4 menit baca 766 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Complement

  • Complement adalah aset atau produk yang melengkapi portofolio investasi.
  • Tujuan utama complement adalah mengurangi risiko dan volatilitas portofolio.
  • Diversifikasi aset, seperti saham dari sektor berbeda, adalah contoh complement.
  • Aset lain seperti obligasi, properti, dan logam mulia juga dapat berfungsi sebagai complement.
  • Penggunaan complement membutuhkan riset dan konsultasi ahli keuangan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Complement?

Complement adalah Complement dalam trading merujuk pada aset atau produk lain yang melengkapi portofolio untuk mengurangi risiko dan volatilitas.

Penjelasan Lengkap tentang Complement

Dalam dunia trading dan investasi, istilah Complement mengacu pada aset, instrumen, atau produk keuangan lain yang memiliki karakteristik berbeda namun dapat digunakan untuk memperkuat dan melengkapi sebuah portofolio investasi.

Tujuan utama dari penggunaan aset complement adalah untuk mengurangi risiko keseluruhan dan menurunkan volatilitas portofolio. Dengan memiliki berbagai jenis aset yang tidak berkorelasi secara sempurna, pergerakan negatif pada satu aset diharapkan dapat diimbangi oleh pergerakan positif pada aset lainnya, sehingga stabilitas portofolio tetap terjaga.

Contoh Complement dalam Portofolio Saham

Dalam konteks trading saham, complement dapat diimplementasikan melalui diversifikasi. Misalnya, seorang investor tidak hanya berinvestasi pada saham-saham dari satu sektor industri saja. Sebaliknya, mereka dapat membeli saham dari berbagai sektor yang memiliki dinamika pasar yang berbeda. Sebagai contoh:

  • Jika seorang trader memiliki saham di sektor teknologi yang cenderung volatil, mereka bisa menambahkan saham di sektor energi atau barang konsumsi yang mungkin lebih stabil sebagai complement.
  • Apabila satu sektor mengalami penurunan tajam akibat faktor eksternal, seperti perubahan regulasi atau perlambatan ekonomi, sektor lain yang tidak terlalu terpengaruh dapat membantu menahan kerugian total portofolio.

Aset Complement Lainnya

Selain diversifikasi dalam kelas aset yang sama (seperti saham), complement juga dapat mencakup penambahan kelas aset yang berbeda ke dalam portofolio. Beberapa contoh aset yang sering digunakan sebagai complement meliputi:

  • Obligasi: Aset pendapatan tetap ini cenderung memiliki volatilitas lebih rendah dibandingkan saham dan dapat memberikan stabilitas saat pasar saham bergejolak.
  • Properti: Investasi properti, baik secara langsung maupun melalui instrumen seperti Real Estate Investment Trusts (REITs), dapat menawarkan potensi apresiasi dan pendapatan sewa, yang pergerakannya seringkali tidak sejalan dengan pasar saham.
  • Logam Mulia (Emas, Perak): Emas, khususnya, sering dianggap sebagai aset 'safe haven' yang nilainya cenderung meningkat di saat ketidakpastian ekonomi atau inflasi tinggi, menjadikannya pelengkap yang baik untuk portofolio yang didominasi aset berisiko.

Dalam situasi ekonomi yang menantang atau ketidakpastian pasar, memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan aset-aset complement dapat menjadi strategi yang efektif untuk melindungi nilai investasi dan memitigasi kerugian.

Penting untuk diingat bahwa sebelum mengintegrasikan aset complement ke dalam strategi investasi, trader dan investor disarankan untuk melakukan riset mendalam mengenai karakteristik, potensi risiko, dan manfaatnya. Konsultasi dengan ahli keuangan atau penasihat investasi juga sangat direkomendasikan untuk memastikan strategi complement yang dipilih sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko individu.

Cara Menggunakan Complement

Menggunakan aset complement berarti membangun portofolio yang terdiversifikasi dengan aset-aset yang memiliki korelasi rendah atau negatif satu sama lain untuk mengurangi risiko.

  1. 1Identifikasi tujuan investasi dan profil risiko Anda.
  2. 2Analisis aset-aset yang ada dalam portofolio Anda saat ini.
  3. 3Cari aset atau instrumen lain yang memiliki pergerakan harga berbeda atau bahkan berlawanan dengan aset Anda saat ini.
  4. 4Diversifikasi ke dalam kelas aset yang berbeda (saham, obligasi, komoditas, properti) atau sektor industri yang berbeda dalam satu kelas aset.
  5. 5Pantau kinerja portofolio secara berkala dan sesuaikan alokasi jika diperlukan.

Contoh Penggunaan Complement dalam Trading

Seorang trader forex yang memiliki sebagian besar modalnya pada pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD dan GBP/USD, yang cenderung bergerak searah, dapat menambahkan pasangan mata uang eksotis atau komoditas seperti Emas (XAU/USD) sebagai complement. Jika terjadi peristiwa global yang menekan mata uang mayor, namun justru menguntungkan Emas sebagai aset safe haven, kerugian pada pasangan mata uang utama dapat sebagian terkompensasi oleh keuntungan dari perdagangan Emas, sehingga mengurangi volatilitas keseluruhan portofolio.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Diversifikasi, Manajemen Risiko, Portofolio Investasi, Korelasi Aset, Aset Safe Haven, Volatilitas

Pertanyaan Umum tentang Complement

Apa perbedaan antara diversifikasi dan complement?

Diversifikasi adalah proses menyebar investasi ke berbagai jenis aset untuk mengurangi risiko. Complement adalah aset spesifik yang dipilih karena karakteristiknya dapat melengkapi aset lain dalam portofolio untuk mencapai tujuan diversifikasi dan mengurangi risiko.

Apakah semua aset bisa menjadi complement?

Tidak, tidak semua aset bisa menjadi complement. Aset yang baik sebagai complement adalah aset yang memiliki korelasi rendah atau negatif dengan aset lain dalam portofolio Anda, serta sesuai dengan tujuan investasi Anda.

Bagaimana cara mengetahui korelasi antar aset?

Korelasi antar aset dapat dianalisis menggunakan data historis pergerakan harga. Banyak platform trading dan alat analisis keuangan menyediakan fitur untuk melihat matriks korelasi antar berbagai instrumen keuangan.