4 menit baca 798 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Currency Peg

  • Currency peg menetapkan nilai tukar mata uang secara tetap terhadap mata uang lain atau komoditas.
  • Tujuan utama currency peg adalah menjaga stabilitas dan mengurangi volatilitas nilai tukar.
  • Kebijakan ini dapat memengaruhi pasar keuangan global karena keterkaitan antar mata uang.
  • Investor dan trader perlu memahami currency peg untuk strategi trading dan investasi yang efektif.

📑 Daftar Isi

Apa itu Currency Peg?

Currency Peg adalah Currency peg adalah sistem nilai tukar tetap di mana mata uang suatu negara diikat pada mata uang lain atau komoditas seperti emas untuk stabilitas.

Penjelasan Lengkap tentang Currency Peg

Apa Itu Currency Peg?

Dalam dunia forex dan investasi, Currency Peg, yang juga dikenal sebagai nilai tukar tetap atau fixed exchange rate, merujuk pada sebuah rezim nilai tukar di mana nilai mata uang suatu negara secara resmi dihubungkan (diikat) pada nilai mata uang negara lain, sekeranjang mata uang, atau komoditas berharga seperti emas. Sistem ini dirancang untuk memberikan jangkar (anchor) bagi nilai mata uang domestik, yang bertujuan utama untuk menciptakan prediktabilitas dan stabilitas dalam sistem keuangan dan perdagangan internasional.

Tujuan dan Manfaat Currency Peg

Penerapan currency peg umumnya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk:

  • Menjaga Stabilitas Nilai Tukar: Mengurangi fluktuasi harian atau mingguan yang dapat merugikan pelaku ekonomi.
  • Mengendalikan Inflasi: Dengan mengikat mata uang ke mata uang negara dengan inflasi rendah, negara tersebut dapat 'mengimpor' stabilitas harga.
  • Mendorong Perdagangan dan Investasi: Prediktabilitas nilai tukar dapat mengurangi risiko bagi importir, eksportir, dan investor asing, sehingga mendorong aliran modal dan perdagangan.
  • Meningkatkan Kredibilitas Kebijakan Moneter: Dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi sinyal komitmen pemerintah terhadap disiplin fiskal dan moneter.

Mekanisme Kerja Currency Peg

Untuk mempertahankan nilai tukar yang telah ditetapkan, bank sentral suatu negara biasanya harus melakukan intervensi di pasar valuta asing. Jika mata uang domestik cenderung menguat melebihi batas yang ditentukan, bank sentral akan menjual mata uang domestiknya dan membeli mata uang asing. Sebaliknya, jika mata uang domestik cenderung melemah, bank sentral akan membeli mata uang domestiknya dengan menggunakan cadangan devisa (mata uang asing).

Contoh Penerapan Currency Peg

Salah satu contoh yang sering disebut adalah kebijakan China yang mengikat nilai mata uangnya, Yuan (CNY), terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Meskipun fleksibilitasnya telah meningkat seiring waktu, pada dasarnya nilai Yuan masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan Dolar AS, meskipun tidak lagi secara ketat diikat pada satu nilai tunggal.

Implikasi bagi Trader dan Investor

Currency peg memiliki implikasi signifikan bagi para pelaku pasar keuangan:

  • Pergerakan yang Terbatas: Pasangan mata uang yang terlibat dalam currency peg cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan mata uang yang diperdagangkan secara bebas (free-floating).
  • Risiko Perubahan Kebijakan: Meskipun dirancang untuk stabilitas, currency peg tidak permanen. Perubahan kebijakan nilai tukar, devaluasi, atau revaluasi mendadak dapat menimbulkan kerugian besar bagi posisi trading yang tidak siap.
  • Pengaruh pada Instrumen Lain: Perubahan nilai tukar yang dipengaruhi oleh currency peg dapat berdampak pada harga komoditas, suku bunga, dan aset keuangan lainnya di pasar global.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai rezim nilai tukar yang diadopsi oleh suatu negara, termasuk keberadaan currency peg, sangat krusial dalam merancang strategi trading dan investasi yang efektif serta memitigasi risiko.

Cara Menggunakan Currency Peg

Memahami currency peg membantu trader mengidentifikasi potensi volatilitas rendah, risiko perubahan kebijakan, dan dampak global pada instrumen trading.

  1. 1Identifikasi negara-negara yang menerapkan kebijakan currency peg.
  2. 2Analisis mata uang jangkar (anchor currency) atau komoditas yang menjadi acuan.
  3. 3Perhatikan berita dan pengumuman dari bank sentral terkait kebijakan nilai tukar.
  4. 4Sesuaikan strategi trading Anda dengan mempertimbangkan tingkat volatilitas dan potensi risiko perubahan kebijakan currency peg.

Contoh Penggunaan Currency Peg dalam Trading

Seorang trader forex yang melihat adanya currency peg antara USD/CNY akan menyadari bahwa pergerakan pasangan mata uang ini cenderung lebih stabil dibandingkan EUR/USD. Namun, ia juga harus waspada terhadap potensi perubahan kebijakan oleh bank sentral China yang dapat menyebabkan pergerakan mendadak, yang bisa menguntungkan atau merugikan tergantung pada posisi yang diambil.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Nilai Tukar Tetap, Fixed Exchange Rate, Rezim Nilai Tukar, Bank Sentral, Intervensi Pasar, Volatilitas Pasar, Anchor Currency, Devaluasi, Revaluasi

Pertanyaan Umum tentang Currency Peg

Apa perbedaan utama antara currency peg dan nilai tukar mengambang (floating exchange rate)?

Currency peg menetapkan nilai tukar secara tetap, sementara nilai tukar mengambang ditentukan oleh kekuatan pasar (penawaran dan permintaan) tanpa intervensi langsung untuk menjaga nilai tertentu.

Apakah currency peg menjamin stabilitas sepenuhnya?

Tidak sepenuhnya. Meskipun bertujuan untuk stabilitas, currency peg dapat menghadapi tekanan dan berpotensi diubah atau dilepaskan oleh pemerintah jika kondisi ekonomi atau politik berubah drastis.

Bagaimana currency peg dapat mempengaruhi keputusan investasi?

Currency peg dapat mengurangi risiko nilai tukar bagi investor asing, sehingga mendorong investasi. Namun, investor juga perlu mempertimbangkan risiko perubahan kebijakan yang dapat mempengaruhi nilai aset mereka.