4 menit baca 813 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)
- DSCR mengevaluasi kemampuan peminjam melunasi pinjaman dari pendapatan operasional.
- Dihitung dengan membagi Pendapatan Operasi Bersih dengan Total Pembayaran Utang.
- Rasio DSCR yang lebih tinggi mengindikasikan kemampuan pembayaran utang yang lebih baik.
- Merupakan metrik penting untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan dan kecukupan arus kas.
- Perubahan DSCR dari waktu ke waktu memberikan sinyal penting bagi investor dan analis.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)?
Debt-Service Coverage Ratio (DSCR) adalah Debt-Service Coverage Ratio (DSCR) mengukur kemampuan peminjam membayar utang dari pendapatan operasi. Rasio tinggi menunjukkan kesehatan finansial yang kuat.
Penjelasan Lengkap tentang Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)
Apa itu Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)?
Debt-Service Coverage Ratio (DSCR) adalah rasio keuangan krusial yang berfungsi untuk mengukur seberapa efektif suatu entitas (perusahaan, individu, atau proyek) dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya menggunakan pendapatan operasional yang dihasilkan. Rasio ini secara fundamental menilai kemampuan peminjam untuk membayar kembali pinjaman, termasuk pokok dan bunga, dari hasil operasionalnya.
Bagaimana DSCR Dihitung?
Perhitungan DSCR relatif sederhana. Rumus dasarnya adalah:
DSCR = Pendapatan Operasi Bersih / Total Pembayaran Utang Periode Tertentu
- Pendapatan Operasi Bersih (Net Operating Income/NOI): Ini adalah pendapatan yang tersisa setelah mengurangi semua biaya operasional dari pendapatan kotor, namun sebelum memperhitungkan pembayaran bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Dalam konteks properti, ini bisa berarti pendapatan sewa setelah dikurangi biaya operasional properti.
- Total Pembayaran Utang Periode Tertentu: Ini mencakup seluruh pembayaran pokok pinjaman dan bunga yang jatuh tempo dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Mengapa DSCR Penting dalam Trading dan Investasi?
Dalam dunia trading dan investasi, DSCR menjadi salah satu indikator utama untuk menilai kesehatan keuangan sebuah perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Investor dan analis keuangan secara cermat memantau rasio ini karena beberapa alasan:
- Penilaian Risiko: DSCR yang tinggi menandakan bahwa perusahaan memiliki bantalan yang cukup untuk membayar utangnya, sehingga mengurangi risiko gagal bayar. Sebaliknya, DSCR yang rendah menunjukkan risiko yang lebih tinggi.
- Analisis Kinerja: Perubahan DSCR dari waktu ke waktu dapat memberikan gambaran tentang tren kinerja keuangan perusahaan. Peningkatan DSCR biasanya menunjukkan perbaikan, sementara penurunan tajam bisa menjadi sinyal peringatan dini adanya masalah keuangan.
- Keputusan Investasi: Informasi dari DSCR membantu investor dalam membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai apakah akan berinvestasi pada saham perusahaan, memberikan pinjaman, atau melakukan transaksi keuangan lainnya.
- Kecukupan Arus Kas: Rasio ini secara langsung mencerminkan kecukupan arus kas yang dihasilkan dari operasi untuk menutupi beban utang.
Interpretasi Nilai DSCR
- DSCR > 1: Perusahaan menghasilkan lebih banyak pendapatan operasional daripada yang dibutuhkan untuk membayar utangnya. Ini adalah kondisi yang sehat.
- DSCR = 1: Perusahaan menghasilkan pendapatan operasional tepat sebesar yang dibutuhkan untuk membayar utangnya. Ini menunjukkan keseimbangan yang ketat dan sedikit ruang untuk kesalahan.
- DSCR < 1: Perusahaan tidak menghasilkan cukup pendapatan operasional untuk menutupi pembayaran utangnya. Ini adalah indikasi masalah keuangan serius dan risiko gagal bayar yang tinggi.
Secara umum, semakin tinggi nilai DSCR, semakin kuat posisi keuangan perusahaan dan semakin besar kepercayaan yang dapat diberikan oleh kreditur dan investor.
Cara Menggunakan Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)
DSCR digunakan oleh analis dan investor untuk menilai risiko kredit dan kesehatan keuangan perusahaan, serta untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam membayar utangnya di masa depan.
- 1Langkah 1: Identifikasi Pendapatan Operasi Bersih (NOI) perusahaan dalam periode waktu tertentu.
- 2Langkah 2: Tentukan Total Pembayaran Utang (pokok dan bunga) yang jatuh tempo dalam periode yang sama.
- 3Langkah 3: Hitung DSCR dengan membagi NOI dengan Total Pembayaran Utang.
- 4Langkah 4: Interpretasikan hasil DSCR. Nilai di atas 1 menunjukkan kemampuan yang baik, sementara nilai di bawah 1 mengindikasikan risiko.
Contoh Penggunaan Debt-Service Coverage Ratio (DSCR) dalam Trading
Misalkan sebuah perusahaan properti memiliki Pendapatan Operasi Bersih (NOI) sebesar Rp 1.000.000.000 dalam setahun. Total pembayaran utang (pokok dan bunga KPR) yang harus dibayar dalam tahun yang sama adalah Rp 600.000.000. Maka, DSCR perusahaan tersebut adalah:DSCR = Rp 1.000.000.000 / Rp 600.000.000 = 1.67
Nilai DSCR sebesar 1.67 berarti perusahaan menghasilkan pendapatan operasional 1.67 kali lebih besar dari yang dibutuhkan untuk membayar utangnya. Ini menunjukkan kesehatan finansial yang kuat dan kemampuan yang baik untuk memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pendapatan Operasi Bersih, Arus Kas, Rasio Keuangan, Analisis Fundamental, Risiko Kredit, Gagal Bayar
Pertanyaan Umum tentang Debt-Service Coverage Ratio (DSCR)
Apakah DSCR hanya digunakan untuk perusahaan besar?
Tidak, DSCR dapat digunakan untuk berbagai jenis entitas, termasuk perusahaan kecil, properti investasi, hingga proyek-proyek spesifik yang memiliki arus kas dan kewajiban utang.
Berapa nilai DSCR yang dianggap ideal?
Secara umum, DSCR di atas 1.25 hingga 1.5 dianggap sehat oleh banyak pemberi pinjaman. Namun, 'ideal' dapat bervariasi tergantung pada industri, jenis pinjaman, dan profil risiko peminjam.
Apa perbedaan DSCR dengan rasio cakupan bunga (Interest Coverage Ratio/ICR)?
DSCR mencakup pembayaran pokok dan bunga, sedangkan ICR hanya mencakup pembayaran bunga. DSCR memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kemampuan peminjam untuk membayar seluruh kewajiban utangnya.