4 menit baca 804 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Current Yield

  • Current Yield mengukur imbal hasil dividen relatif terhadap harga pasar aset.
  • Dinyatakan dalam persentase, dihitung dengan membagi dividen per saham dengan harga per saham.
  • Berguna untuk membandingkan kinerja investasi berdasarkan dividen.
  • Tidak memperhitungkan potensi apresiasi harga aset.
  • Lebih relevan untuk strategi investasi jangka pendek atau berfokus pada pendapatan dividen.

📑 Daftar Isi

Apa itu Current Yield?

Current Yield adalah Current Yield adalah rasio dividen per saham terhadap harga pasar saham, menunjukkan potensi imbal hasil dividen dari investasi.

Penjelasan Lengkap tentang Current Yield

Apa itu Current Yield?

Dalam dunia investasi dan trading, Current Yield atau Yield Saat Ini adalah sebuah metrik penting yang digunakan untuk mengukur efektivitas suatu investasi, khususnya yang berkaitan dengan pendapatan dividen. Indikator ini secara spesifik mengukur rasio antara arus kas dividen yang dibayarkan oleh sebuah aset (seperti saham) dengan harga pasar aset tersebut saat ini. Dengan kata lain, Current Yield memberikan gambaran tentang seberapa besar pengembalian yang bisa diharapkan investor dalam bentuk dividen dari setiap rupiah yang diinvestasikan pada harga pasar saat ini.

Biasanya, Current Yield disajikan dalam bentuk persentase, yang memudahkan investor untuk melakukan perbandingan. Perhitungannya cukup sederhana: dividen per saham dibagi dengan harga per saham saat ini.

Rumus Perhitungan Current Yield:

Current Yield = (Dividen per Saham / Harga per Saham) x 100%

Misalnya, jika sebuah perusahaan membagikan dividen sebesar Rp 100 per saham dan harga sahamnya saat ini adalah Rp 2.000, maka Current Yield-nya adalah (Rp 100 / Rp 2.000) x 100% = 5%. Ini berarti investor dapat mengharapkan pengembalian sebesar 5% dari nilai investasinya dalam bentuk dividen.

Manfaat dan Keterbatasan Current Yield

Investor sering menggunakan Current Yield sebagai alat untuk membandingkan potensi imbal hasil dividen dari berbagai pilihan investasi. Ini sangat membantu ketika Anda ingin mengidentifikasi aset mana yang menawarkan pengembalian dividen yang lebih menarik pada titik harga saat ini.

Namun, sangat penting untuk memahami keterbatasan Current Yield:

  • Hanya Mengukur Dividen: Indikator ini hanya berfokus pada pengembalian yang berasal dari dividen. Ia tidak memperhitungkan potensi kenaikan (apresiasi) atau penurunan nilai dari aset itu sendiri. Sebuah saham dengan Current Yield tinggi mungkin saja harganya terus menurun, yang pada akhirnya bisa merugikan investor secara keseluruhan.
  • Konteks Jangka Pendek: Karena fokusnya pada dividen saat ini, Current Yield seringkali lebih relevan untuk strategi investasi jangka pendek atau bagi investor yang memprioritaskan aliran pendapatan pasif dari dividen.

Oleh karena itu, meskipun Current Yield yang tinggi umumnya dianggap lebih menguntungkan, investor juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti:

  • Konsistensi Pembayaran Dividen: Apakah perusahaan memiliki rekam jejak yang baik dalam membayar dividen secara konsisten?
  • Stabilitas Keuangan Perusahaan: Apakah perusahaan dalam kondisi finansial yang sehat untuk mempertahankan pembayaran dividen di masa depan?
  • Potensi Pertumbuhan: Bagaimana prospek pertumbuhan perusahaan dan potensi apresiasi harga sahamnya?

Menggabungkan analisis Current Yield dengan metrik lain dan pemahaman mendalam tentang fundamental perusahaan akan memberikan gambaran investasi yang lebih komprehensif.

Cara Menggunakan Current Yield

Gunakan Current Yield untuk menilai potensi imbal hasil dividen dari suatu aset dan membandingkannya dengan aset lain.

  1. 1Identifikasi aset investasi yang Anda minati (misalnya, saham).
  2. 2Cari informasi mengenai dividen per saham yang dibayarkan dan harga pasar saham saat ini.
  3. 3Hitung Current Yield menggunakan rumus: (Dividen per Saham / Harga per Saham) x 100%.
  4. 4Bandingkan Current Yield dari berbagai aset untuk menemukan yang menawarkan imbal hasil dividen paling menarik.
  5. 5Gunakan hasil perbandingan ini sebagai salah satu faktor dalam keputusan investasi Anda, namun jangan lupakan faktor lain seperti pertumbuhan dan stabilitas perusahaan.

Contoh Penggunaan Current Yield dalam Trading

Seorang investor yang mencari pendapatan pasif dari dividen membandingkan dua saham: Saham A membayar dividen Rp 200 per saham dengan harga Rp 5.000 (Current Yield = 4%), sementara Saham B membayar dividen Rp 150 per saham dengan harga Rp 2.500 (Current Yield = 6%). Berdasarkan Current Yield, Saham B tampak lebih menarik bagi investor yang fokus pada imbal hasil dividen saat ini.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Dividen, Yield, Harga Saham, Pendapatan Pasif, Trading Jangka Pendek, Apresiasi Nilai

Pertanyaan Umum tentang Current Yield

Apakah Current Yield hanya berlaku untuk saham?

Meskipun paling umum digunakan untuk saham, konsep Current Yield juga bisa diterapkan pada aset lain yang menghasilkan pendapatan periodik seperti obligasi (dalam bentuk kupon) atau reksa dana pendapatan.

Bagaimana jika harga saham naik atau turun drastis?

Jika harga saham naik, Current Yield akan turun (dengan asumsi dividen tetap). Sebaliknya, jika harga saham turun, Current Yield akan naik. Ini menunjukkan bahwa Current Yield adalah metrik yang dinamis dan berubah seiring pergerakan harga pasar.

Apakah Current Yield yang tinggi selalu baik?

Current Yield yang tinggi bisa menarik, namun perlu diwaspadai. Kadang-kadang, Current Yield yang sangat tinggi bisa menandakan bahwa harga saham sedang turun drastis karena masalah fundamental perusahaan, atau dividen yang dibayarkan mungkin tidak berkelanjutan di masa depan. Selalu lakukan analisis mendalam.