4 menit baca 847 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Coupon Rate
- Coupon rate adalah tingkat bunga tetap yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegangnya.
- Dihitung sebagai persentase dari nilai nominal obligasi dan dibayarkan secara periodik.
- Menjadi pertimbangan utama investor karena memberikan penghasilan tetap.
- Dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga pasar dan risiko kredit emiten.
- Berbanding terbalik dengan harga obligasi di pasar sekunder terhadap suku bunga pasar.
📑 Daftar Isi
Apa itu Coupon Rate?
Coupon Rate adalah Tingkat bunga tetap obligasi yang dibayarkan emiten ke pemegang obligasi, dihitung dari nilai nominal dan dibayar periodik.
Penjelasan Lengkap tentang Coupon Rate
Apa itu Coupon Rate?
Dalam dunia investasi, khususnya pada instrumen obligasi, Coupon Rate merujuk pada tingkat bunga tetap yang dijanjikan oleh emiten (penerbit obligasi) kepada para investor yang membeli obligasi tersebut. Tingkat bunga ini dihitung berdasarkan persentase dari nilai nominal obligasi dan dibayarkan secara berkala, yang umumnya dilakukan setiap enam bulan sekali atau sesuai dengan jadwal pembayaran kupon yang telah ditentukan.
Bagi para investor, coupon rate merupakan salah satu faktor krusial dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini dikarenakan coupon rate secara langsung menentukan besaran penghasilan tetap dan konsisten yang akan diterima selama periode jatuh tempo obligasi. Semakin tinggi coupon rate, semakin besar potensi imbal hasil yang bisa didapatkan investor.
Bagaimana Coupon Rate Bekerja?
Mekanisme kerja coupon rate sangatlah sederhana. Misalkan, sebuah obligasi memiliki nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 dan ditetapkan dengan coupon rate sebesar 7% per tahun. Dalam kasus ini, pemegang obligasi berhak menerima pembayaran bunga sebesar 7% dari Rp 1.000.000, yaitu Rp 70.000 setiap tahunnya. Pembayaran ini biasanya dibagi menjadi dua kali dalam setahun, sehingga investor akan menerima Rp 35.000 setiap enam bulan.
Faktor yang Mempengaruhi dan Risiko
Meskipun coupon rate menawarkan kepastian pendapatan, investor tetap perlu memperhatikan beberapa faktor dan risiko terkait:
- Fluktuasi Suku Bunga Pasar: Perubahan suku bunga di pasar keuangan dapat mempengaruhi daya tarik obligasi dengan coupon rate tertentu. Jika suku bunga pasar naik melebihi coupon rate obligasi yang dimiliki, maka obligasi tersebut menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen lain yang menawarkan bunga lebih tinggi. Sebaliknya, jika suku bunga pasar turun di bawah coupon rate, obligasi tersebut menjadi lebih menarik.
- Risiko Kredit Emiten: Pembayaran kupon dan pengembalian pokok investasi sangat bergantung pada kemampuan finansial emiten. Jika emiten mengalami kesulitan keuangan atau bahkan gagal bayar (default), maka investor berisiko tidak menerima pembayaran kupon maupun pengembalian modal investasinya.
Pengaruh Coupon Rate terhadap Harga Obligasi di Pasar Sekunder
Coupon rate memiliki korelasi yang signifikan dengan pergerakan harga obligasi di pasar sekunder. Hubungan ini bersifat terbalik:
- Ketika Suku Bunga Pasar Turun: Jika suku bunga yang berlaku di pasar lebih rendah dibandingkan coupon rate obligasi yang Anda miliki, maka obligasi Anda akan cenderung diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi. Ini karena coupon rate yang lebih tinggi menjadi daya tarik tersendiri dibandingkan instrumen lain yang menawarkan bunga lebih rendah.
- Ketika Suku Bunga Pasar Naik: Sebaliknya, jika suku bunga pasar naik melebihi coupon rate obligasi Anda, maka harga obligasi tersebut di pasar sekunder cenderung akan turun. Investor akan lebih memilih instrumen baru yang menawarkan bunga lebih tinggi, sehingga obligasi lama dengan coupon rate lebih rendah menjadi kurang diminati.
Cara Menggunakan Coupon Rate
Investor menggunakan coupon rate sebagai salah satu metrik utama untuk mengevaluasi potensi pendapatan dari obligasi dan membandingkannya dengan instrumen investasi lain serta kondisi suku bunga pasar.
- 1Identifikasi coupon rate yang ditawarkan oleh obligasi.
- 2Hitung potensi pendapatan tahunan dengan mengalikan coupon rate dengan nilai nominal obligasi.
- 3Bandingkan coupon rate obligasi dengan suku bunga pasar saat ini dan suku bunga yang ditawarkan oleh instrumen investasi lain.
- 4Evaluasi risiko kredit emiten penerbit obligasi sebelum membuat keputusan investasi.
Contoh Penggunaan Coupon Rate dalam Trading
Seorang investor sedang mempertimbangkan pembelian obligasi PT ABC dengan nilai nominal Rp 1.000.000, jatuh tempo 5 tahun, dan coupon rate sebesar 8% per tahun. Investor menghitung bahwa obligasi ini akan memberikan pendapatan tetap sebesar Rp 80.000 setiap tahun. Saat ini, suku bunga acuan Bank Indonesia adalah 6%. Karena coupon rate 8% lebih tinggi dari suku bunga acuan, obligasi ini dinilai menarik. Namun, investor juga perlu memeriksa peringkat kredit PT ABC untuk memastikan kemampuannya membayar kupon dan pokok investasi.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: obligasi, nilai nominal, kupon, imbal hasil, suku bunga pasar, risiko kredit, pasar sekunder
Pertanyaan Umum tentang Coupon Rate
Apakah coupon rate bisa berubah seiring waktu?
Tidak, coupon rate obligasi pada umumnya adalah tingkat bunga tetap yang sudah ditentukan sejak awal penerbitan dan tidak akan berubah hingga jatuh tempo, kecuali untuk obligasi jenis 'floating rate' atau obligasi dengan kupon mengambang.
Bagaimana jika emiten obligasi gagal bayar?
Jika emiten gagal bayar, pemegang obligasi berisiko tidak menerima pembayaran kupon yang dijanjikan dan bahkan bisa kehilangan sebagian atau seluruh pokok investasi, tergantung pada kondisi likuidasi emiten dan jaminan yang ada.
Apa perbedaan antara coupon rate dan yield to maturity (YTM)?
Coupon rate adalah tingkat bunga tetap yang dibayarkan berdasarkan nilai nominal, sedangkan Yield to Maturity (YTM) adalah total imbal hasil yang diharapkan dari obligasi jika dipegang hingga jatuh tempo, dengan mempertimbangkan harga pasar saat ini, kupon, dan sisa waktu jatuh tempo.