4 menit baca 762 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Book Value of Equity Per Share (BVPS)

  • BVPS mengukur nilai buku aset bersih perusahaan dibagi jumlah saham beredar.
  • BVPS yang tinggi umumnya menandakan nilai lebih besar bagi pemegang saham.
  • BVPS rendah dapat mengindikasikan risiko lebih tinggi atau kurang menariknya investasi.
  • Analisis BVPS harus dikombinasikan dengan faktor fundamental perusahaan lainnya.
  • BVPS adalah alat penting namun bukan satu-satunya penentu keputusan investasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Book Value of Equity Per Share (BVPS)?

Book Value of Equity Per Share (BVPS) adalah Book Value of Equity Per Share (BVPS) adalah nilai aset bersih perusahaan per lembar saham, mencerminkan nilai intrinsik yang tersedia bagi pemegang saham.

Penjelasan Lengkap tentang Book Value of Equity Per Share (BVPS)

Book Value of Equity Per Share (BVPS), atau Nilai Buku Ekuitas per Saham, adalah salah satu metrik keuangan fundamental yang krusial bagi investor dalam mengevaluasi kesehatan finansial dan potensi investasi suatu perusahaan. Metrik ini secara esensial merepresentasikan nilai tercatat dari aset bersih perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham yang beredar di pasar modal.

Perhitungan BVPS didasarkan pada nilai buku aset perusahaan. Aset ini mencakup berbagai item berwujud (tangible assets) seperti properti (tanah, bangunan), mesin, kendaraan, serta aset tak berwujud (intangible assets) yang tercatat dalam neraca. Nilai buku ini kemudian dikurangi total liabilitas atau hutang perusahaan, yang meliputi pinjaman, utang dagang, dan kewajiban lainnya. Hasil dari pengurangan ini adalah nilai ekuitas bersih perusahaan. Selanjutnya, nilai ekuitas bersih ini dibagi dengan jumlah total saham biasa yang sedang beredar di pasar.

Rumus Perhitungan BVPS:

  • BVPS = (Total Aset - Total Liabilitas) / Jumlah Saham Beredar
  • Atau sederhananya: BVPS = Total Ekuitas Pemegang Saham / Jumlah Saham Beredar

Secara umum, sebuah BVPS yang tinggi seringkali diinterpretasikan sebagai indikasi positif. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki nilai aset bersih yang substansial per sahamnya, yang berpotensi memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada para pemegang sahamnya. Perusahaan dengan BVPS tinggi cenderung dianggap lebih stabil dan memiliki kapasitas lebih baik untuk menahan gejolak pasar atau memberikan imbal hasil yang lebih baik melalui dividen atau apresiasi harga saham.

Sebaliknya, BVPS yang rendah bisa menjadi sinyal peringatan. Ini menandakan bahwa nilai aset bersih perusahaan per saham relatif kecil. Dalam beberapa kasus, BVPS yang lebih rendah dari nilai nominal saham atau bahkan negatif bisa mengindikasikan adanya masalah keuangan, aset yang tidak produktif, atau beban utang yang sangat tinggi. Hal ini dapat meningkatkan persepsi risiko bagi investor dan membuat saham tersebut kurang menarik untuk investasi jangka panjang.

Cara Menggunakan Book Value of Equity Per Share (BVPS)

Investor menggunakan BVPS untuk mendapatkan gambaran nilai intrinsik perusahaan dan membandingkannya dengan harga pasar saham.

  1. 1Hitung atau cari data BVPS perusahaan.
  2. 2Bandingkan BVPS dengan harga pasar saham saat ini (Price to Book Ratio/PB Ratio). Rasio PB < 1 bisa menarik, sementara rasio PB > 1 memerlukan analisis lebih lanjut.
  3. 3Bandingkan BVPS perusahaan dengan perusahaan sejenis di industri yang sama untuk melihat posisi relatifnya.
  4. 4Gunakan BVPS sebagai salah satu dari banyak indikator dalam analisis fundamental, jangan menjadikannya satu-satunya dasar keputusan.

Contoh Penggunaan Book Value of Equity Per Share (BVPS) dalam Trading

Misalnya, Perusahaan A memiliki total aset senilai Rp 100 miliar dan total liabilitas Rp 40 miliar, dengan 10 juta lembar saham beredar. Maka, BVPS perusahaan A adalah: (Rp 100 M - Rp 40 M) / 10 juta lembar = Rp 6.000 per lembar. Jika saham Perusahaan A saat ini diperdagangkan di harga Rp 7.000 per lembar, ini berarti investor bersedia membayar premi Rp 1.000 di atas nilai buku per saham. Sebaliknya, jika sahamnya diperdagangkan di Rp 4.000, ini bisa menjadi indikasi bahwa saham tersebut diperdagangkan di bawah nilai bukunya (undervalued) dan berpotensi menarik bagi investor yang mencari nilai (value investor).

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Nilai Buku, Ekuitas, Aset Bersih, Saham Beredar, Neraca, Liabilitas, Investor Nilai, Price to Book Ratio (PB Ratio)

Pertanyaan Umum tentang Book Value of Equity Per Share (BVPS)

Apa perbedaan antara Book Value of Equity Per Share (BVPS) dan Earnings Per Share (EPS)?

BVPS mengukur nilai aset bersih perusahaan per saham, sementara EPS mengukur profitabilitas perusahaan per saham dalam periode tertentu.

Apakah BVPS yang tinggi selalu berarti investasi yang baik?

Tidak selalu. BVPS yang tinggi adalah indikator positif, namun tetap perlu dianalisis bersama faktor lain seperti pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan prospek industri.

Bagaimana jika BVPS perusahaan negatif?

BVPS negatif menandakan bahwa total liabilitas perusahaan melebihi total asetnya, yang merupakan sinyal keuangan yang sangat buruk dan mengindikasikan potensi kebangkrutan atau kesulitan finansial yang serius.