5 menit baca 934 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Darvas Box Theory
- Darvas Box Theory mengidentifikasi pola pergerakan harga saham dalam bentuk 'kotak' yang menunjukkan tren.
- Teori ini mengandalkan penentuan level support dan resistance yang jelas untuk membentuk kotak.
- Penembusan level resistance menandakan kelanjutan tren naik, sementara tembusnya support menunjukkan tren turun.
- Trader menggunakan indikator teknikal seperti Moving Average untuk membantu mengamati pola kotak.
- Penting untuk memilih saham dengan pergerakan harga yang jelas dan stabil serta memperhatikan berita fundamental.
📑 Daftar Isi
Apa itu Darvas Box Theory?
Darvas Box Theory adalah Teori Darvas Box adalah metode trading yang mengidentifikasi pola pergerakan harga saham dalam 'kotak' yang dibentuk oleh level support dan resistance, guna memanfaatkan tren dan volatilitas.
Penjelasan Lengkap tentang Darvas Box Theory
Darvas Box Theory, yang dikembangkan oleh trader saham legendaris Nicolas Darvas, adalah sebuah pendekatan trading yang berfokus pada identifikasi pola pergerakan harga aset, terutama saham, yang membentuk 'kotak'. Teori ini didasarkan pada observasi bahwa harga aset cenderung bergerak dalam rentang (range) tertentu sebelum akhirnya menembus dan memulai tren baru.
Konsep Dasar Darvas Box Theory
Inti dari Darvas Box Theory adalah keyakinan bahwa setiap saham memiliki pola pergerakan harga yang berulang. Pola ini seringkali terlihat seperti sebuah 'kotak' yang dibatasi oleh level resistance (batas atas harga) dan support (batas bawah harga) yang jelas. Ketika harga bergerak dalam rentang ini, terbentuklah sebuah 'kotak' yang menandakan fase konsolidasi atau pergerakan lateral sebelum adanya pergerakan harga yang signifikan.
Cara Kerja dan Identifikasi Kotak
Seorang trader yang menerapkan Darvas Box Theory akan mencari aset yang menunjukkan pergerakan harga yang stabil dalam rentang yang terdefinisi. Rentang ini kemudian dianggap sebagai 'kotak'.
- Pembentukan Kotak: Kotak terbentuk ketika harga aset berulang kali memantul dari level support dan resistance yang sama, menciptakan sebuah area konsolidasi.
- Penembusan (Breakout): Titik krusial dalam teori ini adalah ketika harga menembus salah satu batas kotak.
- Tren Naik: Jika harga berhasil menembus level resistance, ini seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal awal dari tren naik yang baru. Trader akan mencari kotak baru yang terbentuk di level yang lebih tinggi.
- Tren Turun: Sebaliknya, jika harga menembus level support, ini bisa menjadi indikasi dimulainya tren turun. Trader mungkin akan keluar dari posisi beli atau bahkan membuka posisi jual, mencari kotak baru di level yang lebih rendah.
Indikator Pendukung
Meskipun Darvas Box Theory berfokus pada pola visual harga, trader seringkali menggunakan indikator teknikal tambahan untuk memperkuat analisis mereka. Salah satu contoh yang sering disebutkan adalah Moving Average (MA). MA dapat membantu trader dalam:
- Mengidentifikasi titik-titik penting dalam pergerakan harga yang membentuk batas kotak.
- Mengkonfirmasi kekuatan tren setelah terjadi penembusan.
- Menentukan kapan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar.
Penerapan dalam Trading
Untuk mengaplikasikan teori ini secara efektif, trader perlu:
- Memilih Aset yang Tepat: Cari saham atau aset lain yang menunjukkan pola pergerakan harga yang jelas, stabil, dan membentuk kotak yang terdefinisi dengan baik.
- Memperhatikan Berita Fundamental: Meskipun ini adalah metode teknikal, berita ekonomi atau fundamental yang dapat mempengaruhi harga aset harus selalu diperhatikan untuk mengantisipasi potensi kejutan.
- Disiplin: Kunci keberhasilan terletak pada disiplin dalam mengikuti aturan teori, terutama dalam menentukan kapan harus masuk posisi, menempatkan stop-loss, dan mengambil keuntungan.
Dengan pemahaman yang baik dan strategi trading yang teruji, Darvas Box Theory dapat menjadi alat yang ampuh untuk memanfaatkan volatilitas pasar dan meraih keuntungan yang konsisten.
Cara Menggunakan Darvas Box Theory
Darvas Box Theory digunakan untuk mengidentifikasi potensi tren naik atau turun dengan menganalisis pergerakan harga aset dalam rentang 'kotak' yang dibentuk oleh support dan resistance.
- 1Identifikasi aset yang menunjukkan pergerakan harga yang stabil dan membentuk rentang yang jelas (potensi kotak).
- 2Tentukan level support (batas bawah) dan resistance (batas atas) yang secara konsisten menahan pergerakan harga.
- 3Gambarlah 'kotak' pada grafik yang menghubungkan level support dan resistance tersebut.
- 4Pantau pergerakan harga. Jika harga menembus resistance, pertimbangkan untuk membuka posisi beli (long) dengan target profit yang lebih tinggi.
- 5Jika harga menembus support, pertimbangkan untuk keluar dari posisi beli atau membuka posisi jual (short) dengan target profit yang lebih rendah.
- 6Gunakan stop-loss di bawah support untuk posisi beli atau di atas resistance untuk posisi jual guna membatasi kerugian.
Contoh Penggunaan Darvas Box Theory dalam Trading
Misalkan saham ABCD bergerak sideways selama beberapa minggu, membentuk level resistance di Rp 1.000 dan support di Rp 900. Trader mengidentifikasi ini sebagai Darvas Box. Jika harga saham ABCD kemudian berhasil menembus Rp 1.000 dengan volume yang meningkat, ini bisa menjadi sinyal untuk membeli, dengan harapan harga akan melanjutkan tren naik dan membentuk kotak baru di level yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika harga turun menembus Rp 900, trader akan menganggap ini sebagai sinyal untuk menjual atau keluar dari posisi beli, mengantisipasi penurunan lebih lanjut.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Support dan Resistance, Breakout Trading, Chart Pattern, Moving Average, Technical Analysis, Trend Following
Pertanyaan Umum tentang Darvas Box Theory
Siapa yang mengembangkan Darvas Box Theory?
Darvas Box Theory dikembangkan oleh seorang penari dan trader saham bernama Nicolas Darvas.
Apa yang dimaksud dengan 'kotak' dalam Darvas Box Theory?
Kotak dalam Darvas Box Theory adalah rentang pergerakan harga aset yang dibatasi oleh level support dan resistance yang jelas, menandakan fase konsolidasi sebelum tren baru.
Kapan Darvas Box Theory paling efektif digunakan?
Teori ini paling efektif digunakan pada aset yang menunjukkan pergerakan harga yang stabil dan membentuk pola kotak yang jelas, serta saat pasar sedang dalam tren yang teridentifikasi.
Apakah Darvas Box Theory hanya berlaku untuk saham?
Meskipun awalnya dikembangkan untuk saham, Darvas Box Theory dapat diaplikasikan pada berbagai instrumen trading lainnya seperti forex, komoditas, dan indeks, asalkan menunjukkan pola pergerakan harga yang serupa.