4 menit baca 833 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Basic Earnings Per Share (EPS)

  • EPS mengukur profitabilitas perusahaan per lembar saham.
  • Dihitung dengan membagi laba bersih setelah pajak dengan total saham beredar.
  • EPS yang tinggi umumnya menunjukkan kinerja perusahaan yang baik.
  • Merupakan indikator penting bagi investor untuk menilai potensi keuntungan saham.
  • Perlu dianalisis bersama indikator keuangan lain dan kondisi ekonomi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Basic Earnings Per Share (EPS)?

Basic Earnings Per Share (EPS) adalah EPS adalah laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham beredar, mengukur profitabilitas per saham.

Penjelasan Lengkap tentang Basic Earnings Per Share (EPS)

Basic Earnings Per Share (EPS), atau Laba Per Saham Dasar, adalah salah satu metrik keuangan fundamental yang paling sering dianalisis oleh para trader dan investor di pasar modal, khususnya saham. Indikator ini memberikan gambaran langsung mengenai seberapa besar profitabilitas yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan untuk setiap lembar saham yang beredar di publik.

Apa itu Basic Earnings Per Share (EPS)?

Secara sederhana, EPS adalah rasio yang menunjukkan porsi laba bersih perusahaan yang dialokasikan kepada setiap lembar saham biasa yang beredar. Ini adalah ukuran kunci efisiensi dan profitabilitas perusahaan dari perspektif pemegang saham.

Bagaimana Cara Menghitung EPS?

Perhitungan EPS relatif lugas:

  • Laba Bersih (Net Income): Ini adalah pendapatan total perusahaan setelah dikurangi semua biaya operasional, bunga, dan pajak. Angka ini biasanya dapat ditemukan di laporan laba rugi perusahaan.
  • Jumlah Saham Beredar (Outstanding Shares): Ini adalah total jumlah saham perusahaan yang saat ini dimiliki oleh semua pemegang saham, termasuk saham yang dipegang oleh publik dan institusi, serta saham yang mungkin masih dipegang oleh perusahaan itu sendiri (treasury stock, meskipun ini sering dikecualikan dalam perhitungan EPS dasar).

Rumus perhitungannya adalah:

EPS = (Laba Bersih - Dividen Saham Preferen) / Jumlah Saham Beredar Biasa

Catatan: Dividen saham preferen dikurangi karena pemegang saham preferen memiliki klaim yang lebih utama atas laba perusahaan dibandingkan pemegang saham biasa.

Mengapa EPS Penting bagi Investor?

EPS adalah tolok ukur kinerja perusahaan yang sangat krusial karena:

  • Indikator Profitabilitas: EPS yang lebih tinggi umumnya menandakan bahwa perusahaan lebih menguntungkan dan mampu menghasilkan lebih banyak uang bagi pemegang sahamnya.
  • Dasar Perbandingan: Investor dapat membandingkan EPS perusahaan dengan pesaing di industri yang sama atau dengan EPS perusahaan itu sendiri di periode sebelumnya untuk menilai tren kinerja.
  • Penilaian Saham: EPS merupakan komponen utama dalam banyak rasio penilaian saham, seperti rasio Price-to-Earnings (P/E).

Keterbatasan EPS dan Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan

Meskipun EPS sangat penting, investor tidak boleh hanya mengandalkan metrik ini saja. Beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan meliputi:

  • Rasio Price-to-Earnings (P/E): Rasio ini membandingkan harga saham perusahaan dengan EPS-nya, memberikan gambaran tentang seberapa mahal atau murah saham tersebut relatif terhadap pendapatannya.
  • Return on Equity (ROE): ROE mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan ekuitas pemegang saham untuk menghasilkan laba.
  • Pertumbuhan EPS: Pertumbuhan EPS dari waktu ke waktu lebih penting daripada angka EPS itu sendiri. Perusahaan dengan EPS yang terus meningkat cenderung lebih menarik.
  • Kualitas Laba: Penting untuk memahami bagaimana laba tersebut dihasilkan. Laba yang berasal dari operasi inti lebih berkelanjutan daripada laba dari penjualan aset atau penyesuaian akuntansi.
  • Kondisi Ekonomi Global: Kinerja perusahaan dan EPS-nya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro, seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi.

Cara Menggunakan Basic Earnings Per Share (EPS)

Investor menggunakan EPS untuk menilai profitabilitas perusahaan, membandingkan kinerja antar perusahaan, dan sebagai dasar perhitungan rasio penilaian saham.

  1. 1Identifikasi Laba Bersih perusahaan dari laporan keuangan.
  2. 2Tentukan Jumlah Saham Beredar yang relevan (biasanya saham biasa).
  3. 3Hitung EPS menggunakan rumus: (Laba Bersih - Dividen Saham Preferen) / Jumlah Saham Beredar Biasa.
  4. 4Analisis tren EPS dari waktu ke waktu dan bandingkan dengan perusahaan sejenis di industri yang sama.
  5. 5Gunakan EPS bersama rasio keuangan lain (seperti P/E, ROE) dan analisis fundamental serta makroekonomi untuk pengambilan keputusan investasi.

Contoh Penggunaan Basic Earnings Per Share (EPS) dalam Trading

Misalkan Perusahaan ABC melaporkan laba bersih sebesar Rp 100 Miliar pada tahun ini. Perusahaan tersebut memiliki 50 Juta lembar saham biasa beredar dan tidak memiliki saham preferen. Maka, EPS Perusahaan ABC adalah:

EPS = Rp 100.000.000.000 / 50.000.000 lembar = Rp 2.000 per lembar saham.

Investor kemudian dapat membandingkan EPS Rp 2.000 ini dengan EPS Perusahaan XYZ (pesaing) atau dengan EPS Perusahaan ABC di tahun sebelumnya untuk menilai apakah kinerjanya membaik atau memburuk.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Laba Bersih, Saham Beredar, Dividen, Rasio P/E, ROE, Laporan Laba Rugi, Analisis Fundamental

Pertanyaan Umum tentang Basic Earnings Per Share (EPS)

Apa perbedaan antara Basic EPS dan Diluted EPS?

Basic EPS dihitung berdasarkan jumlah saham biasa yang beredar saat ini. Diluted EPS mempertimbangkan potensi pengenceran nilai saham jika semua sekuritas yang dapat dikonversi (seperti opsi saham atau obligasi konversi) dikonversi menjadi saham biasa.

Apakah EPS selalu positif?

Tidak. Jika perusahaan mengalami kerugian bersih, maka EPS akan negatif, yang menunjukkan bahwa perusahaan merugi untuk setiap lembar saham.

Bagaimana cara mengetahui jumlah saham beredar?

Jumlah saham beredar biasanya tercantum dalam laporan keuangan perusahaan, khususnya di bagian neraca atau catatan atas laporan keuangan.