4 menit baca 733 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Convertible Bond
- Memberikan hak konversi obligasi menjadi saham perusahaan penerbit.
- Potensial keuntungan jika harga saham emiten meningkat di masa depan.
- Menawarkan perlindungan nilai investasi jika harga saham turun.
- Umumnya memiliki kupon bunga lebih rendah dibanding obligasi biasa.
- Risiko kegagalan perusahaan penerbit dapat menyebabkan hilangnya seluruh investasi.
📑 Daftar Isi
Apa itu Convertible Bond?
Convertible Bond adalah Obligasi konversi (convertible bond) adalah surat utang yang dapat ditukar menjadi saham perusahaan penerbit dengan harga yang telah ditentukan.
Penjelasan Lengkap tentang Convertible Bond
Apa itu Convertible Bond?
Convertible Bond, atau yang dikenal sebagai obligasi konversi, adalah instrumen keuangan hibrida yang menggabungkan karakteristik obligasi dan saham. Secara fundamental, obligasi konversi adalah surat utang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan. Namun, keunikan utamanya terletak pada hak yang diberikan kepada pemegang obligasi untuk mengkonversi (menukar) obligasi tersebut menjadi sejumlah saham biasa dari perusahaan yang sama, pada rasio dan harga konversi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Mengapa Perusahaan Menerbitkan Convertible Bond?
Umumnya, perusahaan yang menerbitkan convertible bond adalah perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan optimisme terhadap peningkatan nilai sahamnya di masa depan. Penerbitan instrumen ini dapat menjadi alternatif pendanaan yang menarik karena:
- Menurunkan Biaya Bunga: Karena adanya potensi keuntungan dari konversi menjadi saham, perusahaan dapat menawarkan suku bunga (kupon) yang lebih rendah dibandingkan obligasi konvensional.
- Akses Pendanaan: Bagi perusahaan yang mungkin belum siap menerbitkan saham baru atau memiliki biaya utang yang tinggi, convertible bond bisa menjadi solusi.
- Menunda Dilusi: Konversi menjadi saham hanya terjadi jika pemegang obligasi memilihnya, sehingga perusahaan tidak langsung mengalami dilusi kepemilikan sejak awal.
Keuntungan bagi Investor
Bagi investor, convertible bond menawarkan beberapa keuntungan menarik:
- Potensi Keuntungan Ganda: Investor mendapatkan pendapatan tetap dari kupon obligasi, sekaligus memiliki potensi keuntungan dari kenaikan harga saham perusahaan.
- Perlindungan Nilai (Downside Protection): Jika harga saham perusahaan mengalami penurunan, investor masih memiliki nilai pokok obligasi yang akan dibayarkan pada saat jatuh tempo, serta kupon bunga yang diterima. Ini memberikan lapisan keamanan dibandingkan hanya memegang saham.
- Fleksibilitas: Investor memiliki pilihan untuk tetap memegang obligasi hingga jatuh tempo atau mengkonversinya menjadi saham jika kondisi pasar mendukung.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meskipun menawarkan berbagai keuntungan, convertible bond juga memiliki risiko:
- Risiko Kredit Perusahaan: Jika perusahaan penerbit mengalami kesulitan keuangan atau gagal memenuhi kewajibannya (baik pembayaran kupon maupun pokok utang), investor berisiko kehilangan seluruh nilai investasinya.
- Risiko Pasar Saham: Nilai konversi sangat bergantung pada pergerakan harga saham perusahaan. Jika harga saham tidak bergerak sesuai harapan atau bahkan turun, potensi keuntungan dari konversi akan berkurang atau hilang.
- Kupon Bunga Lebih Rendah: Investor harus menerima suku bunga yang umumnya lebih rendah dibandingkan obligasi non-konversi sebagai 'imbalan' atas hak konversi.
Cara Menggunakan Convertible Bond
Investor dapat memanfaatkan convertible bond sebagai instrumen investasi yang menawarkan potensi pertumbuhan dari kenaikan harga saham dengan perlindungan nilai dari pendapatan bunga obligasi.
- 1Lakukan riset mendalam mengenai fundamental perusahaan penerbit convertible bond.
- 2Analisis rasio konversi dan harga konversi yang ditawarkan untuk memahami potensi keuntungan.
- 3Bandingkan kupon bunga yang ditawarkan dengan obligasi konvensional sejenis.
- 4Evaluasi risiko kredit perusahaan dan prospek pertumbuhan bisnisnya sebelum berinvestasi.
Contoh Penggunaan Convertible Bond dalam Trading
Seorang investor membeli Convertible Bond senilai Rp10.000.000 dari Perusahaan X dengan kupon bunga 5% per tahun dan hak konversi menjadi 100 lembar saham Perusahaan X pada harga Rp100.000 per lembar. Jika dalam setahun harga saham Perusahaan X naik menjadi Rp150.000 per lembar, investor dapat mengkonversi obligasinya menjadi 100 lembar saham yang kini bernilai Rp15.000.000, menghasilkan keuntungan modal sebesar Rp5.000.000 di luar kupon bunga yang telah diterima. Sebaliknya, jika harga saham turun menjadi Rp80.000 per lembar, investor masih memegang obligasi senilai Rp10.000.000 (pokok) dan berhak atas kupon bunga 5%.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: obligasi, saham, obligasi konvensional, kupon bunga, rasio konversi, harga konversi, jatuh tempo obligasi
Pertanyaan Umum tentang Convertible Bond
Apakah convertible bond lebih aman daripada saham?
Convertible bond menawarkan perlindungan nilai yang lebih baik dibandingkan saham murni berkat fitur obligasi, namun tetap memiliki risiko kredit perusahaan penerbit.
Kapan waktu terbaik untuk mengkonversi convertible bond menjadi saham?
Waktu terbaik adalah ketika harga pasar saham perusahaan lebih tinggi dari harga konversi yang ditetapkan, sehingga konversi memberikan keuntungan modal.
Apa yang terjadi jika perusahaan penerbit convertible bond bangkrut?
Jika perusahaan bangkrut, pemegang convertible bond akan berada dalam antrean kreditur. Ada kemungkinan investor kehilangan seluruh atau sebagian besar investasinya, tergantung pada aset perusahaan dan prioritas pembayaran utang.