4 menit baca 867 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Credit Score

  • Credit Score mengukur tingkat kepercayaan kredit.
  • Skor tinggi menunjukkan risiko kredit rendah, skor rendah menunjukkan risiko tinggi.
  • Digunakan dalam industri keuangan dan investasi untuk analisis fundamental.
  • Faktor penentu skor meliputi riwayat kredit, utang, dan status pekerjaan.
  • Memahami Credit Score membantu investor membuat keputusan yang lebih aman.

📑 Daftar Isi

Apa itu Credit Score?

Credit Score adalah Credit Score adalah skor yang mengukur kepercayaan kredit individu, perusahaan, atau negara, penting dalam investasi untuk menilai risiko kredit.

Penjelasan Lengkap tentang Credit Score

Apa Itu Credit Score?

Credit Score adalah sebuah indikator numerik yang dirancang untuk mengukur tingkat kepercayaan kredit seseorang, sebuah entitas bisnis (perusahaan), atau bahkan sebuah negara. Dalam dunia keuangan dan investasi, skor ini menjadi salah satu alat analisis krusial yang membantu para pelaku pasar, termasuk trader dan investor, dalam mengambil keputusan yang lebih terinformasi. Skor ini pada dasarnya mencerminkan probabilitas bahwa peminjam akan memenuhi kewajiban finansialnya tepat waktu.

Keterkaitan Credit Score dengan Risiko Kredit

Dalam konteks trading dan investasi, Credit Score memiliki korelasi langsung dengan konsep risiko kredit. Risiko kredit adalah potensi kerugian yang timbul akibat kegagalan pihak lawan (debitur) dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya. Hubungan antara Credit Score dan risiko kredit dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Credit Score Tinggi: Menunjukkan bahwa individu, perusahaan, atau negara memiliki rekam jejak pembayaran yang baik dan stabilitas finansial yang kuat. Hal ini mengindikasikan kemungkinan kecil terjadinya gagal bayar atau wanprestasi, sehingga risiko kredit yang terkait dengan mereka dianggap rendah.
  • Credit Score Rendah: Mengindikasikan adanya riwayat keterlambatan pembayaran, tunggakan, atau masalah finansial lainnya. Ini meningkatkan kemungkinan terjadinya gagal bayar, sehingga risiko kredit yang terkait menjadi tinggi.

Metode Perhitungan Credit Score

Perhitungan Credit Score tidaklah seragam; metode dan algoritma yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada lembaga atau badan yang menerbitkan skor tersebut. Namun, secara umum, Credit Score didasarkan pada analisis mendalam terhadap berbagai faktor, antara lain:

  • Riwayat Kredit: Pola pembayaran tagihan di masa lalu, termasuk ketepatan waktu pembayaran pinjaman, kartu kredit, dan kewajiban finansial lainnya.
  • Jumlah Utang (Utilisasi Kredit): Proporsi kredit yang digunakan dibandingkan dengan total kredit yang tersedia. Penggunaan kredit yang tinggi secara konsisten dapat menurunkan skor.
  • Lama Riwayat Kredit: Durasi sejak akun kredit pertama kali dibuka. Riwayat kredit yang lebih panjang umumnya lebih baik.
  • Jenis Kredit yang Digunakan: Kombinasi berbagai jenis kredit (misalnya, kartu kredit, pinjaman cicilan) dapat memengaruhi skor.
  • Kredit Baru: Frekuensi pengajuan kredit baru dalam periode waktu tertentu. Terlalu banyak pengajuan dalam waktu singkat bisa berdampak negatif.
  • Faktor Lain: Untuk perusahaan atau negara, faktor seperti stabilitas ekonomi, kebijakan fiskal, tingkat pengangguran, dan arus kas juga menjadi pertimbangan penting.

Pemanfaatan Credit Score dalam Investasi

Credit Score merupakan komponen vital dalam analisis fundamental. Investor menggunakan skor ini untuk mengevaluasi kelayakan dan potensi risiko dari suatu investasi. Dengan memahami Credit Score dari perusahaan atau negara yang menjadi target investasi, investor dapat:

  • Menilai stabilitas finansial dan kemampuan membayar utang.
  • Memperkirakan potensi risiko gagal bayar yang dapat memengaruhi nilai investasi.
  • Membandingkan tingkat risiko antar berbagai peluang investasi.
  • Memastikan bahwa alokasi modal dilakukan pada aset yang memiliki kualitas dan profil risiko yang diinginkan.

Oleh karena itu, bagi setiap investor yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang dan manajemen risiko yang efektif, pemahaman mendalam mengenai Credit Score adalah suatu keharusan.

Cara Menggunakan Credit Score

Credit Score digunakan sebagai alat analisis risiko kredit dalam pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan.

  1. 1Identifikasi Credit Score dari entitas yang akan Anda investasikan (perusahaan atau negara).
  2. 2Analisis faktor-faktor yang membentuk Credit Score tersebut untuk memahami kesehatan finansialnya.
  3. 3Bandingkan Credit Score dengan entitas sejenis atau benchmark industri untuk mendapatkan gambaran relatif.
  4. 4Integrasikan informasi Credit Score ke dalam analisis fundamental Anda secara keseluruhan sebelum membuat keputusan investasi.

Contoh Penggunaan Credit Score dalam Trading

Seorang investor sedang mempertimbangkan untuk membeli obligasi dari dua perusahaan, Perusahaan A dan Perusahaan B. Perusahaan A memiliki Credit Score 'AAA' dengan riwayat pembayaran utang yang sempurna dan stabilitas keuangan yang kuat. Sebaliknya, Perusahaan B memiliki Credit Score 'BB' dengan beberapa keterlambatan pembayaran di masa lalu dan rasio utang yang tinggi. Investor tersebut akan cenderung memilih obligasi Perusahaan A karena Credit Score yang lebih tinggi menunjukkan risiko kredit yang jauh lebih rendah, meskipun imbal hasil obligasi Perusahaan B mungkin lebih menarik. Penggunaan Credit Score membantu investor ini membuat keputusan yang lebih aman dan terukur.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Risiko Kredit, Analisis Fundamental, Obligasi, Rating Kredit, Gagal Bayar, Stabilitas Finansial

Pertanyaan Umum tentang Credit Score

Siapa yang biasanya menerbitkan Credit Score?

Credit Score biasanya diterbitkan oleh lembaga pemeringkat kredit seperti Standard & Poor's (S&P), Moody's, Fitch Ratings, serta biro kredit seperti Experian, Equifax, dan TransUnion (terutama untuk individu).

Apakah Credit Score hanya berlaku untuk perusahaan dan negara?

Tidak, Credit Score juga sangat umum digunakan untuk individu. Di Indonesia, contohnya adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK yang berfungsi serupa untuk mengukur kelayakan kredit individu.

Bagaimana Credit Score yang rendah memengaruhi trader forex?

Meskipun Credit Score lebih langsung terkait dengan pasar obligasi dan pinjaman, bagi trader forex, Credit Score negara dapat menjadi indikator stabilitas ekonomi. Negara dengan Credit Score rendah mungkin mengalami volatilitas mata uang yang lebih tinggi, inflasi, atau bahkan krisis ekonomi yang dapat memengaruhi pasangan mata uang negara tersebut.