercantum dalam LC, seperti pengiriman barang.
- Penggunaan LC sebagai Jaminan: Bank importir kemudian meneruskan LC asli tersebut kepada bank eksportir. Bank eksportir akan menggunakan LC yang diterima dari bank importir ini sebagai jaminan atau agunan.
- Penerbitan LC Kedua: Berdasarkan jaminan tersebut, bank eksportir kemudian menerbitkan LC kedua yang ditujukan kepada eksportir. LC kedua ini memiliki syarat-syarat yang umumnya serupa atau sedikit berbeda dari LC pertama, namun yang terpenting, ia memberikan kepastian pembayaran kepada eksportir.
- Pembayaran kepada Pemasok: Dengan adanya jaminan dari bank eksportir melalui LC kedua, eksportir kini dapat menggunakan dana atau fasilitas dari LC tersebut untuk melakukan pembayaran kepada produsen atau pemasok barang yang akan diekspor.
Manfaat BBLC dalam Perdagangan Internasional
BBLC menawarkan keuntungan signifikan bagi semua pihak yang terlibat:
- Bagi Eksportir: Keuntungan utama adalah perlindungan dari risiko pembayaran yang mungkin timbul dari importir. Eksportir mendapatkan kepastian bahwa mereka akan dibayar oleh banknya sendiri (bank eksportir) asalkan semua syarat terpenuhi, sehingga mengurangi ketergantungan pada kemampuan finansial importir.
- Bagi Bank Eksportir: Bank eksportir mendapatkan pendapatan dari biaya layanan (fee) yang dikenakan atas penerbitan dan pengelolaan kedua LC tersebut. Transaksi ini juga meningkatkan volume bisnis bank.
- Bagi Importir: Importir mendapatkan jaminan bahwa barang atau jasa yang mereka pesan akan diproduksi dan dikirim sesuai dengan spesifikasi dan jadwal yang disepakati, karena eksportir memiliki insentif finansial yang kuat untuk memenuhi kewajibannya.
Oleh karena itu, BBLC merupakan alat yang sangat efektif dalam memitigasi risiko dan memfasilitasi kelancaran transaksi perdagangan internasional, menjadikannya pilihan populer dalam dunia trading dan investasi global.
Cara Menggunakan Back-to-Back Letters of Credit
Back-to-Back Letters of Credit (BBLC) digunakan oleh eksportir yang membutuhkan jaminan pembayaran untuk memenuhi kewajiban kepada pemasok mereka, sambil mengandalkan LC yang diterima dari importir.
- 1Langkah 1: Importir menerbitkan Letter of Credit (LC) kepada banknya, yang kemudian diteruskan ke bank eksportir.
- 2Langkah 2: Bank eksportir menggunakan LC dari importir sebagai jaminan untuk menerbitkan LC kedua yang ditujukan kepada eksportir.
- 3Langkah 3: Eksportir menggunakan LC kedua dari banknya untuk melakukan pembayaran kepada pemasok atau produsen barang.
- 4Langkah 4: Eksportir memenuhi syarat-syarat LC kedua (misalnya, mengirimkan barang dan dokumen terkait) untuk mendapatkan pembayaran dari bank eksportir, yang kemudian akan dicairkan dari LC pertama oleh bank importir.
Contoh Penggunaan Back-to-Back Letters of Credit dalam Trading
Seorang eksportir di Indonesia menerima pesanan besar dari importir di Amerika Serikat. Importir tersebut menerbitkan Letter of Credit (LC) senilai USD 100.000 melalui banknya di AS. Bank di AS meneruskan LC ini ke bank eksportir di Indonesia. Bank eksportir Indonesia kemudian menggunakan LC senilai USD 100.000 tersebut sebagai agunan untuk menerbitkan LC kedua senilai USD 80.000 untuk pemasok bahan baku di Tiongkok. Dengan LC kedua ini, eksportir Indonesia dapat membayar pemasoknya, memastikan produksi berjalan lancar, dan setelah barang dikirim ke AS dan dokumen sesuai syarat dipenuhi, bank eksportir Indonesia akan mendapatkan pembayaran dari bank importir AS, dan eksportir Indonesia akan menerima sisa dana setelah dikurangi biaya bank dan pembayaran kepada pemasok.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Letter of Credit (LC), Perdagangan Internasional, Jaminan Pembayaran, Manajemen Risiko, Bank Koresponden
Pertanyaan Umum tentang Back-to-Back Letters of Credit
Apa perbedaan utama antara LC biasa dan Back-to-Back LC?
LC biasa adalah jaminan pembayaran langsung dari bank importir kepada eksportir. Sementara itu, BBLC melibatkan dua LC yang saling terkait, di mana LC pertama dari importir digunakan oleh bank eksportir sebagai jaminan untuk menerbitkan LC kedua bagi eksportir.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi BBLC?
Pihak utama yang terlibat adalah importir, bank importir, eksportir, dan bank eksportir. Terkadang, pemasok atau produsen barang juga menjadi pihak yang menerima pembayaran dari eksportir melalui mekanisme BBLC.
Apakah BBLC hanya digunakan dalam perdagangan barang?
Meskipun paling umum digunakan dalam perdagangan barang, BBLC juga dapat diterapkan untuk transaksi jasa atau proyek tertentu yang membutuhkan jaminan pembayaran yang kuat antara pihak-pihak yang terlibat dalam skala internasional.