3 menit baca 648 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Bad Debt Expense
- Bad Debt Expense adalah biaya akibat piutang yang tidak dapat ditagih.
- Dalam investasi, bisa terjadi saat perusahaan penerbit saham/obligasi bangkrut.
- Juga terjadi jika investor gagal bayar pinjaman untuk investasi.
- Diversifikasi portofolio adalah cara utama mengelola risiko Bad Debt Expense.
- Memantau kesehatan finansial perusahaan investasi juga penting.
📑 Daftar Isi
Apa itu Bad Debt Expense?
Bad Debt Expense adalah Biaya kerugian piutang tak tertagih yang dialami perusahaan atau investor akibat debitur gagal bayar.
Penjelasan Lengkap tentang Bad Debt Expense
Bad Debt Expense, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Beban Piutang Tak Tertagih, adalah sebuah pos biaya dalam akuntansi yang mencatat kerugian yang timbul ketika piutang usaha atau investasi yang dimiliki oleh sebuah entitas dianggap tidak akan dapat dilunasi oleh pihak debitur.
Apa Itu Bad Debt Expense?
Secara umum, Bad Debt Expense muncul ketika sebuah perusahaan memberikan kredit atau piutang kepada pelanggan atau pihak lain, namun di kemudian hari, pihak tersebut tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Kerugian ini kemudian diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi perusahaan.
Bad Debt Expense dalam Konteks Trading dan Investasi
Dalam dunia trading dan investasi, konsep Bad Debt Expense memiliki implikasi yang serupa, meskipun tidak selalu dalam bentuk piutang usaha tradisional. Beberapa skenario yang dapat menimbulkan Bad Debt Expense bagi investor antara lain:
- Kebangkrutan Perusahaan Penerbit Sekuritas: Jika seorang investor memiliki saham atau obligasi dari perusahaan yang kemudian dinyatakan bangkrut, pembayaran atas investasi tersebut kemungkinan besar tidak akan diterima. Dalam kasus ini, investor harus mencatat kerugian ini sebagai Bad Debt Expense pada portofolio mereka.
- Kegagalan Pembayaran Pinjaman Investasi: Investor yang meminjam dana (misalnya melalui margin trading atau pinjaman pribadi) untuk membeli saham atau aset investasi lainnya, dan kemudian debitur (pihak yang meminjamkan dana) tidak dapat membayar kembali pinjaman tersebut kepada pemberi pinjaman, maka hal ini juga dapat diartikan sebagai bentuk Bad Debt Expense bagi pemberi pinjaman.
Mengelola Risiko Bad Debt Expense
Untuk meminimalkan potensi kerugian akibat Bad Debt Expense, investor dan perusahaan dapat menerapkan strategi pengelolaan risiko yang efektif:
- Diversifikasi Portofolio: Menyebarkan investasi ke berbagai jenis aset, sektor industri, atau bahkan negara dapat mengurangi dampak negatif jika salah satu investasi mengalami kegagalan atau kebangkrutan.
- Analisis Keuangan Mendalam: Melakukan riset dan analisis terhadap kondisi keuangan, kesehatan bisnis, dan prospek pertumbuhan perusahaan yang menjadi target investasi sangat krusial. Pemantauan berkala terhadap kinerja perusahaan dapat memberikan sinyal dini tentang potensi masalah.
Cara Menggunakan Bad Debt Expense
Bad Debt Expense digunakan untuk mencatat kerugian dari piutang yang tidak tertagih, baik dalam pembukuan perusahaan maupun sebagai pengakuan kerugian investasi.
- 1Identifikasi piutang atau investasi yang kemungkinan besar tidak akan tertagih.
- 2Perkirakan jumlah kerugian yang potensial.
- 3Catat jumlah tersebut sebagai beban (Bad Debt Expense) dalam laporan keuangan atau catatan investasi.
- 4Lakukan tinjauan berkala untuk menyesuaikan estimasi kerugian jika diperlukan.
Contoh Penggunaan Bad Debt Expense dalam Trading
Seorang investor membeli obligasi senilai Rp 100.000.000 dari PT Maju Mundur. Sayangnya, PT Maju Mundur kemudian mengalami kebangkrutan dan dinyatakan pailit. Investor tersebut tidak akan menerima pembayaran kembali atas obligasinya. Dalam pencatatan investasinya, investor tersebut harus mengakui adanya Bad Debt Expense sebesar Rp 100.000.000.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Piutang Tak Tertagih, Kerugian Investasi, Manajemen Risiko, Diversifikasi, Kebangkrutan, Analisis Keuangan
Pertanyaan Umum tentang Bad Debt Expense
Apa perbedaan antara Bad Debt Expense dan Provision for Doubtful Accounts?
Provision for Doubtful Accounts adalah estimasi kerugian piutang yang belum pasti terjadi, sedangkan Bad Debt Expense adalah kerugian yang sudah diakui karena piutang tersebut benar-benar dianggap tidak tertagih.
Bagaimana cara perusahaan mengestimasi Bad Debt Expense?
Perusahaan biasanya menggunakan metode persentase penjualan atau analisis umur piutang untuk mengestimasi potensi kerugian piutang.
Apakah Bad Debt Expense hanya berlaku untuk piutang usaha?
Tidak, Bad Debt Expense juga dapat berlaku untuk kerugian investasi atau pinjaman lain yang tidak tertagih, seperti yang dijelaskan dalam konteks trading dan investasi.