4 menit baca 785 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Death Cross

  • Death Cross adalah indikator teknis yang menunjukkan potensi pembalikan tren menjadi bearish.
  • Terjadi ketika Moving Average (MA) jangka pendek memotong MA jangka panjang dari atas ke bawah.
  • Biasanya menggunakan MA 50 hari dan MA 200 hari sebagai acuan utama.
  • Dianggap sebagai sinyal jual oleh sebagian trader, namun bisa juga menjadi sinyal palsu.
  • Perlu dikonfirmasi dengan indikator lain dan analisis fundamental sebelum membuat keputusan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Death Cross?

Death Cross adalah Death Cross adalah sinyal penurunan harga jangka panjang di mana Moving Average 50 hari melintasi di bawah Moving Average 200 hari, menandakan potensi tren bearish.

Penjelasan Lengkap tentang Death Cross

Dalam dunia analisis teknis trading forex, Death Cross adalah sebuah pola grafik yang sangat diperhatikan oleh para trader. Istilah ini merujuk pada sebuah peristiwa ketika moving average (MA) jangka pendek, yang paling umum digunakan adalah MA 50 hari, secara signifikan memotong (melintasi) moving average (MA) jangka panjang, biasanya MA 200 hari, dari arah atas ke bawah.

Makna dan Implikasi Death Cross

Persilangan ini secara umum dianggap sebagai sinyal bearish yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa momentum harga aset tersebut telah bergeser dari tren naik (bullish) atau sideways menjadi tren turun (bearish) yang berpotensi berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang. Bagi banyak investor dan trader, Death Cross menjadi pemicu untuk mempertimbangkan posisi jual (sell) atau mengurangi eksposur pada aset tersebut.

Bagaimana Death Cross Terbentuk?

Pembentukan Death Cross melibatkan pergerakan harga aset yang telah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir, menyebabkan MA jangka pendek yang lebih responsif terhadap perubahan harga bergerak turun lebih cepat daripada MA jangka panjang yang lebih halus. Ketika MA jangka pendek akhirnya memotong MA jangka panjang dari atas, ini menandakan bahwa tren harga yang lebih rendah telah menguasai pasar.

Pentingnya Konfirmasi

Meskipun Death Cross sering dianggap sebagai indikator yang andal, penting untuk diingat bahwa tidak ada indikator teknis yang sempurna. Death Cross dapat menghasilkan sinyal palsu (false signal), di mana harga kemudian berbalik arah dan melanjutkan tren naik. Oleh karena itu, para trader profesional biasanya tidak hanya mengandalkan Death Cross semata. Mereka akan mencari konfirmasi dari indikator teknis lainnya, seperti:

  • Volume Perdagangan: Peningkatan volume saat persilangan terjadi dapat memperkuat sinyal Death Cross.
  • Indikator Momentum: Seperti RSI (Relative Strength Index) atau MACD (Moving Average Convergence Divergence) yang juga menunjukkan pelemahan.
  • Pola Grafik Lainnya: Formasi candlestick atau pola grafik lain yang mengkonfirmasi tren turun.
  • Analisis Fundamental: Berita ekonomi, data makroekonomi, atau peristiwa penting lainnya yang dapat memengaruhi sentimen pasar.

Dengan menggabungkan Death Cross dengan alat analisis lainnya, trader dapat meningkatkan probabilitas keberhasilan dalam mengambil keputusan trading yang lebih tepat.

Cara Menggunakan Death Cross

Death Cross digunakan sebagai sinyal potensial untuk memprediksi tren penurunan harga jangka panjang, mendorong trader untuk mempertimbangkan strategi jual atau menghindari posisi beli.

  1. 1Identifikasi grafik harga aset yang Anda tradingkan.
  2. 2Tambahkan indikator Moving Average 50 hari dan Moving Average 200 hari pada grafik tersebut.
  3. 3Pantau pergerakan kedua garis MA. Cari momen ketika MA 50 hari melintasi MA 200 hari dari atas ke bawah.
  4. 4Ketika Death Cross terkonfirmasi, pertimbangkan untuk membuka posisi jual (short) atau menutup posisi beli (long) yang sudah ada.
  5. 5Cari konfirmasi dari indikator lain atau analisis fundamental sebelum mengambil keputusan akhir untuk meminimalkan risiko sinyal palsu.

Contoh Penggunaan Death Cross dalam Trading

Misalnya, pada grafik pasangan mata uang EUR/USD, jika Moving Average 50 hari melintasi di bawah Moving Average 200 hari, ini bisa menjadi sinyal bahwa EUR/USD berpotensi mengalami tren penurunan dalam beberapa minggu atau bulan ke depan. Trader yang melihat ini mungkin akan menjual EUR/USD atau menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum masuk posisi jual.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Moving Average, Analisis Teknikal, Sinyal Bearish, Tren Turun, Golden Cross, Indikator Forex

Pertanyaan Umum tentang Death Cross

Apa perbedaan antara Death Cross dan Golden Cross?

Death Cross adalah sinyal penurunan harga (bearish) ketika MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari atas ke bawah. Sebaliknya, Golden Cross adalah sinyal kenaikan harga (bullish) ketika MA jangka pendek memotong MA jangka panjang dari bawah ke atas.

Apakah Death Cross selalu akurat?

Tidak, Death Cross bukanlah indikator yang 100% akurat. Terkadang, Death Cross bisa menjadi sinyal palsu yang diikuti oleh pembalikan tren harga. Penting untuk selalu mencari konfirmasi dari indikator lain.

Moving Average periode berapa yang paling umum digunakan untuk Death Cross?

Periode yang paling umum digunakan untuk Death Cross adalah Moving Average 50 hari sebagai MA jangka pendek dan Moving Average 200 hari sebagai MA jangka panjang. Namun, trader juga bisa menggunakan periode lain sesuai dengan strategi dan kerangka waktu trading mereka.