5 menit baca 909 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Bond Equivalent Yield (BEY)

  • BEY menyamakan imbal hasil obligasi jangka pendek agar dapat dibandingkan dengan instrumen lain seperti deposito dan saham.
  • Metode ini penting untuk pengambilan keputusan investasi dan alokasi portofolio.
  • BEY memperhitungkan tingkat diskonto dan pembayaran kupon obligasi dalam setahun.
  • Meskipun berguna, BEY tidak mencerminkan risiko investasi secara keseluruhan.
  • BEY membantu investor menilai profitabilitas relatif antar berbagai jenis aset.

📑 Daftar Isi

Apa itu Bond Equivalent Yield (BEY)?

Bond Equivalent Yield (BEY) adalah Bond Equivalent Yield (BEY) adalah metrik yang menyetarakan imbal hasil obligasi jangka pendek ke dalam format tahunan untuk perbandingan yang mudah dengan instrumen lain.

Penjelasan Lengkap tentang Bond Equivalent Yield (BEY)

Bond Equivalent Yield (BEY) atau Imbal Hasil Ekuivalen Obligasi adalah sebuah metode perhitungan yang dirancang khusus untuk mengukur dan menyajikan hasil (yield) dari suatu investasi obligasi, terutama yang berjangka pendek, dalam format yang dapat dibandingkan secara langsung dengan instrumen keuangan lainnya. Tujuan utama penggunaan BEY adalah untuk memberikan dasar perbandingan yang setara antara imbal hasil yang ditawarkan oleh obligasi dengan instrumen investasi lain seperti saham, deposito berjangka, atau bahkan obligasi dengan tenor yang berbeda.

Mengapa BEY Penting dalam Trading dan Investasi?

Dalam dunia trading dan investasi yang dinamis, kemampuan untuk membandingkan potensi keuntungan dari berbagai aset adalah kunci. BEY memainkan peran krusial dalam hal ini:

  • Standarisasi Perbandingan: Obligasi jangka pendek seringkali diperdagangkan dengan diskonto (harga di bawah nilai nominal) dan memiliki frekuensi pembayaran kupon yang bervariasi. BEY menstandarkan imbal hasil ini menjadi sebuah angka tahunan, sehingga investor dapat dengan mudah membandingkannya dengan imbal hasil instrumen lain yang juga diukur secara tahunan.
  • Pengambilan Keputusan Strategis: Dengan mengetahui BEY suatu obligasi, investor dapat menentukan apakah obligasi tersebut menawarkan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan dengan alternatif investasi lain. Misalnya, jika BEY obligasi lebih rendah dari imbal hasil deposito yang menawarkan risiko serupa, investor mungkin akan memilih deposito. Sebaliknya, jika BEY lebih tinggi dari imbal hasil deposito namun masih di bawah potensi keuntungan saham dengan risiko yang dapat diterima, obligasi bisa menjadi pilihan yang menarik.
  • Analisis Portofolio: BEY membantu dalam mengoptimalkan komposisi portofolio dengan memberikan gambaran yang jelas mengenai kontribusi imbal hasil dari segmen obligasi jangka pendek.

Bagaimana BEY Dihitung?

Perhitungan BEY umumnya melibatkan dua komponen utama dari obligasi: tingkat diskonto yang diterapkan dan pembayaran kupon selama satu tahun. Rumus dasarnya adalah sebagai berikut:

BEY = (Tingkat Diskonto) x (365 / Jumlah Hari hingga Jatuh Tempo)

Atau, jika obligasi memiliki kupon:

BEY = (Tingkat Diskonto + Pembayaran Kupon Tahunan) x (365 / Jumlah Hari hingga Jatuh Tempo)

Contoh yang diberikan dalam konten asli, yaitu obligasi dengan diskonto 5% dan pembayaran kupon 2% memiliki BEY sebesar 4,95% (perhitungan ini mungkin menggunakan metode yang sedikit berbeda tergantung konvensi, namun intinya adalah penyetaraan imbal hasil). Angka 4,95% ini kemudian dapat dibandingkan dengan tingkat bunga deposito atau potensi imbal hasil saham.

Keterbatasan BEY

Meskipun sangat berguna, penting untuk diingat bahwa BEY memiliki keterbatasan:

  • Tidak Mencerminkan Risiko: BEY hanya berfokus pada imbal hasil dan tidak secara langsung mengukur risiko yang terkait dengan investasi obligasi tersebut, seperti risiko kredit (kemungkinan gagal bayar) atau risiko suku bunga.
  • Faktor Lain: Faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hasil investasi riil, seperti biaya transaksi, pajak, atau likuiditas pasar, tidak secara eksplisit tercakup dalam perhitungan BEY.

Oleh karena itu, BEY sebaiknya digunakan sebagai salah satu alat analisis, bukan satu-satunya, dalam membuat keputusan investasi yang komprehensif.

Cara Menggunakan Bond Equivalent Yield (BEY)

Gunakan BEY untuk membandingkan potensi imbal hasil obligasi jangka pendek dengan instrumen investasi lain yang diukur secara tahunan.

  1. 1Identifikasi obligasi jangka pendek yang Anda minati dan cari informasi mengenai tingkat diskonto serta pembayaran kuponnya.
  2. 2Hitung atau cari tahu Bond Equivalent Yield (BEY) dari obligasi tersebut.
  3. 3Cari informasi mengenai imbal hasil tahunan dari instrumen investasi lain yang Anda pertimbangkan (misalnya, deposito, reksa dana pendapatan tetap, atau saham).
  4. 4Bandingkan BEY obligasi dengan imbal hasil tahunan instrumen lain untuk menentukan mana yang menawarkan potensi keuntungan paling menarik sesuai dengan profil risiko Anda.

Contoh Penggunaan Bond Equivalent Yield (BEY) dalam Trading

Seorang trader forex yang juga berinvestasi di pasar obligasi melihat sebuah obligasi pemerintah jangka pendek dengan diskonto 4% dan kupon tahunan 1%.
Trader tersebut menghitung BEY obligasi tersebut. Misalkan hasil perhitungannya adalah 5,15%.
Trader kemudian membandingkan angka 5,15% ini dengan imbal hasil deposito berjangka 1 tahun yang menawarkan 4,5% dan potensi imbal hasil saham yang diperkirakan 8% (namun dengan volatilitas lebih tinggi).
Berdasarkan perbandingan ini, trader dapat memutuskan apakah obligasi tersebut menarik dibandingkan deposito, atau apakah ia harus mengalokasikan lebih banyak modal ke saham jika toleransi risikonya tinggi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Yield to Maturity (YTM), Tingkat Diskonto, Obligasi, Kupon Obligasi, Deposito Berjangka, Pasar Modal

Pertanyaan Umum tentang Bond Equivalent Yield (BEY)

Apakah BEY hanya berlaku untuk obligasi pemerintah?

Tidak, BEY dapat dihitung untuk berbagai jenis obligasi, termasuk obligasi korporasi, selama memiliki karakteristik yang memungkinkan perhitungan imbal hasil tahunan yang setara.

Bagaimana BEY membantu dalam trading forex?

Meskipun BEY secara langsung berkaitan dengan pasar obligasi, seorang trader forex profesional mungkin menggunakannya untuk memahami sentimen pasar secara keseluruhan atau sebagai indikator alternatif untuk pergerakan suku bunga yang dapat memengaruhi mata uang.

Apakah BEY selalu lebih tinggi dari tingkat diskonto?

Tidak selalu. BEY adalah penyetaraan ke basis tahunan. Tingkat diskonto adalah harga beli relatif terhadap nilai nominal. BEY akan memperhitungkan pembayaran kupon dan penyetaraan temporal, sehingga bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat diskonto itu sendiri tergantung pada parameter obligasi.