4 menit baca 829 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Book-to-Market Ratio

  • Book-to-Market Ratio (B2M) mengukur perbandingan antara nilai buku aset bersih perusahaan dan nilai pasarnya.
  • Rasio B2M di atas 1 mengindikasikan nilai buku lebih tinggi dari nilai pasar, berpotensi saham undervalued.
  • Rasio B2M di bawah 1 menunjukkan nilai pasar lebih tinggi dari nilai buku, berpotensi saham overvalued.
  • Metrik ini membantu trader dan investor mengevaluasi valuasi saham, namun bukan satu-satunya faktor penentu.
  • B2M merupakan alat analisis fundamental untuk mengidentifikasi potensi peluang investasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Book-to-Market Ratio?

Book-to-Market Ratio adalah Rasio Buku ke Pasar (B2M) membandingkan nilai buku perusahaan dengan kapitalisasi pasarnya, mengindikasikan apakah saham dinilai terlalu rendah atau tinggi.

Penjelasan Lengkap tentang Book-to-Market Ratio

Apa itu Book-to-Market Ratio (B2M)?

Book-to-Market Ratio (B2M), atau Rasio Buku ke Pasar, adalah salah satu indikator fundamental yang krusial dalam dunia investasi dan trading saham. Metrik ini digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu saham diperdagangkan pada harga yang wajar, terlalu rendah (undervalued), atau terlalu tinggi (overvalued) relatif terhadap nilai intrinsiknya.

Perhitungan dan Interpretasi B2M

Perhitungan B2M sangat sederhana, yaitu dengan membandingkan Nilai Buku (Book Value) perusahaan dengan Nilai Pasar (Market Value) sahamnya. Rumusnya adalah:

Book-to-Market Ratio = Nilai Buku Perusahaan / Nilai Pasar Saham Perusahaan

  • Nilai Buku (Book Value): Ini mencerminkan aset bersih perusahaan setelah semua kewajiban (liabilitas) dikurangi dari total asetnya. Nilai buku per saham biasanya dihitung dengan membagi ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham beredar.
  • Nilai Pasar (Market Value): Ini adalah total nilai pasar perusahaan di bursa saham, yang dihitung dengan mengalikan harga saham saat ini dengan jumlah saham beredar (kapitalisasi pasar). Nilai pasar mencerminkan persepsi investor mengenai potensi keuntungan dan pertumbuhan masa depan perusahaan.

Makna Angka Rasio B2M

Interpretasi hasil perhitungan B2M sangat penting:

  • B2M > 1: Jika rasio ini lebih dari satu, artinya nilai buku perusahaan lebih tinggi daripada nilai pasarnya. Dalam teori, ini bisa menandakan bahwa saham tersebut undervalued atau dihargai terlalu rendah oleh pasar. Investor mungkin melihat potensi keuntungan jika pasar menyadari nilai intrinsik perusahaan.
  • B2M < 1: Sebaliknya, jika rasio ini kurang dari satu, nilai pasar saham lebih tinggi daripada nilai bukunya. Ini bisa mengindikasikan bahwa saham tersebut overvalued atau dihargai terlalu tinggi. Investor perlu berhati-hati karena harga pasar mungkin tidak mencerminkan fundamental perusahaan secara akurat.
  • B2M = 1: Rasio yang mendekati satu menunjukkan bahwa nilai pasar saham perusahaan kurang lebih sama dengan nilai bukunya.

Peran B2M dalam Keputusan Trading dan Investasi

Book-to-Market Ratio adalah alat yang berharga bagi trader dan investor yang menganut strategi value investing. Dengan mengidentifikasi saham-saham yang berpotensi undervalued (B2M > 1), mereka dapat mencari peluang untuk membeli aset dengan harga diskon, dengan harapan harganya akan naik seiring waktu ketika pasar mulai menghargai nilai intrinsik perusahaan.

Namun, penting untuk diingat bahwa B2M hanyalah salah satu dari banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Sektor industri, prospek pertumbuhan, manajemen perusahaan, dan kondisi ekonomi makro juga memainkan peran penting dalam menentukan nilai dan kinerja saham.

Cara Menggunakan Book-to-Market Ratio

Trader dan investor menggunakan B2M untuk mengidentifikasi saham yang berpotensi undervalued atau overvalued, sebagai bagian dari analisis fundamental.

  1. 1Langkah 1: Cari data nilai buku per saham dan harga saham terkini dari perusahaan yang diminati.
  2. 2Langkah 2: Hitung Rasio Book-to-Market (B2M) dengan membagi nilai buku per saham dengan harga pasar per saham.
  3. 3Langkah 3: Interpretasikan hasil rasio. Rasio > 1 mengindikasikan potensi undervalued, sementara rasio < 1 mengindikasikan potensi overvalued.
  4. 4Langkah 4: Gunakan hasil B2M sebagai salah satu faktor dalam analisis yang lebih luas, jangan jadikan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.

Contoh Penggunaan Book-to-Market Ratio dalam Trading

Misalkan Anda menganalisis Perusahaan ABC. Data yang Anda temukan adalah:

  • Nilai Buku per Saham: Rp 1.000
  • Harga Pasar per Saham: Rp 800

Perhitungan B2M:

B2M = Rp 1.000 / Rp 800 = 1.25

Karena rasio B2M (1.25) lebih besar dari 1, ini mengindikasikan bahwa nilai buku Perusahaan ABC lebih tinggi daripada harga pasarnya. Trader value investor mungkin melihat ini sebagai sinyal positif, bahwa saham Perusahaan ABC berpotensi undervalued dan dapat menjadi peluang beli, dengan harapan harga saham akan naik mendekati nilai bukunya di masa depan.

Sebaliknya, jika harga pasar saham Perusahaan ABC adalah Rp 1.500, maka B2M = Rp 1.000 / Rp 1.500 = 0.67. Rasio di bawah 1 ini bisa menandakan saham tersebut overvalued.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Nilai Buku, Nilai Pasar, Kapitalisasi Pasar, Undervalued, Overvalued, Analisis Fundamental, Value Investing

Pertanyaan Umum tentang Book-to-Market Ratio

Apakah B2M hanya berlaku untuk saham?

Ya, Book-to-Market Ratio secara spesifik digunakan untuk menganalisis valuasi saham perusahaan publik.

Mengapa B2M penting bagi investor?

B2M membantu investor mengidentifikasi apakah suatu saham diperdagangkan di bawah atau di atas nilai intrinsiknya, memberikan petunjuk tentang potensi keuntungan atau risiko.

Apakah rasio B2M yang tinggi selalu baik?

Rasio B2M yang tinggi (di atas 1) seringkali dianggap positif karena mengindikasikan saham undervalued, namun ini perlu dikonfirmasi dengan analisis fundamental lain karena bisa juga menandakan masalah pada perusahaan yang membuat pasar tidak menghargainya.