3 menit baca 691 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Black Friday
- Black Friday dalam trading adalah istilah historis untuk hari kehancuran pasar finansial.
- Peristiwa Black Friday 1929 di AS memicu kejatuhan pasar saham global dan Great Depression.
- Penjualan besar-besaran oleh investor besar diikuti kepanikan jual investor kecil.
- Istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang buruk secara umum.
- Meskipun berbeda, istilah ini memiliki konotasi negatif terkait kerugian pasar.
📑 Daftar Isi
Apa itu Black Friday?
Black Friday adalah Black Friday dalam trading merujuk pada hari kejatuhan drastis pasar finansial, seperti 24 Oktober 1929, yang memicu krisis global.
Penjelasan Lengkap tentang Black Friday
Istilah Black Friday dalam konteks trading dan investasi merujuk pada salah satu hari paling kelam dalam sejarah pasar finansial, khususnya di Amerika Serikat. Peristiwa paling terkenal yang mengawali penggunaan istilah ini adalah kehancuran pasar saham pada tanggal 24 Oktober 1929, yang dikenal sebagai Black Thursday, diikuti oleh kejatuhan yang lebih parah pada 29 Oktober 1929 (sering disebut Black Tuesday), yang secara kolektif memicu kejatuhan pasar saham secara global.
Kejadian ini dianggap sebagai pemicu langsung dari Great Depression, krisis ekonomi global yang melanda dunia selama bertahun-tahun. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada hari-hari krusial tersebut, terjadi penjualan saham dalam skala besar, terutama dari investor institusional dan besar, yang kemudian memicu kepanikan jual (panic selling) dari para investor ritel atau kecil yang berusaha menyelamatkan modal mereka.
Dampak dari kejatuhan harga saham yang begitu drastis sangat menghancurkan. Nilai saham lenyap secara signifikan, menyebabkan banyak individu yang sebelumnya kaya mendadak menjadi miskin dalam waktu singkat. Sejak saat itu, istilah Black Friday (atau merujuk pada serangkaian peristiwa serupa) diadopsi untuk menggambarkan kejadian yang membawa dampak buruk serupa pada kondisi pasar finansial secara keseluruhan.
Perlu dicatat bahwa istilah Black Friday juga populer dalam konteks ritel, merujuk pada hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat. Pada hari ini, banyak toko menawarkan diskon besar-besaran untuk menarik pembeli menjelang musim liburan. Meskipun tidak ada hubungan langsung antara Black Friday dalam dunia investasi dan Black Friday dalam belanja konsumen, kedua istilah ini sama-sama membawa konotasi peristiwa yang signifikan dan berdampak besar, meskipun dalam konteks yang berbeda. Namun, dalam ranah finansial, Black Friday tetap menjadi simbol peringatan akan kerapuhan pasar dan potensi kerugian besar.
Cara Menggunakan Black Friday
Memahami Black Friday dalam trading berarti mengenali potensi risiko pasar yang ekstrem dan dampaknya terhadap nilai aset.
- 1Identifikasi peristiwa historis yang dikaitkan dengan 'Black Friday' atau 'Black Tuesday' dalam pasar finansial.
- 2Analisis faktor-faktor penyebab kejatuhan pasar tersebut, seperti sentimen investor, likuiditas, dan kondisi ekonomi makro.
- 3Evaluasi dampak jangka pendek dan jangka panjang dari peristiwa tersebut terhadap berbagai kelas aset.
- 4Gunakan pemahaman ini untuk memperkuat strategi manajemen risiko dan diversifikasi portofolio.
Contoh Penggunaan Black Friday dalam Trading
Dalam diskusi mengenai volatilitas pasar, seorang analis mungkin berkata, 'Kita melihat potensi tren penurunan yang signifikan, mengingatkan kita pada efek yang ditimbulkan oleh peristiwa seperti Black Friday di masa lalu, di mana kepanikan jual dapat memperburuk kejatuhan harga secara drastis.' Ini menunjukkan bagaimana istilah tersebut digunakan sebagai referensi untuk kondisi pasar yang sangat buruk dan berisiko tinggi.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Great Depression, Panik Jual (Panic Selling), Volatilitas Pasar, Krisis Finansial, Bear Market
Pertanyaan Umum tentang Black Friday
Apa yang dimaksud dengan Black Friday dalam konteks trading?
Black Friday dalam trading merujuk pada hari kehancuran pasar finansial, di mana harga aset mengalami penurunan drastis yang signifikan, seperti yang terjadi pada 24 Oktober 1929.
Apakah Black Friday dalam trading sama dengan Black Friday dalam belanja?
Tidak, meskipun kedua istilah ini populer, Black Friday dalam trading berkaitan dengan krisis pasar finansial, sementara Black Friday dalam belanja adalah hari diskon besar-besaran setelah Thanksgiving.
Mengapa Black Friday 1929 begitu penting dalam sejarah finansial?
Kejatuhan pasar saham pada 1929 yang dikenal sebagai Black Friday (dan Black Tuesday) dianggap sebagai pemicu utama dari Great Depression, sebuah krisis ekonomi global yang berdampak luas.
Bagaimana peristiwa Black Friday memengaruhi investor?
Peristiwa Black Friday dapat menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi investor, menghapus nilai investasi secara signifikan dan dapat mengubah status kekayaan seseorang dalam waktu singkat.