4 menit baca 857 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Backwardation
- Harga kontrak futures jangka pendek lebih tinggi daripada kontrak jangka panjang untuk aset dasar yang sama.
- Menunjukkan potensi kelangkaan atau kekhawatiran pasokan aset di masa depan.
- Harga spot cenderung stabil atau menurun dalam kondisi backwardation.
- Memberikan peluang bagi trader untuk membeli aset di masa depan dengan harga lebih rendah dan menjual di masa kini dengan harga lebih tinggi.
- Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan membaik seiring stabilnya pasokan.
📑 Daftar Isi
Apa itu Backwardation?
Backwardation adalah Backwardation terjadi saat harga futures jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang pada aset yang sama, menandakan kekhawatiran pasokan di masa depan.
Penjelasan Lengkap tentang Backwardation
Backwardation adalah sebuah kondisi pasar yang spesifik dalam dunia trading dan investasi, terutama terlihat pada pasar komoditas dan kontrak berjangka (futures). Istilah ini menggambarkan sebuah skenario di mana harga pasar untuk kontrak futures dengan tanggal jatuh tempo yang lebih dekat (jangka pendek) diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan dengan harga kontrak futures untuk aset dasar yang sama dengan tanggal jatuh tempo yang lebih jauh (jangka panjang).
Memahami Konsep Backwardation
Dalam kondisi normal, pasar cenderung menunjukkan struktur harga yang disebut contango, di mana harga kontrak futures jangka panjang lebih tinggi daripada jangka pendek. Hal ini mencerminkan biaya penyimpanan, asuransi, dan bunga yang terkait dengan kepemilikan aset fisik hingga tanggal jatuh tempo kontrak yang lebih jauh. Namun, backwardation adalah kebalikan dari contango.
Kondisi backwardation seringkali mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan saat ini, serta ekspektasi pasar mengenai pasokan di masa depan. Secara umum, backwardation muncul ketika ada kekhawatiran pasar bahwa pasokan dari aset dasar akan menipis atau berkurang di masa mendatang. Akibatnya, para pelaku pasar bersedia membayar premi lebih tinggi untuk mendapatkan aset tersebut segera atau dalam waktu dekat, dibandingkan dengan menunggu hingga periode yang lebih jauh.
Faktor Pendorong Backwardation
- Kekhawatiran Pasokan: Ini adalah pendorong utama. Misalnya, jika ada prediksi badai yang akan mengganggu produksi minyak, atau jika terjadi masalah geopolitik yang membatasi ekspor komoditas tertentu, harga futures jangka pendek akan melonjak karena permintaan mendesak akan pasokan yang tersedia.
- Permintaan Mendesak: Terkadang, lonjakan permintaan sesaat untuk suatu aset dapat mendorong harga futures jangka pendek lebih tinggi.
- Biaya Penyimpanan dan Bunga yang Rendah: Meskipun bukan pendorong utama, jika biaya penyimpanan aset fisik sangat rendah atau bahkan negatif (jarang terjadi), hal ini dapat berkontribusi pada backwardation.
Implikasi bagi Trader dan Investor
Backwardation dapat menjadi sinyal penting bagi para trader. Kondisi ini seringkali memberikan peluang keuntungan:
- Strategi Rollover: Trader yang memegang kontrak futures jangka pendek yang mendekati jatuh tempo dapat menjualnya dengan harga tinggi dan membeli kontrak futures jangka panjang dengan harga yang relatif lebih rendah.
- Arbitrase: Peluang arbitrase dapat muncul bagi mereka yang dapat memanfaatkan perbedaan harga antara pasar spot dan pasar futures.
Namun, penting bagi investor untuk melakukan analisis mendalam terhadap fundamental aset dasar dan prospek pasokan di masa depan. Backwardation yang disebabkan oleh masalah pasokan yang struktural dapat berlangsung lebih lama, sementara yang disebabkan oleh faktor sementara mungkin akan pulih dengan cepat. Pemahaman yang komprehensif tentang dinamika pasar sangat krusial untuk mengambil keputusan investasi yang tepat dalam kondisi backwardation.
Cara Menggunakan Backwardation
Trader dapat memanfaatkan backwardation dengan membeli kontrak futures jangka panjang yang lebih murah dan menjual kontrak jangka pendek yang lebih mahal, atau dengan memprediksi pergerakan harga berdasarkan sinyal pasokan.
- 1Identifikasi aset yang menunjukkan struktur harga backwardation pada kurva futures-nya.
- 2Analisis fundamental aset tersebut, terutama faktor-faktor yang mempengaruhi pasokan (misalnya, cuaca, geopolitik, kebijakan pemerintah).
- 3Pertimbangkan strategi trading seperti membeli kontrak futures jangka panjang dan menjual kontrak jangka pendek, atau berspekulasi pada kenaikan harga spot.
- 4Pantau terus perkembangan pasokan dan permintaan untuk mengantisipasi kapan kondisi backwardation mungkin berakhir atau berubah.
Contoh Penggunaan Backwardation dalam Trading
Bayangkan harga kontrak futures minyak mentah untuk pengiriman bulan depan adalah $85 per barel, sementara kontrak untuk pengiriman enam bulan ke depan hanya $80 per barel. Ini adalah contoh backwardation. Seorang trader minyak mungkin melihat ini sebagai sinyal bahwa pasokan minyak diperkirakan akan ketat dalam waktu dekat. Trader tersebut bisa memilih untuk membeli kontrak futures enam bulan ke depan seharga $80, dengan harapan harga akan naik seiring mendekatnya tenggat waktu, atau menjual kontrak bulan depan seharga $85 jika mereka memprediksi harga akan turun setelah pasokan pulih.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Contango, Pasar Futures, Harga Spot, Kurva Futures, Aset Dasar, Pasokan dan Permintaan, Trading Komoditas
Pertanyaan Umum tentang Backwardation
Apa perbedaan utama antara backwardation dan contango?
Perbedaan utamanya terletak pada struktur harga kontrak futures. Dalam backwardation, harga futures jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang, menandakan kekhawatiran pasokan. Sebaliknya, dalam contango, harga futures jangka panjang lebih tinggi dari jangka pendek, mencerminkan biaya penyimpanan dan bunga.
Apakah backwardation selalu menguntungkan bagi trader?
Backwardation dapat menawarkan peluang keuntungan, terutama melalui strategi membeli kontrak jangka panjang yang lebih murah dan menjual kontrak jangka pendek yang lebih mahal. Namun, keuntungan tidak dijamin dan sangat bergantung pada analisis pasar yang tepat serta manajemen risiko.
Kondisi pasar apa yang biasanya memicu backwardation?
Backwardation paling sering dipicu oleh kekhawatiran pasar mengenai ketersediaan pasokan aset di masa depan, seperti gangguan produksi, masalah logistik, atau peningkatan permintaan yang tak terduga.