4 menit baca 745 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Bonus Depreciation

  • Memungkinkan percepatan depresiasi aset produktif baru di tahun pertama pembelian.
  • Bertujuan untuk memberikan insentif bagi perusahaan melakukan investasi aset baru.
  • Dapat mengurangi beban pajak perusahaan secara signifikan dalam jangka pendek.
  • Memiliki implikasi pada penerimaan pajak negara dan defisit anggaran.
  • Seringkali memiliki ketentuan dan batasan terkait jenis aset dan kepemilikan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Bonus Depreciation?

Bonus Depreciation adalah Kebijakan fiskal yang memungkinkan pengurangan nilai aset secara signifikan di tahun pertama pembelian untuk mengurangi beban pajak perusahaan.

Penjelasan Lengkap tentang Bonus Depreciation

Apa itu Bonus Depreciation?

Bonus depreciation adalah sebuah kebijakan fiskal yang dirancang untuk mendorong investasi bisnis dengan memungkinkan perusahaan untuk mengurangkan sebagian besar atau seluruh biaya aset produktif baru dari pendapatan kena pajak mereka pada tahun pertama aset tersebut dibeli dan digunakan. Berbeda dengan depresiasi garis lurus tradisional yang menyebarkan biaya aset selama masa manfaatnya, bonus depreciation memungkinkan pemotongan pajak yang lebih besar di muka.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ketika sebuah perusahaan membeli aset produktif baru, seperti mesin, peralatan, kendaraan, atau properti komersial, mereka biasanya akan mendepresiasi biaya aset tersebut selama bertahun-tahun. Namun, dengan bonus depreciation, pemerintah mengizinkan perusahaan untuk mencatat sebagian besar atau bahkan 100% dari biaya aset tersebut sebagai pengeluaran pada tahun pembelian. Ini secara langsung mengurangi laba kena pajak perusahaan, yang pada gilirannya mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Manfaat Bonus Depreciation bagi Bisnis

  • Meningkatkan Arus Kas: Dengan mengurangi beban pajak secara signifikan di tahun pertama, perusahaan memiliki lebih banyak kas yang tersedia untuk diinvestasikan kembali, membayar utang, atau keperluan operasional lainnya.
  • Mendorong Investasi: Insentif pajak yang besar ini mendorong perusahaan untuk mempercepat pembelian aset baru, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produksi.
  • Pengurangan Beban Pajak: Manfaat paling langsung adalah penurunan kewajiban pajak, yang dapat sangat menguntungkan, terutama bagi perusahaan yang melakukan investasi besar.

Ketentuan dan Batasan

Penting untuk dicatat bahwa bonus depreciation seringkali disertai dengan berbagai ketentuan dan batasan. Ini bisa meliputi:

  • Jenis Aset yang Memenuhi Syarat: Tidak semua aset mungkin memenuhi syarat untuk bonus depreciation. Biasanya, kebijakan ini difokuskan pada aset produktif baru yang digunakan dalam bisnis.
  • Persyaratan Kepemilikan: Aset tersebut harus dibeli baru dan digunakan untuk tujuan bisnis.
  • Periode Waktu: Kebijakan ini mungkin memiliki tanggal kedaluwarsa atau pembatasan waktu tertentu.
  • Batasan Persentase: Terkadang, hanya persentase tertentu dari biaya aset yang dapat diklaim sebagai bonus depreciation, bukan 100%.

Dampak pada Penerimaan Pajak Negara

Meskipun memberikan keuntungan bagi bisnis, bonus depreciation dapat berdampak pada penerimaan pajak pemerintah dalam jangka pendek. Dengan mengurangi pendapatan kena pajak perusahaan, pemerintah berpotensi kehilangan pendapatan pajak. Oleh karena itu, pemerintah seringkali perlu menyeimbangkan insentif bisnis dengan kebutuhan anggaran negara, yang dapat menyebabkan pembatasan atau penyesuaian pada kebijakan ini dari waktu ke waktu.

Cara Menggunakan Bonus Depreciation

Perusahaan dapat memanfaatkan bonus depreciation dengan mengidentifikasi aset produktif baru yang memenuhi syarat dan menghitung potensi pengurangan pajak di tahun pertama pembelian.

  1. 1Identifikasi aset produktif baru yang dibeli dan digunakan untuk tujuan bisnis.
  2. 2Periksa ketentuan dan batasan kebijakan bonus depreciation yang berlaku di yurisdiksi Anda (misalnya, persentase yang diizinkan, jenis aset, tanggal pembelian).
  3. 3Hitung potensi pengurangan pajak dengan menerapkan persentase bonus depreciation pada biaya aset.
  4. 4Laporkan pengurangan ini pada pengembalian pajak perusahaan Anda untuk tahun fiskal pembelian.

Contoh Penggunaan Bonus Depreciation dalam Trading

Sebuah perusahaan manufaktur membeli mesin baru senilai $500.000. Jika kebijakan bonus depreciation di negara tersebut mengizinkan 100% bonus depreciation untuk aset semacam ini, perusahaan dapat mengurangi $500.000 dari pendapatan kena pajaknya di tahun pertama. Jika tarif pajak perusahaan adalah 21%, ini berarti penghematan pajak sebesar $105.000 (21% dari $500.000) di tahun pertama, yang secara signifikan meningkatkan arus kas perusahaan.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Depresiasi, Kebijakan Fiskal, Aset Produktif, Pajak Perusahaan, Arus Kas, Laba Kena Pajak

Pertanyaan Umum tentang Bonus Depreciation

Apakah bonus depreciation berlaku untuk aset bekas?

Umumnya, bonus depreciation dirancang untuk aset produktif yang dibeli baru. Kebijakan spesifik dapat bervariasi, jadi penting untuk memeriksa peraturan yang berlaku di wilayah Anda.

Bagaimana bonus depreciation mempengaruhi nilai buku aset?

Bonus depreciation memungkinkan penurunan nilai aset yang sangat besar di tahun pertama, yang secara drastis mengurangi nilai buku aset tersebut sejak awal. Depresiasi selanjutnya akan dihitung berdasarkan nilai sisa aset setelah bonus depreciation diterapkan.

Siapa yang paling diuntungkan dari bonus depreciation?

Perusahaan yang melakukan investasi besar dalam aset produktif baru, terutama startup atau perusahaan yang sedang berekspansi, akan paling merasakan manfaat dari bonus depreciation karena potensi pengurangan pajak yang signifikan di tahun pertama.