# Teori Dow: Analisis Teknikal Awal

*English: Dow Theory*

> Pelajari Teori Dow, dasar analisis teknikal modern. Pahami 6 prinsip utama, tren pasar, dan konfirmasi sinyal untuk strategi trading.

**Definisi:** Teori Dow adalah kerangka analisis teknikal awal yang mengamati pergerakan tren pasar saham dan hubungan antar rata-rata pasar untuk mengidentifikasi arah tren.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/d/dow-theory

---

## Teori Dow

Teori Dow secara luas dianggap sebagai salah satu bentuk analisis teknikal paling awal.

Teori ini awalnya dikemukakan oleh Charles H. Dow yang mengamati bahwa saham cenderung bergerak naik atau turun dalam tren, dan mereka cenderung bergerak bersama, meskipun tingkat pergerakannya bisa bervariasi.

Pada tahun 1897, Charles Dow mengembangkan dua rata-rata pasar yang luas. "Industrial Average" mencakup 12 saham blue-chip dan "Rail Average" terdiri dari 20 perusahaan kereta api.

Ini sekarang dikenal sebagai Dow Jones Industrial Average dan Dow Jones Transportation Average.

Teori Dow merupakan hasil dari serangkaian artikel yang diterbitkan oleh Charles Dow di The Wall Street Journal antara tahun 1900 dan 1902.

Teori Dow adalah nenek moyang umum bagi sebagian besar prinsip analisis teknikal modern.

Menariknya, Charles Dow tidak menggunakan pengamatannya untuk memperkirakan potensi pergerakan harga, tetapi melihatnya sebagai barometer iklim bisnis umum.

Teori ini awalnya tidak dimaksudkan untuk memperkirakan harga saham. Namun, karya selanjutnya hampir secara eksklusif berfokus pada penggunaan Teori ini.

Setelah kematian Dow pada tahun 1902, teman dekatnya, Samuel A. Nelson, mencoba menjelaskan metode Dow dalam bukunya, "The ABC of Stock Speculation".

William P. Hamilton, yang menggantikan Charles Dow sebagai Editor The Wall Street Journal, menyempurnakan prinsip-prinsip Dow dan mengembangkannya menjadi sebuah teori, yang ia jelaskan dalam bukunya, "The Stock Market Barometer: A Study of Its Forecast Value of 1922".

Baik karya Dow maupun karya Hamilton dianalisis dan dipelajari oleh Robert Rhea yang lebih lanjut menyempurnakan Teori Dow menjadi teori yang kita kenal saat ini, dalam bukunya, "The Dow Theory of 1932".

## Prinsip Dasar Teori Dow

Teori Dow terdiri dari enam asumsi:

### 1. Rata-rata Mendiskon Segalanya

Rata-rata mendiskon segalanya karena mencerminkan aktivitas gabungan ribuan, jika bukan jutaan, trader, spekulan, dan investor pada waktu tertentu.

Harga saham individu mencerminkan semua yang diketahui tentangnya. Ketika informasi baru tiba, partisipan pasar dengan cepat menyebarkan informasi tersebut dan harga menyesuaikan diri.

Dengan demikian, setiap peristiwa yang diketahui dan dapat diperkirakan didiskon, begitu pula setiap kondisi yang dapat memengaruhi penawaran dan permintaan saham individu.

### 2. Pasar Terdiri dari Tiga Tren

Pada waktu tertentu di pasar saham, tiga kekuatan berlaku: tren Primer, tren Sekunder, dan tren Minor.

- **Tren Primer atau Mayor** yang biasanya berlangsung setidaknya satu tahun dapat berlanjut selama bertahun-tahun. Tren ini biasanya bertanggung jawab atas pergerakan harga, naik atau turun, setidaknya 20%. Tren Primer diinterupsi oleh Tren Sekunder yang bergerak berlawanan arah dengan Tren Primer untuk memperbaikinya ketika menjadi terlalu jauh.
- **Tren Sekunder** menginterupsi pergerakan Tren Primer, bergerak berlawanan arah. Namun, mengidentifikasi Tren Sekunder saat sedang dalam proses pengembangan sangat sulit. Tren Sekunder berlangsung setidaknya tiga minggu tetapi dapat berlanjut selama beberapa bulan dan biasanya mengoreksi setidaknya 1/3 dari pergerakan harga sebelumnya. Terkadang Tren Sekunder dapat sepenuhnya mengoreksi pergerakan sebelumnya tetapi sering berhenti pada 1/2 atau 2/3 dari pergerakan sebelumnya.
- **Tren Minor** adalah fluktuasi harian rata-rata. Biasanya berlangsung kurang dari enam hari dan tidak diberi arti penting dalam Teori Dow.

Teori Dow berpendapat bahwa, karena harga saham dalam jangka pendek tunduk pada tingkat manipulasi tertentu (tren Primer dan Sekunder tidak), tren Minor tidak penting dan bisa menyesatkan.

### 3. Tren Primer Memiliki Tiga Fase

Pasar Bull ditandai dengan Tren Primer yang naik dan biasanya terdiri dari tiga fase:

- **Fase Akumulasi** terjadi ketika investor cerdas mulai membeli saham dengan harga rendah dari penjual yang tertekan karena berita ekonomi masih buruk dan seringkali dalam kondisi terburuk. Aktivitas perdagangan biasanya masih moderat selama fase ini tetapi mulai meningkat.
- Fase Akumulasi diikuti oleh fase yang ditandai dengan **kenaikan stabil** disertai peningkatan aktivitas karena perbaikan perusahaan mulai menarik perhatian. Ini biasanya merupakan fase paling menguntungkan bagi analis teknikal.
- Fase terakhir ditandai dengan **kenaikan fenomenal** karena semakin banyak publik tertarik ke pasar.

Pasar Bear ditandai dengan Tren Primer yang menurun dan, seperti Pasar Bull, juga biasanya terdiri dari tiga fase:

- **Fase Distribusi** terjadi ketika investor cerdas yang membeli selama fase akumulasi pasar bull sebelumnya mulai menjual kepemilikan mereka. Aktivitas perdagangan biasanya masih tinggi selama fase ini tetapi mulai menurun.
- **Fase Panik** mengikuti ketika pembeli berkurang dan penjualan menjadi lebih mendesak. Tren penurunan dipercepat ke penurunan yang hampir vertikal yang ditandai dengan volume klimaks. Fase ini biasanya diikuti oleh pemulihan panjang (Tren Sekunder) atau pergerakan sideways sebelum fase terakhir dimulai.
- Fase terakhir ditandai dengan **penjualan yang putus asa** dari pembeli yang bertahan melalui fase panik atau membeli selama periode pemulihan. Penjualan yang putus asa tidak sekeras pada fase panik.

### 4. Rata-rata Harus Saling Mengkonfirmasi

Industrials dan Transports harus saling mengkonfirmasi agar perubahan tren yang valid terjadi.

Kedua rata-rata harus melampaui puncak (atau lembah) sekunder sebelumnya untuk mengkonfirmasi perubahan tren.

Dengan kata lain, kedua rata-rata harus bergerak dalam arah perkiraan yang sama. Jika kedua rata-rata tidak sesuai dengan tren yang sama, maka tren tersebut tidak 100% valid.

## 5. Volume Mengkonfirmasi Tren

Teori Dow berfokus terutama pada aksi harga. Volume hanya digunakan untuk mengkonfirmasi situasi yang tidak pasti.

Volume harus meningkat ke arah tren primer.

- Jika tren primer turun, volume harus meningkat selama penurunan pasar.
- Jika tren primer naik, volume harus meningkat selama kenaikan pasar.

## 6. Tren Tetap Utuh Hingga Memberikan Sinyal Pembalikan yang Jelas

Tren naik didefinisikan oleh serangkaian higher-highs dan higher-lows. Agar tren naik berbalik, harga harus memiliki setidaknya satu lower high dan satu lower low (kebalikannya berlaku untuk tren turun).

Ketika pembalikan tren primer disinyalkan oleh Industrials dan Transports, peluang tren baru untuk berlanjut adalah yang terbesar.

Namun, semakin lama tren berlanjut, semakin kecil peluang tren tersebut tetap utuh.


## FAQ

**Apa itu Teori Dow?**
Teori Dow adalah kerangka analisis teknikal awal yang dikembangkan oleh Charles H. Dow, yang mengamati pergerakan tren pasar saham dan hubungan antar rata-rata pasar untuk mengidentifikasi arah tren.

**Siapa yang mengembangkan Teori Dow?**
Teori Dow dikembangkan oleh Charles H. Dow, dan kemudian disempurnakan oleh Samuel A. Nelson dan William P. Hamilton, serta dianalisis lebih lanjut oleh Robert Rhea.

**Berapa banyak tren yang ada menurut Teori Dow?**
Menurut Teori Dow, ada tiga tren yang berlaku di pasar saham: Tren Primer (Mayor), Tren Sekunder, dan Tren Minor.

**Apa peran volume dalam Teori Dow?**
Dalam Teori Dow, volume digunakan untuk mengkonfirmasi situasi yang tidak pasti dan harus meningkat ke arah tren primer.

**Bagaimana Teori Dow mendefinisikan pembalikan tren?**
Teori Dow mendefinisikan tren naik sebagai serangkaian higher-highs dan higher-lows. Pembalikan tren naik terjadi ketika harga memiliki setidaknya satu lower high dan satu lower low, dan ini harus dikonfirmasi oleh kedua rata-rata pasar (Industrials dan Transports).