5 menit baca 1082 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Covered Call

  • Merupakan strategi pendapatan tambahan dengan menjual opsi call atas saham yang sudah dimiliki.
  • Investor menerima premi dari penjualan opsi call.
  • Potensi keuntungan dibatasi jika harga saham naik signifikan.
  • Risiko utama adalah penurunan harga saham yang dimiliki.
  • Membutuhkan pemahaman risiko dan manajemen risiko yang baik.

📑 Daftar Isi

Apa itu Covered Call?

Covered Call adalah Strategi jual opsi call atas saham yang dimiliki, bertujuan menghasilkan premi tambahan sambil membatasi potensi kenaikan harga saham.

Penjelasan Lengkap tentang Covered Call

Covered Call adalah sebuah strategi trading dan investasi yang populer, terutama di kalangan investor yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari portofolio saham mereka. Strategi ini melibatkan dua komponen utama: kepemilikan saham suatu emiten dan penjualan (writing) opsi call atas saham yang sama.

Bagaimana Covered Call Bekerja?

Dalam strategi ini, investor yang sudah memegang sejumlah saham (misalnya 100 lembar saham XYZ) kemudian menjual satu kontrak opsi call untuk saham tersebut. Opsi call memberikan hak kepada pembelinya untuk membeli saham pada harga tertentu (harga kesepakatan atau strike price) sebelum tanggal kedaluw tertentu. Dengan menjual opsi call, investor yang memiliki saham tersebut (disebut juga sebagai writer) menerima sejumlah uang di muka yang disebut premi.

Tujuan Utama Covered Call

Tujuan utama investor yang menerapkan strategi covered call adalah:

  • Menghasilkan Pendapatan Tambahan: Premi yang diterima dari penjualan opsi call menjadi sumber pendapatan ekstra di luar potensi apresiasi harga saham.
  • Mendapatkan Keuntungan pada Pasar Sideways atau Sedikit Turun: Strategi ini cenderung menguntungkan ketika harga saham bergerak relatif datar, sedikit naik, atau bahkan sedikit turun.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

Potensi Keuntungan Terbatas: Keuntungan maksimal dari strategi covered call adalah sebesar premi yang diterima ditambah selisih antara harga kesepakatan (strike price) dengan harga beli saham (jika harga saham ditutup di atas harga kesepakatan pada saat kedaluw). Jika harga saham melonjak drastis di atas harga kesepakatan, investor hanya akan mendapatkan keuntungan hingga harga kesepakatan, karena sahamnya kemungkinan besar akan 'dipanggil' oleh pembeli opsi.

Risiko Penurunan Harga Saham: Risiko utama dari strategi covered call adalah jika harga saham yang dimiliki mengalami penurunan tajam. Dalam skenario ini, investor tetap harus mempertahankan saham tersebut dan akan mengalami kerugian sebesar selisih antara harga beli saham dengan harga pasar saat ini, dikurangi premi yang sudah diterima. Premi tersebut berfungsi sebagai sedikit bantalan terhadap kerugian, namun tidak sepenuhnya melindungi dari penurunan harga yang signifikan.

Pentingnya Pemilihan Saham

Oleh karena itu, investor yang menggunakan strategi covered call harus sangat berhati-hati dalam memilih saham yang akan dijual opsi call-nya. Saham yang dipilih sebaiknya memiliki fundamental yang kuat dan prospek yang stabil, serta investor harus siap untuk menahan saham tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Kesimpulan

Strategi covered call bisa menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan imbal hasil portofolio saham, terutama bagi investor yang tidak terlalu agresif mengharapkan lonjakan harga saham dalam waktu dekat. Namun, penting untuk memahami sepenuhnya risiko yang terkait dan memiliki rencana manajemen risiko yang matang sebelum menerapkannya.

Cara Menggunakan Covered Call

Strategi ini diterapkan dengan menjual opsi call atas saham yang sudah Anda miliki untuk mendapatkan premi tambahan.

  1. 1Miliki setidaknya 100 lembar saham dari suatu emiten.
  2. 2Jual satu kontrak opsi call untuk saham tersebut dengan harga kesepakatan (strike price) dan tanggal kedaluw tertentu.
  3. 3Terima premi dari penjualan opsi call tersebut.
  4. 4Pantau pergerakan harga saham hingga tanggal kedaluw opsi. Jika harga saham di bawah strike price, opsi kedaluw tanpa nilai dan Anda simpan premi serta saham. Jika harga saham di atas strike price, Anda harus menjual saham Anda pada strike price (jika opsi dieksekusi) dan menyimpan premi.

Contoh Penggunaan Covered Call dalam Trading

Misalkan Anda memiliki 100 lembar saham PT ABC seharga Rp 1.000 per lembar. Anda kemudian menjual 1 kontrak opsi call PT ABC dengan strike price Rp 1.100 dan tanggal kedaluw dalam satu bulan, dan Anda menerima premi sebesar Rp 50 per lembar (total Rp 5.000).

Skenario 1: Harga Saham PT ABC di bawah Rp 1.100 saat kedaluw.
Jika harga saham PT ABC saat kedaluw adalah Rp 1.050, maka opsi call tidak akan dieksekusi. Anda tetap memegang saham Anda (yang kini bernilai Rp 1.050) dan Anda telah mendapatkan premi Rp 5.000. Keuntungan Anda adalah selisih harga beli dengan harga saat ini (Rp 50/lembar) ditambah premi (Rp 50/lembar), total Rp 100/lembar, atau Rp 10.000.

Skenario 2: Harga Saham PT ABC di atas Rp 1.100 saat kedaluw.
Jika harga saham PT ABC saat kedaluw adalah Rp 1.200, pembeli opsi akan mengeksekusinya. Anda harus menjual 100 lembar saham Anda pada harga Rp 1.100 (strike price). Keuntungan Anda adalah selisih antara harga jual (Rp 1.100) dengan harga beli (Rp 1.000) yaitu Rp 100/lembar, ditambah premi Rp 50/lembar, total Rp 150/lembar, atau Rp 15.000. Potensi keuntungan Anda dibatasi pada Rp 1.100 per lembar saham, meskipun harga pasar mencapai Rp 1.200.

Skenario 3: Harga Saham PT ABC turun drastis menjadi Rp 800 saat kedaluw.
Opsi call tidak akan dieksekusi. Anda tetap memegang saham Anda yang kini bernilai Rp 800. Kerugian Anda adalah selisih harga beli (Rp 1.000) dengan harga saat ini (Rp 800) yaitu Rp 200/lembar. Namun, premi Rp 50/lembar yang Anda terima mengurangi kerugian bersih menjadi Rp 150/lembar, atau total kerugian Rp 15.000.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Opsi Call, Opsi Put, Strike Price, Premi Opsi, Kedaluw Opsi, Manajemen Risiko, Portofolio Saham, Pendapatan Pasif

Pertanyaan Umum tentang Covered Call

Apakah Covered Call hanya bisa dilakukan pada saham?

Ya, secara umum strategi Covered Call dilakukan pada instrumen saham yang Anda miliki. Namun, konsep serupa bisa diterapkan pada aset lain yang memiliki opsi, seperti ETF atau komoditas.

Berapa banyak saham yang harus saya miliki untuk menjual 1 kontrak call option?

Satu kontrak opsi standar biasanya mewakili 100 lembar saham. Jadi, Anda harus memiliki minimal 100 lembar saham dari emiten yang sama untuk menjual 1 kontrak call option.

Kapan waktu terbaik untuk menerapkan strategi Covered Call?

Strategi ini paling efektif ketika Anda memprediksi pasar akan bergerak sideways (datar) atau sedikit naik, dan Anda tidak mengharapkan kenaikan harga saham yang sangat signifikan dalam waktu dekat. Ini juga cocok jika Anda ingin menghasilkan pendapatan tambahan dari saham yang Anda pegang dalam jangka panjang.

Apakah Covered Call cocok untuk pemula?

Covered Call dianggap sebagai strategi opsi yang relatif konservatif dibandingkan strategi opsi lainnya. Namun, tetap membutuhkan pemahaman yang baik tentang cara kerja opsi, risiko yang terlibat, dan pasar keuangan secara umum. Pemula disarankan untuk belajar dan mungkin memulai dengan jumlah kecil atau simulasi sebelum menggunakannya secara aktif.