4 menit baca 862 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Bid-Ask Spread
- Bid-Ask Spread adalah perbedaan antara harga beli tertinggi yang bersedia dibayar pembeli (bid) dan harga jual terendah yang bersedia diterima penjual (ask) untuk suatu aset.
- Spread ini merupakan biaya implisit yang harus ditanggung trader/investor saat melakukan transaksi jual beli.
- Spread yang lebih kecil umumnya menandakan likuiditas pasar yang lebih tinggi dan biaya transaksi yang lebih rendah.
- Trader harus memperhatikan spread karena menentukan harga eksekusi; membeli pada harga ask dan menjual pada harga bid.
- Memahami Bid-Ask Spread krusial untuk membuat keputusan trading dan investasi yang menguntungkan.
📑 Daftar Isi
Apa itu Bid-Ask Spread?
Bid-Ask Spread adalah Bid-Ask Spread adalah selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) suatu aset finansial, mencerminkan biaya transaksi bagi trader dan investor.
Penjelasan Lengkap tentang Bid-Ask Spread
Bid-Ask Spread adalah salah satu konsep fundamental yang wajib dipahami oleh setiap pelaku pasar finansial, baik itu trader maupun investor. Secara sederhana, bid-ask spread mengacu pada perbedaan harga antara harga bid dan harga ask dari suatu aset keuangan. Aset ini bisa berupa pasangan mata uang di pasar forex, saham di bursa efek, obligasi, komoditas, atau instrumen keuangan lainnya.
Apa itu Harga Bid dan Harga Ask?
- Harga Bid (Bid Price): Ini adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh seorang pembeli untuk membeli suatu aset pada saat tertentu. Di pasar, harga bid mewakili permintaan terbesar dari para pembeli.
- Harga Ask (Ask Price): Ini adalah harga terendah yang bersedia diterima oleh seorang penjual untuk menjual aset yang sama pada saat tertentu. Harga ask mencerminkan penawaran terendah dari para penjual.
Perbedaan antara kedua harga ini, yaitu Ask Price - Bid Price, inilah yang disebut sebagai Bid-Ask Spread. Spread ini secara efektif merupakan biaya atau komisi yang harus dikeluarkan oleh investor atau trader setiap kali mereka membuka atau menutup posisi. Semakin kecil nilai spread, semakin efisien transaksi tersebut karena biaya yang dikeluarkan lebih rendah.
Implikasi Bid-Ask Spread dalam Trading dan Investasi
Dalam dunia trading, bid-ask spread memiliki peran krusial dalam menentukan harga eksekusi transaksi. Ketika Anda ingin membeli suatu aset, Anda akan membelinya pada harga ask (harga yang lebih tinggi). Sebaliknya, ketika Anda ingin menjual aset, Anda akan menjualnya pada harga bid (harga yang lebih rendah). Selisih inilah yang langsung mengurangi potensi keuntungan Anda.
Oleh karena itu, trader profesional selalu memperhatikan besaran spread. Spread yang lebar (besar) dapat menggerus keuntungan, terutama untuk strategi trading jangka pendek atau scalping yang mengandalkan pergerakan harga kecil. Di sisi lain, spread yang sangat kecil terkadang bisa menjadi indikasi likuiditas pasar yang rendah, yang justru bisa menyulitkan trader untuk masuk atau keluar dari pasar dengan cepat pada harga yang diinginkan.
Bagi investor jangka panjang, bid-ask spread mungkin tidak sepenting bagi trader harian, namun tetap berkontribusi pada total biaya kepemilikan aset. Memahami dan memantau spread secara konsisten membantu dalam membuat keputusan yang lebih cerdas mengenai kapan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar, serta mengelola biaya transaksi secara keseluruhan dalam portofolio investasi.
Cara Menggunakan Bid-Ask Spread
Trader dan investor menggunakan informasi bid-ask spread untuk mengevaluasi biaya transaksi, likuiditas pasar, dan menentukan harga eksekusi yang optimal.
- 1Identifikasi harga bid dan ask yang ditampilkan oleh broker atau platform trading Anda untuk aset yang diminati.
- 2Hitung selisihnya (Harga Ask - Harga Bid) untuk mengetahui besaran bid-ask spread.
- 3Bandingkan spread aset yang berbeda atau spread aset yang sama di broker yang berbeda. Pilih aset atau broker dengan spread yang lebih kecil untuk mengurangi biaya transaksi.
- 4Pertimbangkan likuiditas pasar: spread yang sangat kecil bisa mengindikasikan likuiditas rendah, sementara spread yang sangat besar bisa membuat entri/keluar posisi menjadi mahal.
Contoh Penggunaan Bid-Ask Spread dalam Trading
Misalkan Anda ingin membeli pasangan mata uang EUR/USD. Platform trading Anda menampilkan:
- Harga Bid: 1.07500
- Harga Ask: 1.07505
Maka, Bid-Ask Spread adalah 1.07505 - 1.07500 = 0.00005 atau 5 pips (jika menggunakan satuan pips). Jika Anda membeli EUR/USD pada harga ask (1.07505) dan kemudian memutuskan untuk menjualnya kembali, Anda akan menjual pada harga bid (1.07500). Selisih 5 pips ini adalah biaya yang Anda bayarkan kepada broker/pasar untuk transaksi tersebut.
Jika Anda melakukan trading dengan volume besar atau frekuensi tinggi, spread yang kecil akan sangat menguntungkan. Sebaliknya, spread yang lebar, misalnya 20 pips, akan membuat Anda membutuhkan pergerakan harga yang lebih besar hanya untuk menutupi biaya transaksi sebelum mulai mencetak keuntungan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Harga Bid, Harga Ask, Spread Pip, Likuiditas Pasar, Broker Forex, Pasar Finansial, Biaya Transaksi
Pertanyaan Umum tentang Bid-Ask Spread
Apakah bid-ask spread sama untuk semua aset?
Tidak, bid-ask spread bervariasi tergantung pada aset, likuiditas pasar, dan broker. Aset yang lebih likuid seperti EUR/USD biasanya memiliki spread yang lebih kecil dibandingkan aset yang kurang likuid.
Bagaimana cara bid-ask spread mempengaruhi keuntungan saya?
Spread adalah biaya implisit. Anda membeli pada harga yang lebih tinggi (ask) dan menjual pada harga yang lebih rendah (bid). Semakin lebar spread, semakin besar potensi keuntungan Anda harus menutupi biaya ini sebelum menjadi profit.
Apakah spread yang sangat kecil selalu baik?
Tidak selalu. Spread yang sangat kecil bisa menandakan likuiditas pasar yang rendah, yang berarti sulit untuk mengeksekusi order dalam jumlah besar dengan cepat pada harga yang diinginkan.