3 menit baca 659 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Delisting
- Delisting adalah proses keluarnya saham perusahaan dari bursa efek.
- Penyebab umum delisting meliputi akuisisi, kebangkrutan, atau pelanggaran aturan bursa.
- Delisting mengurangi likuiditas dan akses informasi saham, menyulitkan perdagangan.
- Investor dapat mengalami kerugian signifikan akibat delisting, terutama jika perusahaan bangkrut.
- Penting bagi investor untuk memahami risiko delisting sebelum berinvestasi.
📑 Daftar Isi
Apa itu Delisting?
Delisting adalah Delisting adalah penghapusan pencatatan saham perusahaan dari bursa efek, yang bisa disebabkan akuisisi, kebangkrutan, atau tidak memenuhi syarat bursa.
Penjelasan Lengkap tentang Delisting
Apa Itu Delisting?
Delisting, dalam konteks pasar modal dan trading forex, merujuk pada tindakan penghapusan pencatatan (listing) saham sebuah perusahaan dari papan perdagangan bursa efek resmi. Proses ini menandakan bahwa saham perusahaan tersebut tidak lagi dapat diperdagangkan secara publik di bursa yang bersangkutan.
Mengapa Perusahaan Melakukan Delisting?
Terdapat beberapa alasan utama mengapa sebuah perusahaan dapat mengalami delisting:
- Akuisisi: Ketika sebuah perusahaan diakuisisi oleh perusahaan lain, saham perusahaan yang diakuisisi biasanya akan dihapus dari bursa.
- Kebangkrutan: Jika sebuah perusahaan dinyatakan bangkrut dan tidak mampu melanjutkan operasinya, sahamnya kemungkinan besar akan di-delisting.
- Tidak Memenuhi Persyaratan Bursa: Setiap bursa efek memiliki aturan dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh perusahaan tercatat, seperti batas minimum kapitalisasi pasar, jumlah saham beredar, atau kewajiban pelaporan keuangan. Kegagalan memenuhi persyaratan ini dapat berujung pada delisting.
- Permintaan Perusahaan (Voluntary Delisting): Terkadang, perusahaan memilih untuk melakukan delisting secara sukarela, misalnya untuk mengurangi beban biaya pencatatan atau untuk melakukan restrukturisasi.
Dampak Delisting Terhadap Investor dan Pasar
Delisting memiliki implikasi signifikan bagi para investor dan likuiditas saham:
- Menurunnya Likuiditas: Saham yang sudah tidak terdaftar di bursa akan jauh lebih sulit untuk diperjualbelikan. Akses terhadap informasi perusahaan juga menjadi lebih terbatas, yang secara drastis mengurangi minat pembeli dan penjual.
- Potensi Kerugian Besar: Bagi investor yang memegang saham perusahaan yang di-delisting, terutama karena kebangkrutan, kerugian bisa sangat besar. Dalam kasus terburuk, nilai saham bisa menjadi nol, yang berarti hilangnya seluruh investasi.
- Pembatasan Akses Informasi: Perusahaan yang di-delisting tidak lagi wajib melaporkan kinerja keuangan dan operasionalnya secara publik kepada bursa, membuat investor kesulitan memantau perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, sangat krusial bagi para pelaku pasar, termasuk trader forex yang mungkin bersinggungan dengan saham terkait atau perusahaan yang memiliki eksposur ke pasar saham, untuk selalu melakukan riset mendalam dan memahami potensi risiko yang melekat pada setiap investasi, termasuk risiko delisting.
Cara Menggunakan Delisting
Memahami delisting membantu investor mengelola risiko dan membuat keputusan investasi yang lebih bijak.
- 1Langkah 1: Pantau kesehatan finansial dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan bursa.
- 2Langkah 2: Perhatikan berita terkait potensi akuisisi, merger, atau masalah hukum yang dihadapi perusahaan.
- 3Langkah 3: Diversifikasi portofolio investasi untuk mengurangi dampak kerugian dari satu saham.
- 4Langkah 4: Lakukan riset mendalam mengenai prospek jangka panjang perusahaan sebelum berinvestasi.
Contoh Penggunaan Delisting dalam Trading
Seorang investor membeli saham PT ABC karena prospek bisnisnya cerah. Namun, setelah beberapa waktu, PT ABC diakuisisi oleh perusahaan multinasional. Sesuai prosedur, saham PT ABC kemudian di-delisting dari bursa. Investor tersebut kini tidak dapat lagi menjual sahamnya dengan mudah di pasar sekunder, dan nilai sahamnya mungkin berubah mengikuti struktur akuisisi yang baru, atau bahkan menjadi tidak likuid jika perusahaan pengakuisisi tidak melanjutkan pencatatan di bursa yang sama.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Bursa Efek Indonesia (BEI), Likuiditas Saham, IPO (Initial Public Offering), Saham, Investor, Kapitalisasi Pasar, Voluntary Delisting
Pertanyaan Umum tentang Delisting
Apa perbedaan antara delisting dan suspensi saham?
Suspensi saham adalah penghentian sementara perdagangan saham oleh bursa, biasanya karena adanya isu yang perlu diklarifikasi. Delisting adalah penghapusan permanen pencatatan saham dari bursa.
Apakah semua delisting menyebabkan kerugian bagi investor?
Tidak selalu. Jika delisting terjadi karena akuisisi dengan harga penawaran yang menarik, investor mungkin justru mendapatkan keuntungan. Namun, delisting akibat kebangkrutan hampir pasti menyebabkan kerugian.
Bagaimana cara mengetahui perusahaan yang berisiko di-delisting?
Investor dapat memantau laporan keuangan perusahaan, berita mengenai masalah hukum atau finansial, serta memantau pengumuman bursa terkait peringatan atau suspensi saham.