4 menit baca 820 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Backorder
- Backorder adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset pada harga spesifik di masa depan.
- Pesanan ini tetap aktif hingga harga target tercapai atau dibatalkan.
- Membantu trader masuk pasar pada level harga yang diinginkan, baik untuk membeli saat turun atau menjual saat naik.
- Dapat memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko dengan mengunci harga yang menguntungkan.
- Memiliki risiko harga tidak pernah mencapai level target atau ketersediaan likuiditas.
📑 Daftar Isi
Apa itu Backorder?
Backorder adalah Backorder adalah pesanan pembelian/penjualan di pasar keuangan yang akan dieksekusi broker ketika harga aset mencapai level yang ditentukan oleh trader.
Penjelasan Lengkap tentang Backorder
Apa Itu Backorder dalam Trading Forex?
Dalam dunia trading forex dan investasi secara umum, istilah backorder merujuk pada sebuah jenis pesanan (order) yang ditempatkan oleh seorang trader atau investor. Pesanan ini memberikan instruksi kepada broker untuk mengeksekusi transaksi pembelian atau penjualan suatu aset (seperti pasangan mata uang, saham, komoditas, dll.) ketika harga pasar mencapai level tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya oleh trader.
Berbeda dengan pesanan pasar (market order) yang dieksekusi seketika pada harga terbaik yang tersedia saat itu, backorder bersifat kondisional. Pesanan ini akan tetap 'menggantung' atau 'tidak aktif' di sistem broker sampai kondisi harga yang ditentukan terpenuhi. Setelah harga mencapai level target yang diinginkan, broker akan secara otomatis memproses pesanan tersebut dan membuka posisi trading baru sesuai instruksi.
Bagaimana Backorder Bekerja?
Cara kerja backorder sangatlah sederhana. Trader menentukan:
- Aset yang ingin diperdagangkan.
- Arah transaksi (beli atau jual).
- Level harga spesifik sebagai target eksekusi.
- Ukuran posisi (volume transaksi).
Sebagai ilustrasi, bayangkan seorang trader ingin membeli pasangan mata uang EUR/USD. Saat ini, EUR/USD diperdagangkan pada level 1.1050. Namun, trader tersebut memperkirakan bahwa jika harga turun ke 1.1000, ini akan menjadi level beli yang menarik. Maka, ia dapat menempatkan backorder beli (buy limit order) pada harga 1.1000. Pesanan ini akan menunggu. Jika harga EUR/USD memang turun dan menyentuh 1.1000, broker akan segera mengeksekusi pesanan beli tersebut pada harga 1.1000. Sebaliknya, jika trader ingin menjual aset ketika harganya naik ke level tertentu, ia akan menggunakan backorder jual (sell limit order).
Manfaat dan Risiko Backorder
Penggunaan backorder menawarkan beberapa keuntungan strategis:
- Memaksimalkan Keuntungan: Memungkinkan trader untuk masuk pasar pada level harga yang lebih menguntungkan, misalnya membeli saat harga sedang turun atau menjual saat harga sedang naik sebelum tren berlanjut.
- Meminimalkan Risiko: Dengan mengunci harga masuk yang diinginkan, trader dapat mengurangi potensi kerugian jika pasar bergerak melawan prediksinya setelah masuk.
- Trading Otomatis: Trader tidak perlu terus-menerus memantau pergerakan harga. Pesanan akan dieksekusi secara otomatis ketika kondisi terpenuhi.
Namun, seperti instrumen trading lainnya, backorder juga memiliki risiko:
- Harga Tidak Tercapai: Ada kemungkinan pasar tidak pernah mencapai level harga target yang ditetapkan, sehingga pesanan tidak pernah terealisasi.
- Ketersediaan Likuiditas: Pada kondisi pasar yang sangat volatil atau untuk aset yang kurang likuid, mungkin saja pesanan tidak dapat dieksekusi pada harga target yang tepat karena kurangnya penawaran atau permintaan pada level tersebut.
Cara Menggunakan Backorder
Backorder digunakan untuk menetapkan level masuk (entry) atau keluar (exit) yang spesifik pada harga tertentu, memungkinkan trading otomatis dan strategis.
- 1Identifikasi level harga strategis di mana Anda ingin membuka atau menutup posisi (misalnya, support, resistance, atau level Fibonacci).
- 2Pilih jenis backorder yang sesuai: 'Buy Limit' untuk membeli di bawah harga pasar saat ini, 'Sell Limit' untuk menjual di atas harga pasar saat ini.
- 3Masukkan instruksi pesanan ke platform trading Anda, tentukan aset, arah transaksi, harga target, dan volume.
- 4Pantau pesanan Anda. Pesanan akan aktif hingga terealisasi, dibatalkan, atau kedaluwarsa (jika ada pengaturan waktu).
Contoh Penggunaan Backorder dalam Trading
Seorang trader forex melihat pasangan mata uang GBP/USD saat ini berada di 1.2550. Trader ini percaya bahwa jika harga turun ke 1.2500, itu akan menjadi level beli yang baik karena merupakan area support historis. Trader tersebut kemudian menempatkan Buy Limit Order pada 1.2500 dengan volume 1 lot. Jika harga GBP/USD turun dan mencapai 1.2500, broker akan secara otomatis membuka posisi beli 1 lot untuk trader tersebut pada harga 1.2500, memungkinkannya untuk berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga selanjutnya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Order Buy Limit, Order Sell Limit, Entry Price, Stop Order, Market Order, Likuiditas Pasar, Broker
Pertanyaan Umum tentang Backorder
Apa perbedaan utama antara Backorder dan Market Order?
Market Order dieksekusi segera pada harga pasar terbaik yang tersedia saat itu, sementara Backorder hanya dieksekusi ketika harga pasar mencapai level yang telah ditentukan oleh trader.
Kapan sebaiknya saya menggunakan Backorder?
Gunakan Backorder ketika Anda memiliki pandangan tentang level harga spesifik di mana Anda ingin masuk atau keluar dari pasar, dan Anda ingin memanfaatkan pergerakan harga yang menguntungkan tanpa harus memantau grafik secara terus-menerus.
Apakah Backorder hanya berlaku untuk pembelian?
Tidak, Backorder dapat berupa pesanan beli (Buy Limit) atau pesanan jual (Sell Limit), tergantung pada apakah Anda ingin membeli pada harga yang lebih rendah dari saat ini atau menjual pada harga yang lebih tinggi dari saat ini.