4 menit baca 824 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Book Building

  • Book building adalah mekanisme pengumpulan permintaan saham sebelum IPO.
  • Tujuannya adalah menentukan harga IPO yang optimal dan jumlah saham yang diterbitkan.
  • Bank investasi menganalisis permintaan investor untuk menetapkan harga final.
  • Proses ini membantu perusahaan memaksimalkan potensi pendapatan dari IPO.
  • Kondisi pasar memengaruhi keberhasilan dan hasil dari book building.

📑 Daftar Isi

Apa itu Book Building?

Book Building adalah Proses penentuan harga dan jumlah saham IPO oleh bank investasi dengan mengumpulkan permintaan dari calon investor sebelum penawaran perdana.

Penjelasan Lengkap tentang Book Building

Book Building adalah sebuah proses krusial dalam dunia pasar modal, khususnya saat sebuah perusahaan bersiap untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO). Dalam konteks ini, book building merujuk pada tahapan di mana bank investasi atau underwriter (penjamin emisi) secara aktif mengumpulkan indikasi permintaan pembelian saham dari calon investor. Proses ini dilakukan sebelum saham tersebut resmi diperdagangkan di bursa efek.

Tujuan Utama Book Building

Fungsi utama dari book building adalah untuk membantu perusahaan dan underwriter dalam:

  • Menentukan Harga IPO yang Tepat: Dengan mengumpulkan respons dari berbagai calon investor, underwriter dapat mengukur minat pasar terhadap saham perusahaan dan menentukan rentang harga yang paling realistis dan menarik.
  • Menentukan Jumlah Saham yang Diterbitkan: Berdasarkan volume permintaan yang terkumpul, perusahaan dan underwriter dapat memutuskan berapa banyak lot saham yang sebaiknya ditawarkan kepada publik untuk memenuhi permintaan sekaligus menghindari kelebihan pasokan.

Mekanisme Pelaksanaan Book Building

Proses ini umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Roadshow dan Pemasaran: Bank investasi akan melakukan presentasi kepada calon investor potensial, baik institusi besar (seperti reksa dana, dana pensiun) maupun investor individu yang memenuhi kualifikasi.
  • Pengumpulan Indikasi Permintaan: Calon investor kemudian diminta untuk menyampaikan berapa banyak saham yang ingin mereka beli dan pada harga maksimum yang bersedia mereka bayar (dalam rentang harga yang telah ditetapkan oleh underwriter).
  • Analisis Data: Bank investasi akan mengumpulkan dan menganalisis semua data permintaan ini. Mereka akan melihat distribusi permintaan pada berbagai tingkat harga untuk mengidentifikasi harga yang paling mungkin terserap oleh pasar secara optimal.
  • Penetapan Harga Final: Berdasarkan analisis tersebut, underwriter dan perusahaan akan menetapkan harga penawaran IPO yang final.
  • Alokasi Saham: Investor yang telah melakukan pemesanan akan dialokasikan saham sesuai dengan permintaan mereka dan harga yang telah ditetapkan, seringkali dengan mempertimbangkan strategi alokasi tertentu (misalnya, prioritas untuk investor institusi besar atau investor ritel).

Pentingnya Book Building dalam Kondisi Pasar

Book building adalah alat yang sangat penting untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan dari sebuah IPO. Dalam kondisi pasar yang sedang bullish (menguat), proses ini dapat memungkinkan perusahaan untuk menetapkan harga IPO yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari penawaran tersebut. Sebaliknya, jika kondisi pasar sedang bearish (melemah) atau tidak pasti, book building dapat memberikan sinyal dini kepada perusahaan. Hal ini bisa berujung pada penyesuaian harga IPO ke level yang lebih rendah agar tetap menarik bagi investor, atau bahkan dalam kasus ekstrem, perusahaan mungkin memutuskan untuk menunda atau membatalkan IPO mereka untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat rendahnya minat pasar.

Cara Menggunakan Book Building

Bagi perusahaan yang akan IPO, book building adalah tahapan strategis untuk menentukan harga dan volume penawaran yang optimal. Bagi investor, ini adalah kesempatan untuk memberikan sinyal minat dan potensi pembelian.

  1. 1Perusahaan bersama underwriter menentukan rentang harga indikatif dan jadwal book building.
  2. 2Underwriter melakukan roadshow untuk mempresentasikan prospektus kepada calon investor institusi dan ritel.
  3. 3Calon investor mengajukan 'surat pesanan' yang berisi jumlah saham yang diinginkan dan harga maksimum yang bersedia dibayar.
  4. 4Underwriter menganalisis seluruh pesanan untuk menentukan harga final IPO dan mengalokasikan saham kepada investor yang beruntung.

Contoh Penggunaan Book Building dalam Trading

Sebuah perusahaan teknologi 'Inovasi Digital Tbk' berencana IPO. Bank Investasi 'Maju Jaya Sekuritas' ditunjuk sebagai underwriter. Selama periode book building selama 5 hari, Inovasi Digital Tbk menetapkan rentang harga indikatif Rp 1.000 - Rp 1.200 per saham. Setelah menganalisis pesanan, ditemukan bahwa permintaan tertinggi terkonsentrasi di harga Rp 1.150 per saham, dengan total permintaan melebihi jumlah saham yang ditawarkan. Oleh karena itu, Maju Jaya Sekuritas menetapkan harga IPO final di Rp 1.150 per saham, dan investor yang memesan di harga ini atau lebih tinggi akan mendapatkan alokasi saham.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: IPO (Initial Public Offering), Underwriter, Penjamin Emisi, Roadshow, Prospektus, Harga Penawaran, Alokasi Saham, Pasar Modal, Investor Institusi, Investor Ritel

Pertanyaan Umum tentang Book Building

Siapa yang melakukan proses book building?

Proses book building umumnya dilakukan oleh bank investasi atau underwriter yang ditunjuk oleh perusahaan yang akan melakukan IPO.

Apakah semua investor bisa berpartisipasi dalam book building?

Biasanya, partisipasi dalam book building lebih difokuskan pada investor institusi besar dan investor ritel yang memenuhi kualifikasi tertentu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Bagaimana jika permintaan saat book building lebih rendah dari penawaran?

Jika permintaan lebih rendah dari penawaran, perusahaan dan underwriter mungkin akan menyesuaikan harga IPO ke level yang lebih rendah, mengurangi jumlah saham yang ditawarkan, atau bahkan menunda/membatalkan IPO.