4 menit baca 807 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Brick and Mortar
- Merujuk pada bisnis dengan lokasi fisik yang dapat dikunjungi pelanggan.
- Berkebalikan dengan model bisnis e-commerce atau online.
- Dalam investasi, sering dikaitkan dengan perusahaan sektor industri tradisional.
- Memiliki aset fisik yang bisa menjadi kekuatan jangka panjang.
- Menghadapi tantangan adaptasi terhadap digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen.
📑 Daftar Isi
Apa itu Brick and Mortar?
Brick and Mortar adalah Bisnis fisik yang beroperasi dari toko atau gedung nyata, berlawanan dengan bisnis online. Sering merujuk perusahaan tradisional berbasis aset fisik.
Penjelasan Lengkap tentang Brick and Mortar
Istilah Brick and Mortar secara harfiah berarti 'batu bata dan mortir', merujuk pada bahan bangunan tradisional untuk mendirikan toko atau gedung fisik. Dalam konteks bisnis modern, istilah ini digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan yang operasinya berpusat pada keberadaan fisik. Ini mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari toko ritel seperti butik pakaian, supermarket, restoran, hingga layanan profesional yang memerlukan interaksi tatap muka di lokasi tertentu.
Perbedaan dengan Bisnis Online (E-commerce)
Kontras utama dari model bisnis brick and mortar adalah bisnis online atau e-commerce. Bisnis e-commerce beroperasi sepenuhnya melalui internet, tanpa memerlukan toko fisik untuk transaksi. Pelanggan berinteraksi dan melakukan pembelian secara daring, dengan pengiriman barang dilakukan ke alamat mereka. Sementara bisnis brick and mortar mengandalkan pengalaman pelanggan di dalam toko, seperti melihat produk secara langsung, mencoba, dan mendapatkan layanan personal.
Relevansi dalam Trading dan Investasi
Dalam dunia trading dan investasi, istilah brick and mortar sering digunakan untuk mengkategorikan perusahaan yang bergerak di sektor industri tradisional yang memiliki aset fisik signifikan. Contohnya meliputi:
- Perusahaan Manufaktur: Pabrik yang memproduksi barang.
- Perusahaan Logistik: Gudang, armada transportasi fisik.
- Perusahaan Energi: Kilang minyak, pembangkit listrik.
- Perusahaan Properti: Pengembang dan pengelola gedung fisik.
- Perusahaan Ritel Fisik: Jaringan toko yang memiliki cabang fisik.
Perusahaan-perusahaan ini seringkali memiliki nilai intrinsik yang kuat karena kepemilikan aset fisik yang nyata, yang dapat memberikan stabilitas dan potensi apresiasi nilai dalam jangka panjang. Basis pelanggan mereka juga cenderung lebih loyal dan terikat pada lokasi geografis tertentu.
Keuntungan dan Tantangan
Keuntungan utama dari model brick and mortar adalah:
- Pengalaman Pelanggan Langsung: Memungkinkan interaksi personal dan membangun hubungan yang lebih kuat.
- Kepercayaan dan Kredibilitas: Keberadaan fisik seringkali meningkatkan persepsi kepercayaan.
- Aset Fisik: Nilai aset seperti properti dan peralatan dapat menjadi jaminan atau sumber pendapatan.
- Basis Pelanggan Lokal: Potensi loyalitas pelanggan di area operasional.
Namun, mereka juga menghadapi tantangan signifikan:
- Biaya Operasional Tinggi: Sewa, utilitas, gaji staf, dan pemeliharaan aset fisik.
- Keterbatasan Jangkauan: Terbatas pada area geografis di mana toko fisik berada.
- Adaptasi Digital: Kesulitan bersaing dengan kecepatan dan kenyamanan e-commerce.
- Perubahan Perilaku Konsumen: Terutama pasca-pandemi, banyak konsumen beralih ke belanja online.
Pandemi COVID-19 secara drastis mempercepat tren ini, memaksa banyak perusahaan brick and mortar untuk segera mengintegrasikan strategi online (seperti omnichannel) atau bahkan beralih sepenuhnya ke model digital untuk bertahan dan tetap kompetitif di pasar global yang dinamis.
Cara Menggunakan Brick and Mortar
Dalam trading, memahami perusahaan 'brick and mortar' membantu investor mengidentifikasi peluang dan risiko berdasarkan model bisnis dan aset mereka, serta membandingkannya dengan perusahaan berbasis teknologi.
- 1Identifikasi perusahaan yang beroperasi secara fisik dan memiliki aset nyata.
- 2Analisis laporan keuangan perusahaan, fokus pada nilai aset fisik, biaya operasional, dan pendapatan dari penjualan fisik.
- 3Bandingkan valuasi perusahaan 'brick and mortar' dengan pesaingnya, baik yang sesama 'brick and mortar' maupun yang berbasis online.
- 4Pertimbangkan tren industri, perubahan perilaku konsumen, dan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan digitalisasi dalam pengambilan keputusan investasi.
Contoh Penggunaan Brick and Mortar dalam Trading
Seorang trader sedang menganalisis sektor ritel. Ia menemukan dua perusahaan: 'Toko Buku Maju' yang memiliki ratusan toko fisik di seluruh kota, dan 'Toko Buku Digital' yang hanya beroperasi melalui website dan aplikasi. 'Toko Buku Maju' dikategorikan sebagai perusahaan brick and mortar, sementara 'Toko Buku Digital' adalah perusahaan e-commerce. Trader tersebut kemudian membandingkan pertumbuhan pendapatan, margin keuntungan, dan rencana ekspansi keduanya, dengan mempertimbangkan biaya operasional yang lebih tinggi namun potensi pengalaman pelanggan langsung pada 'Toko Buku Maju', versus jangkauan pasar yang lebih luas namun ketergantungan pada logistik pada 'Toko Buku Digital'.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: E-commerce, Bisnis Online, Ritel, Aset Fisik, Valuasi Perusahaan, Analisis Fundamental, Omnichannel
Pertanyaan Umum tentang Brick and Mortar
Apakah semua bisnis yang punya toko fisik termasuk 'brick and mortar'?
Ya, secara umum, bisnis yang memiliki lokasi fisik permanen yang dapat dikunjungi pelanggan untuk melakukan transaksi disebut 'brick and mortar'.
Bagaimana perusahaan 'brick and mortar' bisa bersaing dengan e-commerce?
Mereka bisa bersaing dengan mengintegrasikan strategi omnichannel (menggabungkan pengalaman online dan offline), meningkatkan pengalaman pelanggan di toko fisik, dan memanfaatkan keunggulan lokal mereka.
Apakah perusahaan 'brick and mortar' selalu lebih lambat perkembangannya dibanding perusahaan online?
Tidak selalu. Perusahaan 'brick and mortar' yang mampu beradaptasi dengan teknologi dan tren pasar bisa tetap tumbuh pesat. Namun, mereka memang memiliki tantangan struktural yang berbeda dari bisnis murni online.