4 menit baca 762 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Days Payable Outstanding

  • DPO adalah rasio keuangan yang mengukur rata-rata hari yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar tagihan pemasok.
  • Perhitungan DPO melibatkan hutang dagang dan pembelian harian, hasilnya dikonversi ke satuan hari.
  • Nilai DPO yang lebih tinggi menunjukkan perusahaan membutuhkan waktu lebih lama untuk membayar hutangnya.
  • Analisis DPO membantu investor dan trader mengevaluasi manajemen kas dan efisiensi pembayaran hutang perusahaan.
  • Konsistensi DPO yang tinggi, terutama jika sesuai standar industri, dapat mencerminkan manajemen keuangan yang efisien.

📑 Daftar Isi

Apa itu Days Payable Outstanding?

Days Payable Outstanding adalah Days Payable Outstanding (DPO) mengukur rata-rata waktu perusahaan membayar hutang ke pemasok. DPO tinggi bisa menandakan efisiensi kas.

Penjelasan Lengkap tentang Days Payable Outstanding

Days Payable Outstanding (DPO), atau sering disingkat sebagai DPO, adalah sebuah indikator keuangan krusial yang digunakan dalam analisis bisnis, investasi, dan bahkan dalam konteks trading. Rasio ini secara spesifik mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk melunasi kewajiban pembayaran kepada para pemasok atau vendornya. Dengan kata lain, DPO mencerminkan seberapa efektif perusahaan dalam mengelola waktu pembayaran hutang dagangnya.

Bagaimana DPO Dihitung?

Perhitungan DPO umumnya dilakukan dengan rumus:

DPO = (Total Hutang Dagang / Jumlah Pembelian Harian)

Dimana:

  • Total Hutang Dagang (Accounts Payable): Merupakan total jumlah uang yang terutang oleh perusahaan kepada pemasok untuk barang atau jasa yang telah diterima tetapi belum dibayar.
  • Jumlah Pembelian Harian: Adalah total nilai pembelian barang atau jasa yang dilakukan perusahaan setiap hari. Ini sering dihitung dengan membagi total pembelian kredit selama periode tertentu (misalnya, setahun) dengan jumlah hari dalam periode tersebut.

Hasil dari perhitungan ini kemudian dikonversikan ke dalam satuan waktu hari. Semakin tinggi nilai DPO, semakin lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menyelesaikan pembayaran kepada pemasoknya.

Implikasi Nilai DPO

  • DPO Tinggi: Secara umum, nilai DPO yang tinggi dapat diinterpretasikan sebagai indikasi positif bahwa perusahaan mampu menunda pembayaran kepada pemasok dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini berpotensi meningkatkan arus kas perusahaan dalam jangka pendek, memberikan fleksibilitas finansial, dan mengurangi kebutuhan akan pendanaan eksternal. Namun, DPO yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan finansial perusahaan atau potensi hubungan yang buruk dengan pemasok.
  • DPO Rendah: Nilai DPO yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan membayar pemasoknya dengan cepat. Ini bisa mencerminkan kekuatan finansial perusahaan dan hubungan baik dengan pemasok, atau sebaliknya, bisa jadi perusahaan tidak memanfaatkan kesempatan untuk mengelola kasnya secara optimal.

Relevansi dalam Trading dan Investasi

Bagi para investor dan trader, analisis DPO memberikan wawasan berharga mengenai manajemen operasional dan keuangan suatu perusahaan. Dengan membandingkan DPO perusahaan dengan rata-rata industri atau pesaingnya, dapat dinilai seberapa efisien perusahaan tersebut dalam mengelola siklus pembayarannya. Konsistensi tingkat DPO yang berada dalam rentang yang wajar dan sesuai dengan norma industri dapat menjadi tanda manajemen yang cakap dalam mengelola pembayaran hutang, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas dan profitabilitas perusahaan.

Cara Menggunakan Days Payable Outstanding

Investor dan trader menggunakan DPO untuk menilai efisiensi manajemen kas perusahaan dan potensi risiko likuiditas.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi laporan keuangan perusahaan (neraca dan laporan laba rugi) untuk menemukan data Hutang Dagang dan Pembelian.
  2. 2Langkah 2: Hitung rata-rata pembelian harian perusahaan berdasarkan data pembelian selama periode tertentu.
  3. 3Langkah 3: Hitung DPO menggunakan rumus: (Total Hutang Dagang / Jumlah Pembelian Harian).
  4. 4Langkah 4: Bandingkan DPO perusahaan dengan rata-rata industri atau pesaing untuk mendapatkan konteks. Analisis tren DPO dari waktu ke waktu juga penting.

Contoh Penggunaan Days Payable Outstanding dalam Trading

Misalkan Perusahaan A memiliki Total Hutang Dagang sebesar Rp 500 Miliar dan rata-rata pembelian hariannya adalah Rp 5 Miliar. Maka, DPO Perusahaan A adalah (Rp 500 Miliar / Rp 5 Miliar) = 100 hari. Ini berarti Perusahaan A rata-rata membutuhkan 100 hari untuk membayar tagihan kepada pemasoknya. Jika rata-rata industri adalah 60 hari, DPO Perusahaan A yang 100 hari menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menunda pembayaran, yang berpotensi meningkatkan arus kasnya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Hutang Dagang, Arus Kas, Likuiditas, Analisis Rasio Keuangan, Manajemen Modal Kerja, Pembelian Kredit

Pertanyaan Umum tentang Days Payable Outstanding

Apakah DPO yang tinggi selalu baik?

Tidak selalu. DPO yang sangat tinggi bisa mengindikasikan kesulitan keuangan atau hubungan yang buruk dengan pemasok. Penting untuk menganalisisnya dalam konteks industri dan tren perusahaan.

Bagaimana DPO berbeda dengan DSI (Days Sales Outstanding)?

DPO mengukur waktu pembayaran ke pemasok, sedangkan DSI mengukur waktu penagihan pembayaran dari pelanggan. Keduanya adalah bagian dari siklus konversi kas.

Faktor apa saja yang mempengaruhi DPO?

Faktor-faktor yang mempengaruhi DPO antara lain negosiasi dengan pemasok, kebijakan pembayaran perusahaan, kondisi industri, dan kesehatan finansial perusahaan.