3 menit baca 625 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Both-to-Blame Collision Clause

  • Menetapkan pembagian tanggung jawab kerugian jika terjadi tabrakan antara dua kapal.
  • Menganggap kedua kapal sebagai pihak yang bersalah secara proporsional.
  • Bertujuan mencegah sengketa dan mempercepat proses klaim asuransi.
  • Memberikan kepastian dan rasa aman bagi pemilik kapal dan pengapal.
  • Membantu mengurangi kerugian finansial yang lebih besar akibat tabrakan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Both-to-Blame Collision Clause?

Both-to-Blame Collision Clause adalah Klausul dalam perjanjian pelayaran laut yang membagi tanggung jawab kerugian akibat tabrakan dua kapal, menganggap kedua pihak bersalah secara proporsional.

Penjelasan Lengkap tentang Both-to-Blame Collision Clause

Both-to-Blame Collision Clause adalah sebuah ketentuan krusial yang tertuang dalam perjanjian layanan pelayaran laut, khususnya antara pemilik kapal (shipowner) dan pihak pengapal (charterer). Klausul ini secara spesifik mengatur bagaimana tanggung jawab dan kerugian akan dibagi apabila terjadi insiden tabrakan antara dua kapal yang terlibat dalam perjanjian tersebut.

Prinsip Dasar Klausul Both-to-Blame

Inti dari klausul ini adalah prinsip bahwa dalam kasus tabrakan, kedua kapal yang terlibat dianggap memiliki andil kesalahan. Alih-alih menentukan satu pihak sebagai pihak yang sepenuhnya bersalah, klausul ini menetapkan pembagian tanggung jawab kerugian secara proporsional berdasarkan tingkat kesalahan masing-masing kapal. Mekanisme ini dirancang untuk menyederhanakan proses penyelesaian sengketa dan klaim.

Tujuan dan Manfaat

  • Mencegah Sengketa yang Berkepanjangan: Dengan adanya kesepakatan awal mengenai pembagian tanggung jawab, potensi perselisihan dan tuntutan hukum yang kompleks dapat diminimalkan.
  • Mempercepat Proses Klaim Asuransi: Pembagian tanggung jawab yang jelas memudahkan perusahaan asuransi dalam memproses klaim dan pembayaran kerugian, sehingga pihak yang terdampak dapat segera menerima kompensasi.
  • Mengurangi Kerugian Finansial: Dengan penyelesaian yang lebih cepat dan efisien, kerugian finansial yang timbul akibat tabrakan, seperti biaya perbaikan, kehilangan muatan, dan downtime kapal, dapat ditekan seminimal mungkin.
  • Memberikan Kepastian Hukum: Klausul ini memberikan rasa aman dan kepastian bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran, baik pemilik kapal maupun pengapal, karena mereka telah mengetahui bagaimana risiko akan dikelola.

Keberadaan Both-to-Blame Collision Clause sangat penting dalam industri maritim untuk memastikan kelancaran operasional dan perlindungan finansial bagi para pelaku bisnis di sektor ini.

Cara Menggunakan Both-to-Blame Collision Clause

Klausul ini secara otomatis berlaku ketika tertuang dalam perjanjian pelayaran laut dan terjadi tabrakan antara dua kapal yang terkait.

  1. 1Langkah 1: Pastikan perjanjian sewa kapal atau kontrak layanan pelayaran mencakup 'Both-to-Blame Collision Clause'.
  2. 2Langkah 2: Jika terjadi tabrakan antara kapal yang terlibat dalam perjanjian, klausul ini akan diaktifkan.
  3. 3Langkah 3: Pihak-pihak yang terlibat akan bersama-sama menentukan proporsi kesalahan masing-masing kapal berdasarkan bukti dan investigasi.
  4. 4Langkah 4: Kerugian yang timbul akan dibagi sesuai dengan proporsi kesalahan yang telah disepakati, dan klaim asuransi akan diproses berdasarkan kesepakatan tersebut.

Contoh Penggunaan Both-to-Blame Collision Clause dalam Trading

Dalam sebuah pelayaran, Kapal A (milik Pemilik Kapal) bertabrakan dengan Kapal B (disewa oleh Pengapal). Berdasarkan Both-to-Blame Collision Clause dalam kontrak mereka, investigasi menunjukkan Kapal A bersalah 60% dan Kapal B bersalah 40%. Jika total kerugian adalah $1.000.000, maka Pemilik Kapal akan menanggung $600.000 dan Pengapal akan menanggung $400.000 dari kerugian tersebut, sebelum mempertimbangkan klaim asuransi masing-masing.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Perjanjian Pelayaran, Klausul Asuransi, Charterparty, Pemilik Kapal, Pengapal, Klaim Kerugian

Pertanyaan Umum tentang Both-to-Blame Collision Clause

Apakah Both-to-Blame Collision Clause berlaku untuk semua jenis tabrakan kapal?

Klausul ini secara spesifik berlaku untuk tabrakan antara dua kapal yang terikat oleh perjanjian layanan pelayaran yang memuat klausul tersebut.

Siapa yang menentukan proporsi kesalahan dalam tabrakan?

Proporsi kesalahan biasanya ditentukan melalui investigasi bersama oleh pihak-pihak yang terlibat, ahli maritim, atau badan investigasi yang berwenang, berdasarkan bukti-bukti tabrakan.

Bagaimana klausul ini mempengaruhi klaim asuransi?

Klausul ini membantu menyederhanakan proses klaim asuransi dengan memberikan dasar yang jelas untuk pembagian tanggung jawab kerugian antara pihak yang terlibat, sehingga asuransi dapat memproses klaim sesuai porsi tanggung jawab masing-masing pihak.