4 menit baca 855 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Book Value Per Common Share

  • Book Value Per Common Share (BVPS) mengukur nilai aset bersih perusahaan per saham biasa.
  • BVPS yang lebih tinggi dari harga pasar dapat mengindikasikan saham undervalued.
  • BVPS yang lebih rendah dari harga pasar dapat mengindikasikan saham overvalued.
  • Merupakan alat penting untuk menilai nilai intrinsik, namun perlu dikombinasikan dengan analisis lain.
  • Memberikan pandangan tentang ekuitas pemegang saham biasa setelah dikurangi liabilitas.

📑 Daftar Isi

Apa itu Book Value Per Common Share?

Book Value Per Common Share adalah Nilai buku per saham biasa yang mencerminkan nilai intrinsik perusahaan bagi pemegang saham, dihitung dari ekuitas dibagi jumlah saham beredar.

Penjelasan Lengkap tentang Book Value Per Common Share

Book Value Per Common Share (BVPS), atau Nilai Buku Per Saham Biasa, adalah rasio keuangan krusial yang digunakan investor untuk mengevaluasi potensi investasi dalam suatu perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membagi total nilai ekuitas perusahaan yang dialokasikan untuk pemegang saham biasa dengan jumlah total saham biasa yang beredar di pasar.

Memahami Book Value Per Common Share

Secara sederhana, BVPS merepresentasikan nilai buku per lembar saham yang secara teoritis dimiliki oleh para pemegang saham biasa dalam perusahaan. Angka ini mencerminkan aset bersih perusahaan yang tersedia untuk pemegang saham setelah semua liabilitas dan klaim pemegang saham preferen dikurangi.

Pentingnya Book Value Per Common Share dalam Investasi

Rasio ini sangat penting karena memberikan indikasi mengenai nilai intrinsik saham, yaitu nilai riil yang sesungguhnya dimiliki oleh perusahaan berdasarkan aset dan liabilitasnya. Investor seringkali menggunakan BVPS sebagai tolok ukur untuk membandingkan nilai buku perusahaan dengan harga pasar sahamnya.

  • Saham Undervalued: Jika BVPS lebih tinggi daripada harga pasar saham, ini menandakan bahwa saham tersebut diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa saham tersebut undervalued (nilainya lebih rendah dari harga pasar) dan berpotensi memberikan keuntungan di masa depan seiring dengan penyesuaian harga pasar menuju nilai intrinsiknya.
  • Saham Overvalued: Sebaliknya, jika BVPS lebih rendah daripada harga pasar saham, ini menunjukkan bahwa saham tersebut diperdagangkan di atas nilai bukunya. Hal ini dapat diartikan bahwa saham tersebut overvalued (nilainya lebih tinggi dari harga pasar) dan memiliki risiko keuntungan yang lebih rendah di masa depan, atau bahkan potensi penurunan harga.

Penggunaan Book Value Per Common Share sebagai Tolok Ukur

Dalam strategi investasi, BVPS dapat menjadi salah satu tolok ukur penting dalam memilih saham yang berpotensi memberikan keuntungan. Namun, sangat disarankan untuk tidak hanya mengandalkan rasio keuangan ini semata. Analisis yang komprehensif harus tetap mempertimbangkan faktor-faktor lain yang relevan, seperti:

  • Kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan (pendapatan, laba bersih, arus kas).
  • Kebijakan manajemen dan tata kelola perusahaan.
  • Kondisi industri tempat perusahaan beroperasi dan prospek pertumbuhannya.
  • Faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi pasar.

Dengan menggabungkan analisis BVPS dengan berbagai faktor lain, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan strategis.

Cara Menggunakan Book Value Per Common Share

Investor menggunakan Book Value Per Common Share untuk membandingkan nilai buku perusahaan dengan harga pasar sahamnya guna mengidentifikasi potensi saham undervalued atau overvalued.

  1. 1Langkah 1: Cari data laporan keuangan perusahaan, khususnya neraca (balance sheet) untuk mengetahui total ekuitas.
  2. 2Langkah 2: Identifikasi jumlah saham biasa yang beredar dari laporan keuangan atau sumber data pasar modal.
  3. 3Langkah 3: Hitung Book Value Per Common Share dengan membagi total ekuitas pemegang saham biasa dengan jumlah saham biasa yang beredar.
  4. 4Langkah 4: Bandingkan hasil BVPS dengan harga pasar saham saat ini. Jika BVPS > Harga Pasar, saham berpotensi undervalued. Jika BVPS < Harga Pasar, saham berpotensi overvalued.
  5. 5Langkah 5: Lakukan analisis tambahan terhadap faktor fundamental dan teknikal lain sebelum membuat keputusan investasi.

Contoh Penggunaan Book Value Per Common Share dalam Trading

Misalkan sebuah perusahaan 'ABC' memiliki total ekuitas pemegang saham biasa sebesar Rp 100 miliar dan jumlah saham biasa yang beredar sebanyak 100 juta lembar. Maka, Book Value Per Common Share (BVPS) perusahaan ABC adalah Rp 100.000.000.000 / 100.000.000 = Rp 1.000 per saham. Jika saat ini harga saham ABC di pasar adalah Rp 800, maka saham ini berpotensi undervalued karena BVPS-nya (Rp 1.000) lebih tinggi dari harga pasar (Rp 800). Sebaliknya, jika harga pasar saham ABC adalah Rp 1.500, maka saham ini berpotensi overvalued.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Ekuitas, Saham Biasa, Nilai Intrinsik, Undervalued, Overvalued, Rasio Keuangan, Laporan Keuangan

Pertanyaan Umum tentang Book Value Per Common Share

Apa perbedaan utama antara Book Value Per Common Share dan harga pasar saham?

Book Value Per Common Share mencerminkan nilai aset bersih perusahaan per saham berdasarkan pembukuan, sedangkan harga pasar saham adalah nilai yang disepakati oleh pembeli dan penjual di bursa efek, yang dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk sentimen pasar dan prospek masa depan.

Apakah Book Value Per Common Share selalu menjadi indikator investasi yang akurat?

Tidak selalu. BVPS adalah salah satu alat analisis, namun tidak menjamin kesuksesan investasi. Perusahaan dengan BVPS tinggi belum tentu menguntungkan jika manajemennya buruk atau industrinya menurun. Analisis komprehensif tetap diperlukan.

Bagaimana jika perusahaan tidak memiliki saham preferen?

Jika perusahaan tidak memiliki saham preferen, maka seluruh ekuitas perusahaan dianggap sebagai ekuitas pemegang saham biasa, sehingga perhitungan BVPS tetap menggunakan total ekuitas perusahaan.