4 menit baca 788 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Common Size Financial Statement
- Menyajikan data keuangan dalam bentuk persentase untuk analisis komparatif.
- Memudahkan identifikasi tren dan pola kinerja keuangan perusahaan.
- Terdiri dari Common Size Income Statement dan Common Size Balance Sheet.
- Alat bantu penting dalam analisis fundamental untuk keputusan investasi.
- Merupakan salah satu dari banyak faktor analisis, bukan satu-satunya penentu.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Common Size Financial Statement
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Common Size Financial Statement?
Common Size Financial Statement adalah Laporan keuangan yang menyajikan setiap pos dalam bentuk persentase dari total aset, liabilitas, ekuitas, atau pendapatan, memudahkan analisis perbandingan antar perusahaan.
Penjelasan Lengkap tentang Common Size Financial Statement
Apa itu Common Size Financial Statement?
Common Size Financial Statement adalah sebuah metode analisis keuangan yang krusial dalam dunia trading dan investasi. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi secara mendalam kinerja keuangan suatu perusahaan. Berbeda dengan laporan keuangan tradisional yang menyajikan angka absolut, Common Size Financial Statement mengubah setiap pos (item) dalam laporan keuangan menjadi persentase. Persentase ini dihitung relatif terhadap pos dasar tertentu, seperti total aset untuk neraca (Balance Sheet) dan total pendapatan atau penjualan untuk laporan laba rugi (Income Statement).
Manfaat Utama Common Size Financial Statement
- Memudahkan Perbandingan: Dengan menyajikan data dalam format persentase, laporan ini sangat efektif untuk membandingkan kinerja keuangan perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, terlepas dari perbedaan ukuran absolut mereka. Ini memungkinkan investor dan trader untuk melihat struktur biaya, komposisi aset, atau struktur permodalan secara proporsional.
- Identifikasi Tren dan Pola: Analisis Common Size dari waktu ke waktu (misalnya, perbandingan laporan tahunan) dapat mengungkap tren penting dalam operasional perusahaan. Misalnya, peningkatan persentase beban pokok penjualan terhadap pendapatan bisa menjadi sinyal adanya masalah efisiensi.
- Evaluasi Struktur Keuangan: Membantu dalam memahami bagaimana perusahaan mendanai asetnya (proporsi utang vs. ekuitas) dan bagaimana struktur pendapatannya dikelola.
Jenis-jenis Common Size Financial Statement
Secara umum, Common Size Financial Statement terbagi menjadi dua jenis utama:
- Common Size Income Statement (Laporan Laba Rugi Ukuran Umum): Dalam laporan ini, setiap pos pendapatan (seperti penjualan bersih) dan setiap pos beban (seperti beban pokok penjualan, beban operasional, beban bunga, pajak) dinyatakan sebagai persentase dari total pendapatan atau penjualan bersih. Ini membantu menganalisis profitabilitas dan efisiensi operasional perusahaan.
- Common Size Balance Sheet (Neraca Ukuran Umum): Di sini, setiap pos aset (seperti kas, piutang, persediaan, aset tetap) dinyatakan sebagai persentase dari total aset. Demikian pula, setiap pos liabilitas (seperti utang dagang, utang bank) dan ekuitas (seperti modal saham, laba ditahan) dinyatakan sebagai persentase dari total liabilitas dan ekuitas (yang sama dengan total aset). Ini membantu memahami struktur permodalan dan pengelolaan aset perusahaan.
Penggunaan Common Size Financial Statement dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan investasi yang lebih terinformasi. Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah salah satu dari sekian banyak alat analisis yang tersedia, dan keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis komprehensif yang mempertimbangkan berbagai faktor.
Cara Menggunakan Common Size Financial Statement
Gunakan Common Size Financial Statement untuk membandingkan proporsi setiap item dalam laporan keuangan perusahaan dengan standar industri atau kinerja perusahaan dari periode sebelumnya.
- 1Pilih perusahaan yang ingin dianalisis dan cari laporan keuangan (Neraca dan Laporan Laba Rugi) selama beberapa periode.
- 2Hitung Common Size Income Statement: Bagi setiap item pendapatan dan beban dengan total pendapatan bersih pada periode yang sama.
- 3Hitung Common Size Balance Sheet: Bagi setiap item aset, liabilitas, dan ekuitas dengan total aset pada periode yang sama.
- 4Analisis hasil persentase untuk mengidentifikasi tren, anomali, atau perbandingan dengan rata-rata industri.
Contoh Penggunaan Common Size Financial Statement dalam Trading
Misalkan kita membandingkan dua perusahaan teknologi, Perusahaan A dan Perusahaan B, dalam hal struktur biaya operasional mereka.
Common Size Income Statement menunjukkan bahwa beban R&D Perusahaan A adalah 15% dari total pendapatan, sementara Perusahaan B adalah 25%. Ini mengindikasikan bahwa Perusahaan B mengalokasikan porsi pendapatan yang lebih besar untuk inovasi dan pengembangan produk baru dibandingkan Perusahaan A, yang bisa menjadi faktor penting dalam strategi investasi.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Fundamental, Neraca, Laporan Laba Rugi, Rasio Keuangan, Analisis Vertikal
Pertanyaan Umum tentang Common Size Financial Statement
Apa perbedaan utama antara Common Size Statement dan analisis rasio?
Analisis rasio membandingkan dua item dalam laporan keuangan (misalnya, Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities), sedangkan Common Size Statement menyajikan setiap item sebagai persentase dari total dasar (misalnya, Current Assets sebagai % dari Total Assets). Keduanya saling melengkapi dalam analisis.
Apakah Common Size Statement hanya berguna untuk membandingkan perusahaan sejenis?
Ya, kegunaan utamanya adalah untuk membandingkan perusahaan dalam industri yang sama. Namun, analisis tren internal perusahaan dari waktu ke waktu juga sangat informatif.
Bagaimana cara mengidentifikasi 'pos dasar' untuk perhitungan persentase?
Untuk Neraca, pos dasarnya adalah Total Aset. Untuk Laporan Laba Rugi, pos dasarnya adalah Total Pendapatan Bersih (Net Sales/Revenue).