4 menit baca 831 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Deferred Acquisition Costs (DAC)
- DAC adalah biaya akuisisi yang dicatat di masa depan, bukan saat terjadi.
- Umumnya terkait dengan biaya provisi agen/broker dalam produk asuransi dan investasi.
- Memiliki manfaat jangka panjang karena pendapatan dicatat seiring waktu.
- Mempengaruhi laporan laba rugi, neraca, dan rasio keuangan perusahaan.
- Penting dipahami bagi investor di sektor asuransi dan investasi.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Deferred Acquisition Costs (DAC)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Deferred Acquisition Costs (DAC)?
Deferred Acquisition Costs (DAC) adalah Biaya akuisisi yang ditangguhkan (DAC) adalah biaya yang dibayarkan di muka untuk akuisisi produk/jasa, namun dicatat dalam laporan keuangan selama periode waktu tertentu.
Penjelasan Lengkap tentang Deferred Acquisition Costs (DAC)
Apa itu Deferred Acquisition Costs (DAC)?
Deferred Acquisition Costs (DAC) atau Biaya Akuisisi yang Ditangguhkan merujuk pada biaya-biaya yang timbul dari proses akuisisi atau penjualan suatu produk atau jasa, namun alokasi pencatatannya tidak dilakukan pada periode terjadinya biaya tersebut. Sebaliknya, biaya-biaya ini dibukukan atau diakui dalam laporan keuangan perusahaan secara bertahap selama periode waktu di masa depan. Konsep ini sangat relevan dalam industri yang melibatkan kontrak jangka panjang, seperti asuransi dan investasi.
DAC dalam Konteks Investasi dan Asuransi
Dalam dunia investasi, khususnya yang berkaitan dengan produk asuransi atau investasi, DAC mencakup biaya-biaya yang dibayarkan di muka saat penjualan produk. Namun, alih-alih langsung dibebankan sebagai pengeluaran pada periode penjualan, biaya ini akan diakui dalam laporan keuangan selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini biasanya disesuaikan dengan durasi polis asuransi atau masa berlaku kontrak investasi.
Contoh Umum DAC: Biaya Provisi Agen/Broker
Salah satu bentuk DAC yang paling umum ditemui adalah biaya provisi yang dibayarkan kepada agen atau broker. Biaya ini diberikan sebagai insentif kepada pihak yang berhasil menjual produk asuransi atau investasi. Perhitungan biaya provisi ini seringkali didasarkan pada persentase dari total premi yang dibayarkan nasabah atau nilai investasi. Perusahaan membayar biaya ini kepada agen/broker segera setelah transaksi penjualan terjadi. Namun, secara akuntansi, biaya provisi ini tidak langsung dibebankan pada laporan laba rugi saat itu juga. Sebaliknya, biaya tersebut akan diakui secara bertahap sebagai pengeluaran selama periode kontrak atau masa pembayaran premi berlangsung.
Manfaat Jangka Panjang DAC
Meskipun DAC merupakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan di awal, konsep ini memiliki nilai manfaat jangka panjang. Dengan menangguhkan pencatatan biaya, perusahaan dapat mencerminkan secara lebih akurat pendapatan yang akan diterima di masa depan dari produk atau jasa yang telah diakuisisi. Ini menciptakan hubungan yang lebih baik antara biaya dan pendapatan yang dihasilkan seiring berjalannya waktu, serta memberikan gambaran yang lebih stabil terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Dampak DAC pada Laporan Keuangan
Memahami konsep DAC sangat krusial, terutama bagi para investor yang menganalisis kesehatan finansial perusahaan, khususnya di sektor asuransi dan investasi. DAC memiliki implikasi signifikan terhadap:
- Laporan Laba Rugi: Pencatatan DAC yang ditangguhkan akan mempengaruhi besaran laba bersih yang dilaporkan pada setiap periode.
- Neraca: Aset yang mewakili biaya akuisisi yang ditangguhkan akan tercatat di sisi aset neraca.
- Rasio Keuangan: DAC dapat mempengaruhi berbagai rasio keuangan penting, seperti rasio kewajiban (liabilitas) dan rasio solvabilitas, yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.
Oleh karena itu, analisis yang cermat terhadap perlakuan akuntansi DAC sangat penting untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai profitabilitas dan stabilitas keuangan suatu perusahaan.
Cara Menggunakan Deferred Acquisition Costs (DAC)
Bagi investor, memahami DAC membantu dalam menganalisis laporan keuangan perusahaan asuransi dan investasi, serta menilai profitabilitas jangka panjang mereka.
- 1Identifikasi perusahaan di sektor asuransi atau investasi yang melaporkan DAC.
- 2Periksa catatan atas laporan keuangan untuk memahami kebijakan akuntansi terkait DAC.
- 3Analisis bagaimana DAC mempengaruhi laba bersih dan aset perusahaan dari waktu ke waktu.
- 4Bandingkan praktik pencatatan DAC antar perusahaan sejenis untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas.
Contoh Penggunaan Deferred Acquisition Costs (DAC) dalam Trading
Sebuah perusahaan asuransi menjual polis baru dengan premi tahunan Rp 10.000.000. Perusahaan membayar provisi kepada agen sebesar 15% atau Rp 1.500.000 saat penjualan. Alih-alih langsung membebankan Rp 1.500.000 di tahun pertama, perusahaan mencatatnya sebagai Deferred Acquisition Costs (DAC) dan mengalokasikannya selama masa polis, misalnya 10 tahun. Ini berarti setiap tahun, perusahaan akan membebankan Rp 150.000 dari DAC tersebut ke laporan laba rugi, sementara sisa saldo DAC tetap tercatat sebagai aset yang ditangguhkan di neraca hingga habis dialokasikan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Biaya Akuisisi, Provisi Agen, Industri Asuransi, Industri Investasi, Laporan Keuangan, Akuntansi Akrual
Pertanyaan Umum tentang Deferred Acquisition Costs (DAC)
Apakah DAC hanya berlaku untuk industri asuransi?
Tidak, DAC juga umum ditemui pada industri lain yang memiliki biaya akuisisi yang dibayarkan di muka untuk produk atau jasa dengan manfaat jangka panjang, seperti beberapa jenis investasi atau langganan berjangka panjang.
Bagaimana DAC mempengaruhi profitabilitas perusahaan?
DAC mempengaruhi profitabilitas dengan menunda pengakuan biaya. Ini membuat laba di periode awal penjualan tampak lebih tinggi, namun biaya tersebut tetap diakui seiring waktu, memberikan gambaran profitabilitas yang lebih realistis dalam jangka panjang.
Apakah DAC merupakan aset atau liabilitas?
DAC pada dasarnya adalah aset yang ditangguhkan. Ini merepresentasikan biaya yang telah dikeluarkan tetapi diharapkan memberikan manfaat pendapatan di masa depan. Saldo DAC tercatat di sisi aset neraca.