4 menit baca 821 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Delivered at Frontier (DAF)

  • DAF adalah syarat pengiriman internasional yang membagi tanggung jawab antara penjual dan pembeli di batas negara.
  • Penjual bertanggung jawab atas pengiriman barang hingga garis batas negara yang disepakati.
  • Pembeli mengambil alih semua biaya dan risiko setelah barang melewati garis batas negara.
  • Memahami DAF penting bagi investor yang terlibat dalam perdagangan internasional untuk memperhitungkan biaya dan logistik.
  • Kondisi DAF bisa menguntungkan penjual jika lokasi tujuan akhir sangat terpencil atau sulit dijangkau.

📑 Daftar Isi

Apa itu Delivered at Frontier (DAF)?

Delivered at Frontier (DAF) adalah Delivered at Frontier (DAF) adalah incoterm perdagangan internasional di mana penjual menanggung biaya dan risiko hingga barang tiba di batas negara, setelah itu tanggung jawab beralih ke pembeli.

Penjelasan Lengkap tentang Delivered at Frontier (DAF)

Apa itu Delivered at Frontier (DAF)?

Delivered at Frontier (DAF), atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai 'Diserahkan di Perbatasan', adalah salah satu dari 13 Incoterms (International Commercial Terms) yang diterbitkan oleh Kamar Dagang Internasional (ICC). Istilah ini secara spesifik mendefinisikan persyaratan, biaya, dan tanggung jawab penjual serta pembeli dalam proses pengiriman barang melalui perdagangan internasional.

Tanggung Jawab Penjual dalam DAF

Dalam kontrak yang menggunakan DAF, penjual memiliki kewajiban untuk mengatur dan menanggung semua biaya pengiriman barang hingga mencapai 'frontier' atau 'perbatasan' yang telah disepakati bersama. Perbatasan ini bisa berupa batas darat antar negara, atau titik penyerahan di pelabuhan atau bandara negara tujuan sebelum barang melewati bea cukai negara pembeli.

Tanggung Jawab Pembeli dalam DAF

Begitu barang tiba di perbatasan yang telah ditentukan, semua tanggung jawab, risiko, dan biaya pengiriman selanjutnya sepenuhnya beralih kepada pembeli. Ini mencakup biaya bea cukai impor, pajak, pengangkutan dari perbatasan ke tujuan akhir, serta asuransi untuk pengiriman domestik.

Keuntungan dan Pertimbangan DAF

  • Bagi Penjual: DAF bisa sangat menguntungkan jika penjual ingin membatasi tanggung jawabnya hanya sampai titik penyerahan di perbatasan. Ini sangat berguna jika tujuan akhir pembeli berada di lokasi yang sangat terpencil, sulit dijangkau, atau memerlukan logistik yang rumit di negara tujuan.
  • Bagi Pembeli: Pembeli perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang proses kepabeanan impor, regulasi, dan jaringan transportasi domestik di negara tujuan. Pembeli juga harus siap untuk menanggung biaya tambahan yang signifikan setelah barang tiba di perbatasan.

Relevansi dalam Trading dan Investasi

Bagi para trader dan investor yang terlibat dalam transaksi internasional, memahami terminologi seperti DAF sangat krusial. Pengetahuan ini memungkinkan mereka untuk:

  • Memperkirakan total biaya pengiriman secara akurat.
  • Memahami siapa yang menanggung risiko pada setiap tahapan pengiriman.
  • Merencanakan logistik dan kepabeanan dengan lebih baik.
  • Menghindari kesalahpahaman yang dapat menyebabkan biaya tak terduga atau penundaan.

Penting bagi semua pihak untuk meninjau dan memahami dengan jelas semua klausul dalam kontrak DAF sebelum transaksi diselesaikan untuk memastikan kelancaran proses perdagangan.

Cara Menggunakan Delivered at Frontier (DAF)

Dalam konteks trading atau investasi, memahami DAF membantu dalam menganalisis biaya total, risiko, dan logistik pengiriman internasional.

  1. 1Identifikasi apakah kontrak pengiriman menggunakan DAF.
  2. 2Tentukan titik perbatasan spesifik yang menjadi batas tanggung jawab penjual.
  3. 3Hitung dan alokasikan semua biaya yang akan ditanggung pembeli setelah barang mencapai perbatasan (bea cukai, pajak, transportasi domestik, dll.).
  4. 4Perhitungkan risiko yang beralih ke pembeli setelah penyerahan di perbatasan.
  5. 5Pastikan memiliki jaringan logistik dan kepabeanan yang memadai di negara tujuan jika Anda adalah pembeli.

Contoh Penggunaan Delivered at Frontier (DAF) dalam Trading

Misalkan sebuah perusahaan di Indonesia (Pembeli) membeli mesin dari perusahaan di Jerman (Penjual) dengan syarat Delivered at Frontier (DAF), dan titik perbatasan yang disepakati adalah pelabuhan di Singapura. Penjual Jerman akan menanggung semua biaya pengiriman mesin dari Jerman hingga tiba di pelabuhan Singapura. Begitu mesin tiba di pelabuhan Singapura, tanggung jawab dan biaya selanjutnya (termasuk bea masuk Singapura, pengangkutan dari Singapura ke Indonesia, dan bea masuk Indonesia) menjadi tanggung jawab penuh pembeli Indonesia. Pembeli Indonesia harus mengatur kapal atau kargo untuk melanjutkan pengiriman dari Singapura ke Indonesia dan mengurus semua dokumen kepabeanan di kedua negara.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Incoterms, Perdagangan Internasional, Bea Cukai, Logistik, Syarat Pengiriman, FOB (Free On Board), CIF (Cost, Insurance, Freight)

Pertanyaan Umum tentang Delivered at Frontier (DAF)

Apakah DAF masih relevan digunakan saat ini?

DAF adalah salah satu Incoterms yang lebih tua. Namun, sejak Incoterms 2010, DAF telah digantikan oleh dua aturan baru: DAP (Delivered at Place) dan DAT (Delivered at Terminal). Meskipun demikian, pemahaman tentang DAF tetap penting karena banyak kontrak lama masih mengacu padanya, dan prinsip pembagian tanggung jawab di perbatasan masih tercermin dalam aturan yang lebih baru.

Siapa yang bertanggung jawab atas asuransi dalam DAF?

Dalam DAF, penjual bertanggung jawab atas asuransi hingga barang tiba di perbatasan. Setelah itu, pembeli bertanggung jawab untuk mengasuransikan barang selama sisa perjalanan ke tujuan akhir.

Bagaimana DAF berbeda dengan FOB?

Perbedaan utama terletak pada titik penyerahan tanggung jawab. Dalam FOB, tanggung jawab penjual beralih saat barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal. Dalam DAF, tanggung jawab penjual beralih saat barang mencapai perbatasan negara tujuan.