4 menit baca 854 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Bonus Issue
- Bonus issue menambah jumlah saham beredar tanpa penerbitan saham baru.
- Pemegang saham yang ada menerima saham gratis berdasarkan rasio tertentu.
- Nilai aset dan keuntungan perusahaan tidak berubah secara langsung setelah bonus issue.
- Dampaknya pada harga saham cenderung netral, namun bisa meningkatkan likuiditas.
- Penting untuk dianalisis dampaknya terhadap nilai per saham dan kinerja perusahaan.
📑 Daftar Isi
Apa itu Bonus Issue?
Bonus Issue adalah Bonus issue adalah pembagian saham gratis kepada pemegang saham yang sudah ada, menambah jumlah saham beredar tanpa modal baru.
Penjelasan Lengkap tentang Bonus Issue
Bonus Issue, atau sering juga disebut sebagai stock dividend dalam konteks internasional, adalah sebuah kebijakan korporasi yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar tanpa perlu melakukan penerbitan saham baru yang memerlukan modal tambahan dari investor. Mekanisme utamanya adalah dengan membagikan saham tambahan secara gratis kepada pemegang saham yang telah ada (existing shareholders) pada tanggal pencatatan tertentu.
Bagaimana Bonus Issue Bekerja?
Perusahaan yang melakukan bonus issue akan menetapkan sebuah rasio pembagian. Rasio ini menentukan berapa banyak saham baru yang akan diterima oleh setiap pemegang saham untuk setiap jumlah saham yang mereka miliki. Contoh paling umum adalah rasio 1:1, yang berarti setiap pemegang saham akan menerima satu saham baru untuk setiap satu saham yang sudah mereka pegang. Jika ada rasio 2:1, maka pemegang saham akan menerima dua saham baru untuk setiap satu saham yang dimiliki.
Misalnya, jika Anda memiliki 100 lembar saham dan perusahaan mengumumkan bonus issue dengan rasio 1:1, maka Anda akan menerima tambahan 100 lembar saham, sehingga total kepemilikan Anda menjadi 200 lembar. Jika rasio yang diberikan adalah 2:1, Anda akan menerima 200 lembar saham tambahan, menjadikan total kepemilikan Anda 300 lembar.
Dampak pada Nilai Perusahaan dan Harga Saham
Penting untuk dipahami bahwa bonus issue tidak secara langsung menambah nilai aset atau keuntungan perusahaan. Pembagian saham gratis ini hanya mendistribusikan kembali nilai yang sudah ada ke dalam jumlah lembar saham yang lebih banyak. Akibatnya, secara teoritis, harga per saham setelah bonus issue akan menyesuaikan turun proporsional dengan penambahan jumlah saham.
Jika sebuah perusahaan memiliki nilai pasar Rp 100 miliar dengan 100 juta lembar saham, maka harga per saham adalah Rp 1.000. Jika perusahaan melakukan bonus issue 1:1, jumlah saham menjadi 200 juta lembar. Nilai pasar tetap Rp 100 miliar, sehingga harga per saham baru akan menjadi Rp 500 (Rp 100 miliar / 200 juta lembar). Kepemilikan investor tetap memiliki nilai yang sama, hanya saja terbagi dalam jumlah lembar yang lebih banyak.
Tujuan dan Potensi Dampak
- Meningkatkan Likuiditas Saham: Dengan lebih banyak saham yang beredar, potensi perdagangan saham menjadi lebih aktif, yang dapat meningkatkan likuiditas dan memudahkan investor untuk membeli atau menjual saham.
- Menarik Perhatian Investor: Bonus issue terkadang digunakan sebagai sinyal positif atau untuk membuat harga saham per lembar terlihat lebih terjangkau, yang dapat menarik minat investor ritel.
- Menjaga Harga Saham Tetap Kompetitif: Perusahaan mungkin menggunakan bonus issue untuk mencegah harga sahamnya menjadi terlalu tinggi, yang bisa membuat saham kurang menarik bagi sebagian investor.
Namun, bonus issue juga memiliki potensi dampak negatif. Jika perusahaan tidak mampu menopang penambahan jumlah saham dengan pertumbuhan bisnis yang seimbang, nilai per saham dapat terus tergerus. Hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif di pasar dan berdampak buruk pada kinerja saham secara keseluruhan jika tidak diimbangi dengan fundamental perusahaan yang kuat.
Cara Menggunakan Bonus Issue
Sebagai trader atau investor, memahami bonus issue penting untuk menganalisis potensi perubahan likuiditas dan mengevaluasi kembali valuasi saham setelah kebijakan tersebut diterapkan.
- 1Pantau pengumuman perusahaan terkait rencana bonus issue, termasuk rasio dan tanggal pencatatan.
- 2Hitung potensi jumlah saham baru yang akan Anda terima dan perkirakan harga saham setelah penyesuaian.
- 3Analisis apakah bonus issue ini disertai dengan prospek pertumbuhan bisnis yang kuat dari perusahaan.
- 4Evaluasi kembali valuasi saham dengan mempertimbangkan jumlah lembar saham yang baru dan potensi pergerakan harga di masa depan.
Contoh Penggunaan Bonus Issue dalam Trading
Misalkan Anda memegang 1.000 lembar saham PT ABC dengan harga Rp 5.000 per lembar. Total nilai investasi Anda adalah Rp 5.000.000. PT ABC mengumumkan bonus issue dengan rasio 2:1. Ini berarti Anda akan menerima 2.000 lembar saham tambahan (1.000 lembar x 2). Total kepemilikan Anda menjadi 3.000 lembar saham. Jika nilai pasar total PT ABC tetap sama, harga per lembar saham setelah bonus issue akan menjadi sekitar Rp 1.666 (Rp 5.000.000 / 3.000 lembar). Nilai total investasi Anda tetap Rp 5.000.000, namun jumlah saham Anda bertambah.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Rasio Saham, Dividen Saham, Saham Treasury, Kapitalisasi Pasar, Likuiditas Saham, Right Issue
Pertanyaan Umum tentang Bonus Issue
Apakah bonus issue sama dengan dividen tunai?
Tidak. Dividen tunai dibayarkan dalam bentuk uang tunai kepada pemegang saham, sedangkan bonus issue dibayarkan dalam bentuk saham tambahan gratis.
Apakah bonus issue selalu menguntungkan investor?
Tidak selalu. Meskipun dapat meningkatkan likuiditas dan membuat saham terlihat lebih terjangkau, dampaknya pada nilai per saham perlu dianalisis. Jika tidak diimbangi pertumbuhan bisnis, nilai per saham bisa turun.
Bagaimana cara mengetahui rasio bonus issue?
Rasio bonus issue biasanya diumumkan secara resmi oleh perusahaan melalui keterbukaan informasi di bursa saham atau situs web perusahaan.