4 menit baca 796 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Correction

  • Koreksi adalah penurunan harga yang signifikan setelah kenaikan berkelanjutan.
  • Dapat dipicu oleh sentimen pasar, berita ekonomi, atau kebijakan pemerintah.
  • Dianggap sebagai bagian normal dari pasar yang sehat dan dinamis.
  • Menjadi peluang bagi investor untuk membeli aset dengan harga lebih murah.
  • Bagi trader, bisa menjadi sinyal jual jika menembus level support penting.

📑 Daftar Isi

Apa itu Correction?

Correction adalah Penurunan harga aset atau pasar secara signifikan setelah tren naik yang konsisten, seringkali dianggap sebagai jeda sehat dalam pasar.

Penjelasan Lengkap tentang Correction

Dalam dunia trading dan investasi, Koreksi (Correction) merujuk pada periode di mana harga suatu aset atau pasar secara keseluruhan mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah sebelumnya menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam rentang waktu tertentu. Fenomena ini seringkali dianggap sebagai jeda atau 'istirahat' yang sehat bagi pasar yang telah mengalami penguatan.

Penyebab Terjadinya Koreksi

Koreksi dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fundamental maupun teknikal, antara lain:

  • Sentimen Pasar: Perubahan sentimen investor dari optimis menjadi pesimis, yang dapat dipicu oleh rumor atau kekhawatiran yang belum tentu terbukti.
  • Berita Ekonomi: Data ekonomi yang mengecewakan, seperti inflasi yang tinggi, pertumbuhan PDB yang melambat, atau perubahan suku bunga yang tidak terduga.
  • Keputusan Kebijakan Pemerintah: Pengumuman kebijakan baru dari bank sentral atau pemerintah yang berdampak pada iklim investasi atau ekonomi.
  • Profit Taking: Investor yang telah meraih keuntungan besar mungkin memutuskan untuk menjual aset mereka untuk mengamankan profit, yang kemudian menekan harga.
  • Valuasi yang Terlalu Tinggi: Ketika harga aset sudah dianggap terlalu mahal dibandingkan dengan nilai fundamentalnya, koreksi bisa terjadi sebagai mekanisme penyesuaian.

Koreksi Sebagai Bagian dari Pasar yang Sehat

Secara umum, koreksi dianggap sebagai peristiwa yang wajar dan bahkan dibutuhkan dalam dinamika pasar. Tanpa adanya koreksi, pasar bisa menjadi terlalu panas (overheated) dan berisiko mengalami gelembung (bubble) yang lebih besar di kemudian hari. Koreksi membantu menyeimbangkan penawaran dan permintaan, serta memberikan kesempatan bagi partisipan pasar untuk melakukan evaluasi ulang terhadap valuasi aset.

Implikasi Koreksi bagi Investor dan Trader

Memahami konsep koreksi sangat krusial bagi para pelaku pasar untuk mengambil keputusan yang tepat:

  • Bagi Investor: Banyak investor melihat koreksi sebagai peluang emas untuk mengakuisisi aset yang fundamentalnya baik dengan harga yang lebih diskon. Mereka cenderung membeli saat harga sedang turun, dengan ekspektasi bahwa aset tersebut akan kembali menguat seiring waktu.
  • Bagi Trader: Koreksi bisa menjadi sinyal untuk melakukan aksi jual, terutama jika penurunan harga menembus level support teknikal yang signifikan. Trader yang berorientasi pada tren jangka pendek mungkin memanfaatkan volatilitas koreksi untuk melakukan trading jangka pendek atau bahkan short selling.

Dengan pemahaman yang baik mengenai koreksi, investor dan trader dapat membuat keputusan yang lebih cerdas, mengelola risiko dengan lebih efektif, dan berpotensi mengoptimalkan keuntungan mereka di pasar modal.

Cara Menggunakan Correction

Memanfaatkan koreksi sebagai peluang investasi atau sebagai sinyal untuk menyesuaikan posisi trading.

  1. 1Identifikasi aset yang sedang mengalami tren naik yang kuat.
  2. 2Pantau indikator teknikal dan fundamental untuk mendeteksi potensi koreksi.
  3. 3Jika Anda seorang investor, pertimbangkan untuk membeli aset saat koreksi terjadi jika fundamentalnya masih kuat.
  4. 4Jika Anda seorang trader, perhatikan level support kunci; penembusan dapat menjadi sinyal jual atau penyesuaian posisi.
  5. 5Selalu kelola risiko dengan menggunakan stop-loss untuk melindungi modal Anda.

Contoh Penggunaan Correction dalam Trading

Misalnya, saham PT. ABC telah naik 30% dalam tiga bulan terakhir. Tiba-tiba, muncul berita bahwa laba perusahaan sedikit di bawah ekspektasi pasar. Harga saham PT. ABC kemudian turun 10% dalam seminggu. Penurunan 10% ini dapat dianggap sebagai koreksi. Seorang investor yang percaya pada prospek jangka panjang PT. ABC mungkin melihat ini sebagai kesempatan untuk membeli lebih banyak saham dengan harga yang lebih murah. Sementara itu, seorang trader yang berfokus pada tren jangka pendek mungkin memutuskan untuk menjual sahamnya jika penurunan tersebut menembus level support teknikal tertentu, untuk menghindari potensi kerugian lebih lanjut jika tren mulai berbalik arah.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Tren Naik, Tren Turun, Support, Resistance, Profit Taking, Sentimen Pasar, Overbought, Oversold

Pertanyaan Umum tentang Correction

Apa perbedaan antara koreksi dan tren turun (downtrend)?

Koreksi adalah penurunan harga yang bersifat sementara setelah tren naik, biasanya tidak signifikan mengubah tren jangka panjang. Sementara tren turun adalah pergerakan harga yang konsisten ke bawah dalam periode waktu yang lebih lama, menandakan perubahan tren yang lebih mendasar.

Apakah koreksi selalu buruk bagi pasar?

Tidak, koreksi justru dianggap sebagai bagian dari pasar yang sehat. Koreksi membantu mencegah gelembung harga dan memberikan kesempatan bagi investor untuk membeli aset berkualitas dengan harga lebih baik.

Bagaimana cara membedakan koreksi dengan pembalikan tren (reversal)?

Membedakannya bisa sulit. Koreksi biasanya lebih singkat dan harga cenderung kembali ke tren semula setelah jeda. Pembalikan tren melibatkan perubahan arah tren jangka panjang, seringkali didukung oleh perubahan fundamental yang kuat dan volume perdagangan yang meningkat pada arah baru.