4 menit baca 733 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Block Trade

  • Block Trade adalah transaksi saham institusional dalam volume besar, minimal 10.000 lembar.
  • Tujuan utamanya adalah mendapatkan harga yang lebih baik dan menghindari volatilitas pasar.
  • Dapat dieksekusi di bursa (on-exchange) atau di luar bursa (off-exchange).
  • Lebih relevan bagi investor institusional dibandingkan investor ritel.
  • Membantu investor institusional mencapai tujuan investasi mereka secara efisien.

📑 Daftar Isi

Apa itu Block Trade?

Block Trade adalah Block Trade adalah transaksi saham institusional dalam jumlah sangat besar (minimal 10.000 lembar) yang bertujuan mendapatkan harga terbaik dan meminimalkan dampak pasar.

Penjelasan Lengkap tentang Block Trade

Apa Itu Block Trade?

Block Trade, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai Perdagangan Blok, merujuk pada transaksi jual beli saham atau aset keuangan lainnya yang dilakukan dalam volume yang sangat besar. Istilah ini secara spesifik mengacu pada kesepakatan yang melibatkan jumlah saham minimal 10.000 lembar, meskipun angka ini bisa bervariasi tergantung pada pasar atau bursa tertentu. Transaksi ini umumnya dilakukan oleh investor institusional, seperti reksa dana, dana pensiun, perusahaan asuransi, atau manajer aset, yang mengelola portofolio dalam jumlah besar.

Karakteristik Utama Block Trade:

  • Volume Besar: Syarat utama adalah jumlah saham yang diperdagangkan sangat signifikan, jauh melampaui volume transaksi investor ritel pada umumnya.
  • Pelaku Utama: Dilakukan oleh investor institusional yang memiliki kebutuhan untuk memindahkan modal dalam jumlah besar.
  • Tujuan Efisiensi: Memungkinkan investor untuk membeli atau menjual posisi besar tanpa secara drastis mempengaruhi harga pasar (market impact).
  • Fleksibilitas Lokasi: Transaksi bisa terjadi di bursa efek resmi (on-exchange) atau melalui kesepakatan langsung antar institusi di luar bursa (off-exchange/over-the-counter/OTC).

Mengapa Block Trade Penting?

Bagi investor institusional, melakukan pembelian atau penjualan dalam jumlah besar melalui pasar reguler bisa menyebabkan volatilitas harga yang signifikan. Jika seorang institusi mencoba menjual 1 juta lembar saham sekaligus di pasar terbuka, permintaan yang ada mungkin tidak mencukupi, sehingga harga saham akan turun drastis sebelum semua saham terjual. Sebaliknya, pembelian dalam jumlah besar dapat mendorong harga naik secara artifisial. Block Trade mengatasi masalah ini dengan cara menemukan pembeli atau penjual lain yang bersedia melakukan transaksi dalam volume yang sama, seringkali melalui negosiasi harga yang lebih terkontrol.

Metode ini memungkinkan eksekusi yang lebih efisien, mendapatkan harga yang lebih baik, dan meminimalkan biaya transaksi serta dampak negatif pada pergerakan pasar. Meskipun investor ritel jarang terlibat langsung dalam melakukan Block Trade, mereka dapat merasakan dampaknya secara tidak langsung melalui stabilisasi harga atau pergerakan pasar yang lebih terprediksi setelah transaksi besar selesai.

Cara Menggunakan Block Trade

Block Trade umumnya tidak 'digunakan' oleh investor ritel dalam artian melakukan transaksi. Namun, trader dapat memantau indikasi Block Trade untuk memahami sentimen institusional dan potensi pergerakan pasar.

  1. 1Identifikasi volume transaksi yang tidak biasa pada saham tertentu yang jauh di atas rata-rata harian.
  2. 2Perhatikan berita atau laporan terkait transaksi besar yang melibatkan investor institusional pada saham tersebut.
  3. 3Analisis pergerakan harga setelah transaksi besar terkonfirmasi untuk melihat dampaknya terhadap volatilitas dan arah pasar.
  4. 4Gunakan informasi ini sebagai salah satu faktor dalam strategi trading, terutama jika Anda trading saham yang sama.

Contoh Penggunaan Block Trade dalam Trading

Seorang manajer reksa dana ingin menjual 500.000 lembar saham PT ABC Tbk. Jika dilakukan di pasar reguler, penjualan ini bisa menekan harga saham secara signifikan. Oleh karena itu, manajer reksa dana tersebut bernegosiasi dengan institusi lain yang ingin membeli dalam jumlah besar, menciptakan sebuah Block Trade. Kesepakatan ini memungkinkan kedua belah pihak untuk bertransaksi dalam volume besar pada harga yang disepakati, meminimalkan dampak negatif pada pergerakan harga saham PT ABC Tbk di bursa.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Investor Institusional, Volume Perdagangan, Market Impact, Over-the-Counter (OTC), Pasar Reguler, Volatilitas Pasar

Pertanyaan Umum tentang Block Trade

Apakah Block Trade hanya dilakukan di bursa?

Tidak, Block Trade dapat dilakukan baik di bursa efek resmi (on-exchange) maupun di luar bursa melalui kesepakatan langsung antar pihak (off-exchange/OTC).

Berapa jumlah minimum saham untuk disebut Block Trade?

Secara umum, minimal adalah 10.000 lembar saham, namun angka ini bisa bervariasi tergantung pada peraturan bursa atau kesepakatan pasar.

Bagaimana Block Trade menguntungkan investor institusional?

Block Trade memungkinkan investor institusional membeli atau menjual saham dalam jumlah besar dengan harga yang lebih baik dan meminimalkan dampak negatif pada pergerakan harga pasar, sehingga lebih efisien.

Apakah investor ritel bisa melakukan Block Trade?

Secara teknis, investor ritel jarang melakukan Block Trade karena volume investasi mereka umumnya jauh di bawah standar yang dibutuhkan. Namun, mereka bisa merasakan dampaknya.