4 menit baca 802 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Common Stock

  • Common Stock mewakili kepemilikan langsung pada perusahaan publik.
  • Pemegang saham memiliki hak suara dalam RUPS dan berhak atas dividen jika dibagikan.
  • Nilai Common Stock berfluktuasi berdasarkan kinerja dan prospek perusahaan.
  • Risiko kerugian maksimal adalah nilai investasi, namun potensi keuntungan bisa sangat besar.
  • Pemegang Common Stock adalah pihak terakhir yang menerima aset saat likuidasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Common Stock?

Common Stock adalah Saham biasa (Common Stock) adalah kepemilikan di perusahaan publik yang memberikan hak suara, potensi dividen, dan keuntungan/kerugian dari fluktuasi harga.

Penjelasan Lengkap tentang Common Stock

Apa itu Common Stock?

Common Stock, atau saham biasa, adalah jenis saham yang paling umum diterbitkan oleh perusahaan publik dan diperdagangkan secara aktif di bursa saham. Ketika Anda membeli Common Stock, Anda secara efektif menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Ini berarti Anda memiliki klaim atas aset dan pendapatan perusahaan.

Hak dan Keuntungan Pemegang Common Stock

Pemegang Common Stock menikmati beberapa hak penting, antara lain:

  • Hak Suara: Pemegang saham memiliki hak untuk memberikan suara dalam keputusan-keputusan penting perusahaan, seperti pemilihan dewan direksi, merger, atau akuisisi, biasanya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Potensi Dividen: Jika perusahaan berhasil menghasilkan keuntungan dan dewan direksi memutuskan untuk membagikan sebagian laba tersebut, pemegang Common Stock berhak menerima dividen. Namun, pembayaran dividen tidak dijamin; perusahaan dapat memilih untuk menahan laba untuk reinvestasi atau alasan lain.
  • Potensi Keuntungan Modal: Nilai Common Stock dapat meningkat seiring waktu jika perusahaan tumbuh, kinerjanya membaik, dan prospeknya positif. Keuntungan ini terealisasi ketika pemegang saham menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya.

Risiko dan Kewajiban Pemegang Common Stock

Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang menarik, investasi pada Common Stock juga datang dengan risiko yang signifikan:

  • Tidak Ada Jaminan Dividen: Seperti disebutkan sebelumnya, dividen tidak dijamin. Jika perusahaan merugi atau memilih untuk tidak membagikan laba, pemegang saham tidak akan menerima pembayaran sama sekali.
  • Risiko Kerugian Investasi: Jika kinerja perusahaan memburuk, kondisi pasar negatif, atau ada berita buruk, harga Common Stock dapat turun tajam. Dalam skenario terburuk, nilai investasi bisa hilang seluruhnya.
  • Prioritas Terakhir dalam Likuidasi: Dalam kasus kebangkrutan atau likuidasi perusahaan, pemegang Common Stock berada di urutan terakhir dalam daftar penerima aset. Mereka hanya akan menerima sisa aset setelah semua kreditor, pemegang obligasi, dan pemegang saham preferen (jika ada) telah dilunasi.

Potensi Imbal Hasil

Investasi pada Common Stock dapat memberikan imbal hasil yang sangat besar jika perusahaan berhasil berkembang dan menghasilkan keuntungan. Kenaikan harga saham yang signifikan, ditambah dengan pembayaran dividen yang konsisten, dapat menghasilkan keuntungan modal yang substansial bagi investor. Namun, penting untuk diingat bahwa potensi keuntungan yang tinggi selalu disertai dengan risiko yang sepadan.

Cara Menggunakan Common Stock

Memahami Common Stock penting bagi investor yang ingin memiliki kepemilikan di perusahaan publik, berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan, dan berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham dan dividen.

  1. 1Lakukan riset mendalam mengenai fundamental perusahaan yang menerbitkan Common Stock.
  2. 2Analisis kinerja keuangan, manajemen, industri, dan prospek masa depan perusahaan.
  3. 3Pertimbangkan toleransi risiko Anda; Common Stock lebih berisiko dibandingkan instrumen investasi lain.
  4. 4Tentukan tujuan investasi Anda (jangka pendek atau jangka panjang) dan diversifikasi portofolio Anda.

Contoh Penggunaan Common Stock dalam Trading

Seorang investor membeli 100 lembar Common Stock PT Maju Jaya (simbol saham: MJ) pada harga Rp 1.000 per lembar. Jika PT Maju Jaya berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 20% di kuartal berikutnya dan mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 50 per lembar, serta harga sahamnya naik menjadi Rp 1.200 per lembar, investor tersebut akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham (100 lembar x (Rp 1.200 - Rp 1.000) = Rp 20.000) dan dividen (100 lembar x Rp 50 = Rp 5.000), total keuntungan Rp 25.000 sebelum pajak dan biaya transaksi.

Sebaliknya, jika PT Maju Jaya mengalami kerugian besar dan harga sahamnya anjlok menjadi Rp 500 per lembar, investor tersebut akan mengalami kerugian sebesar Rp 50.000 (100 lembar x (Rp 500 - Rp 1.000)).

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Saham Preferen, Dividen, Bursa Saham, Likuidasi, Hak Suara, Capital Gain, Fundamental Analysis

Pertanyaan Umum tentang Common Stock

Apa perbedaan utama antara Common Stock dan Preferred Stock?

Common Stock memberikan hak suara dan potensi keuntungan modal yang lebih tinggi, namun dividen tidak dijamin dan prioritas lebih rendah saat likuidasi. Preferred Stock biasanya tidak memiliki hak suara, tetapi menawarkan dividen tetap yang dibayarkan sebelum Common Stock dan prioritas lebih tinggi saat likuidasi.

Apakah semua perusahaan publik menerbitkan Common Stock?

Ya, hampir semua perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham menerbitkan Common Stock sebagai bentuk kepemilikan dasar bagi investor.

Bagaimana cara investor mendapatkan keuntungan dari Common Stock?

Investor mendapatkan keuntungan dari Common Stock melalui dua cara utama: kenaikan harga saham (capital gain) ketika mereka menjual saham lebih mahal dari harga belinya, dan penerimaan dividen jika perusahaan membagikan labanya.