4 menit baca 854 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate
- Breakeven point adalah level harga di mana posisi trading tidak untung atau rugi.
- Menghitung breakeven point penting untuk mengelola risiko dan potensi keuntungan.
- Biaya tetap dan biaya variabel merupakan komponen kunci dalam perhitungan breakeven point.
- Memahami breakeven point membantu trader membuat keputusan yang lebih terinformasi.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate?
Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate adalah Titik impas (breakeven point) dalam trading adalah level harga di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga tidak ada keuntungan maupun kerugian.
Penjelasan Lengkap tentang Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate
Apa itu Breakeven Point dalam Trading?
Dalam dunia trading dan investasi, Breakeven Point (Titik Impas) merujuk pada level harga di mana sebuah posisi trading tidak menghasilkan keuntungan maupun kerugian. Sederhananya, ini adalah titik di mana total pendapatan yang Anda peroleh dari suatu transaksi sama persis dengan total biaya yang telah Anda keluarkan untuk membuka dan mempertahankan posisi tersebut. Memahami breakeven point sangat krusial bagi setiap trader untuk dapat mengelola risiko dan memperkirakan potensi imbal hasil dari setiap keputusan trading.
Komponen Perhitungan Breakeven Point
Untuk menghitung breakeven point, Anda perlu mengidentifikasi dua jenis biaya utama:
- Biaya Tetap (Fixed Costs): Ini adalah biaya yang tidak mengalami perubahan, terlepas dari seberapa besar volume perdagangan atau aktivitas investasi yang Anda lakukan. Contoh dalam trading bisa meliputi biaya langganan platform trading, biaya riset tertentu, atau biaya tetap lainnya yang dibayarkan secara periodik.
- Biaya Variabel (Variable Costs): Biaya ini akan berubah seiring dengan volume perdagangan atau aktivitas investasi Anda. Dalam konteks trading, biaya variabel yang paling umum adalah spread (selisih antara harga bid dan ask), komisi broker, dan potensi biaya swap jika posisi ditahan semalam. Semakin besar volume transaksi, semakin besar pula biaya variabel yang dikeluarkan.
Contoh Perhitungan Breakeven Point
Misalkan Anda membeli 100 lembar saham PT ABC pada harga Rp 1.000 per lembar. Total biaya pembelian Anda adalah Rp 100.000. Ditambah lagi, Anda dikenakan biaya komisi broker sebesar 0,2% dari nilai transaksi, yaitu Rp 200. Maka, total modal yang Anda keluarkan adalah Rp 100.200.
Jika harga saham PT ABC turun menjadi Rp 900 per lembar, maka nilai pasar saham Anda saat ini adalah Rp 90.000. Dalam skenario ini, Anda mengalami kerugian sebesar Rp 10.200. Untuk mencapai breakeven point, harga saham PT ABC harus naik hingga menutupi total biaya Rp 100.200 tersebut. Jadi, breakeven point per lembar saham adalah Rp 100.200 dibagi 100 lembar, yaitu Rp 1.002.
Ini berarti, jika harga saham berada di atas Rp 1.002, Anda akan mulai mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika harga berada di bawah Rp 1.002, Anda akan mengalami kerugian.
Pentingnya Breakeven Point dalam Trading
Memahami breakeven point memberikan beberapa keuntungan signifikan bagi trader:
- Penilaian Risiko: Anda dapat menentukan seberapa jauh harga perlu bergerak melawan posisi Anda sebelum Anda mulai merugi.
- Penentuan Target Keuntungan: Mengetahui breakeven point membantu Anda menetapkan target keuntungan yang realistis.
- Pengambilan Keputusan: Memberikan dasar objektif untuk memutuskan kapan harus menutup posisi, baik untuk membatasi kerugian maupun mengamankan keuntungan.
Cara Menggunakan Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate
Breakeven point digunakan untuk menentukan level harga di mana sebuah posisi trading tidak akan menghasilkan keuntungan atau kerugian, sehingga membantu dalam manajemen risiko dan pengambilan keputusan.
- 1Identifikasi total biaya yang dikeluarkan untuk membuka posisi (termasuk komisi, spread, dll.).
- 2Tentukan volume posisi yang dibuka.
- 3Hitung breakeven point per unit (misalnya, per saham atau per lot) dengan membagi total biaya dengan volume posisi.
- 4Gunakan level breakeven point ini sebagai referensi untuk menetapkan stop loss atau take profit.
Contoh Penggunaan Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate dalam Trading
Seorang trader membuka posisi BUY EUR/USD sebanyak 1 lot standar dengan harga 1.1000. Biaya komisi broker adalah $10, dan spread yang dikenakan saat pembukaan adalah 2 pips (setara dengan $20 untuk 1 lot standar). Total biaya yang dikeluarkan adalah $30. Karena 1 pip untuk 1 lot standar bernilai $10, maka breakeven point untuk posisi ini adalah pada harga 1.1000 + (30 / 10) pips = 1.1003. Artinya, jika harga naik ke 1.1003, trader tersebut baru akan berada di titik impas.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Titik Impas, Manajemen Risiko, Stop Loss, Take Profit, Spread, Komisi Broker, Biaya Variabel, Biaya Tetap
Pertanyaan Umum tentang Breakeven Point: Definition, Examples, and How to Calculate
Apakah breakeven point sama untuk semua jenis trading?
Konsep breakeven point sama, namun perhitungan spesifiknya dapat bervariasi tergantung pada instrumen trading (saham, forex, komoditas) dan struktur biaya yang berlaku pada broker atau platform tersebut.
Bagaimana cara menghitung breakeven point jika ada biaya swap?
Biaya swap yang terakumulasi perlu ditambahkan ke dalam total biaya variabel saat menghitung breakeven point, terutama jika posisi ditahan dalam jangka waktu yang lama.
Mengapa breakeven point penting dalam trading forex?
Dalam trading forex, breakeven point membantu trader mengetahui level harga di mana mereka tidak akan kehilangan uang, memungkinkan mereka untuk mengelola risiko spread dan komisi yang fluktuatif serta menentukan kapan posisi dapat mulai menghasilkan keuntungan.