4 menit baca 849 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Bond Discount

  • Bond discount terjadi saat obligasi dibeli dengan harga lebih rendah dari nilai nominalnya.
  • Diskon ini dianggap sebagai pendapatan tambahan bagi investor dan meningkatkan imbal hasil investasi.
  • Obligasi yang dijual dengan diskon umumnya memiliki kupon bunga yang lebih tinggi.
  • Pembelian obligasi dengan diskon bisa menjadi strategi menguntungkan dalam jangka panjang.

📑 Daftar Isi

Apa itu Bond Discount?

Bond Discount adalah Bond discount adalah selisih harga beli obligasi di bawah nilai nominalnya, memberikan potensi keuntungan tambahan bagi investor.

Penjelasan Lengkap tentang Bond Discount

Dalam dunia investasi obligasi, Bond Discount merujuk pada situasi di mana investor membeli sebuah obligasi dengan harga yang lebih rendah daripada nilai nominalnya (nilai yang tertera pada obligasi dan akan dibayarkan saat jatuh tempo). Ketika hal ini terjadi, investor dikatakan memperoleh diskon.

Apa Itu Bond Discount?

Secara sederhana, bond discount adalah keuntungan yang diperoleh investor karena membeli obligasi 'lebih murah' dari nilai tertulisnya. Perbedaan harga beli ini kemudian akan menjadi tambahan pendapatan bagi investor, selain kupon bunga yang dibayarkan secara berkala. Diskon ini secara efektif meningkatkan total imbal hasil (yield) yang diterima investor dari investasinya.

Bagaimana Bond Discount Dihitung?

Perhitungan imbal hasil obligasi yang dibeli dengan diskon akan mempertimbangkan baik kupon bunga yang diterima maupun selisih antara harga beli dan nilai nominal saat jatuh tempo. Sebagai contoh:

  • Sebuah obligasi memiliki nilai nominal $1.000.
  • Investor membelinya dengan harga $900.
  • Dalam kasus ini, investor memperoleh diskon sebesar $100 ($1.000 - $900).

Jika obligasi tersebut memberikan kupon bunga tahunan sebesar $50 dan memiliki masa jatuh tempo 10 tahun, maka perhitungan imbal hasil totalnya akan menjadi:

Imbal Hasil = (Bunga Tahunan + Total Diskon yang Diamortisasi per Tahun) / Harga Pembelian

Dalam contoh awal, jika diskon $100 diamortisasi selama 10 tahun, maka setiap tahunnya ada tambahan $10 dari diskon. Jadi, perhitungan imbal hasilnya menjadi:

Imbal Hasil = ($50 bunga + $10 diskon per tahun) / $900 harga pembelian = $60 / $900 = 6,67% (perkiraan kasar, perhitungan yield to maturity lebih kompleks).

Penting untuk dicatat bahwa perhitungan imbal hasil yang lebih akurat seperti Yield to Maturity (YTM) akan memperhitungkan nilai waktu uang dan frekuensi pembayaran kupon.

Mengapa Obligasi Dijual dengan Diskon?

Penerbit obligasi (pemerintah atau perusahaan) biasanya menjual obligasi dengan diskon sebagai strategi untuk menarik minat investor. Hal ini sering terjadi ketika:

  • Tingkat suku bunga pasar saat ini lebih tinggi daripada kupon bunga yang ditawarkan obligasi tersebut.
  • Penerbit memiliki peringkat kredit yang kurang menarik.
  • Obligasi tersebut memiliki jangka waktu yang panjang.

Dengan menawarkan diskon, penerbit dapat membuat imbal hasil obligasi menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen lain yang tersedia di pasar, meskipun kupon bunganya mungkin terlihat lebih rendah.

Keuntungan Investasi pada Bond Discount

Bagi investor, membeli obligasi dengan diskon dapat menawarkan beberapa keuntungan:

  • Potensi Keuntungan Tambahan: Selain kupon bunga, investor akan mendapatkan selisih antara harga beli dan nilai nominal saat obligasi jatuh tempo.
  • Imbal Hasil Lebih Tinggi: Seperti yang dijelaskan, diskon meningkatkan imbal hasil efektif investasi.
  • Perlindungan dari Kenaikan Suku Bunga: Jika suku bunga pasar naik, harga obligasi yang sudah ada (termasuk yang dibeli dengan diskon) cenderung turun, namun keuntungan dari diskon dapat membantu menutupi sebagian kerugian tersebut.

Meskipun demikian, penting untuk melakukan analisis mendalam terhadap penerbit obligasi dan kondisi pasar sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada obligasi yang dijual dengan diskon.

Cara Menggunakan Bond Discount

Investor dapat memanfaatkan bond discount dengan mencari obligasi yang diperdagangkan di bawah nilai nominalnya untuk meningkatkan potensi imbal hasil investasi.

  1. 1Identifikasi obligasi yang diperdagangkan di pasar sekunder dengan harga di bawah nilai nominalnya.
  2. 2Analisis kupon bunga yang ditawarkan oleh obligasi tersebut.
  3. 3Hitung potensi imbal hasil total dengan mempertimbangkan kupon bunga, diskon, dan sisa waktu jatuh tempo.
  4. 4Evaluasi risiko penerbit obligasi dan bandingkan dengan instrumen investasi lain sebelum membuat keputusan pembelian.

Contoh Penggunaan Bond Discount dalam Trading

Seorang trader forex yang juga berinvestasi pada pasar obligasi melihat sebuah obligasi korporasi dengan nilai nominal $1.000 diperdagangkan di harga $950. Obligasi ini memiliki kupon bunga 6% per tahun dan akan jatuh tempo dalam 5 tahun. Trader tersebut melihat bahwa diskon $50 ini, ditambah kupon bunga tahunan, akan memberikan imbal hasil yang menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap lainnya. Ia memutuskan membeli obligasi tersebut, mengharapkan keuntungan dari pembayaran kupon serta selisih $50 saat obligasi jatuh tempo.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: obligasi, nilai nominal, kupon bunga, imbal hasil obligasi, yield to maturity, pasar sekunder obligasi, penerbit obligasi

Pertanyaan Umum tentang Bond Discount

Apakah bond discount sama dengan capital gain?

Bond discount adalah keuntungan yang timbul dari selisih harga beli di bawah nilai nominal. Capital gain secara umum merujuk pada keuntungan dari kenaikan harga aset, termasuk obligasi, namun bond discount adalah bentuk spesifik dari keuntungan saat pembelian awal.

Kapan biasanya obligasi dijual dengan diskon?

Obligasi cenderung dijual dengan diskon ketika suku bunga pasar lebih tinggi dari kupon yang ditawarkan obligasi tersebut, atau ketika penerbit memiliki peringkat kredit yang kurang menarik.

Apakah bond discount selalu menguntungkan?

Meskipun menawarkan potensi keuntungan tambahan, investasi pada obligasi dengan diskon tetap memiliki risiko. Investor perlu menganalisis kesehatan keuangan penerbit dan kondisi pasar secara keseluruhan.