4 menit baca 747 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Delivered Duty Paid (DDP)

  • Penjual bertanggung jawab penuh atas pengiriman, termasuk bea masuk, pajak, dan biaya lainnya.
  • Pembeli menerima barang di lokasi tujuan tanpa perlu mengurus formalitas impor atau biaya tambahan.
  • Penjual harus memperhitungkan seluruh biaya dan risiko dalam penetapan harga jual.
  • DDP menawarkan kenyamanan maksimal bagi pembeli dan nilai tambah dari sisi penjual.

📑 Daftar Isi

Apa itu Delivered Duty Paid (DDP)?

Delivered Duty Paid (DDP) adalah Delivered Duty Paid (DDP) adalah syarat pengiriman di mana penjual menanggung semua biaya dan risiko hingga barang diterima pembeli di lokasi tujuan.

Penjelasan Lengkap tentang Delivered Duty Paid (DDP)

Apa Itu Delivered Duty Paid (DDP)?

Delivered Duty Paid (DDP), atau dalam Bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai 'Dikirim dengan Bea Dibayar', adalah salah satu syarat pengiriman internasional yang paling komprehensif. Dalam konteks trading dan investasi, DDP menempatkan tanggung jawab terbesar pada penjual.

Penjual yang menggunakan DDP bertanggung jawab penuh atas pengiriman barang dari titik asal hingga sampai di tangan pembeli di lokasi tujuan yang telah disepakati. Ini mencakup tidak hanya biaya transportasi, tetapi juga semua biaya terkait impor, seperti:

  • Bea masuk (duty)
  • Pajak pertambahan nilai (PPN) atau pajak impor lainnya
  • Biaya kepabeanan (customs clearance)
  • Biaya penanganan di pelabuhan atau bandara tujuan
  • Biaya transportasi domestik hingga lokasi pembeli

Dengan DDP, pembeli dapat menerima barang tanpa perlu repot mengurus dokumen impor, membayar bea, atau menangani prosedur kepabeanan. Semua kerumitan dan biaya tersebut sudah ditanggung oleh penjual.

Keuntungan dan Risiko DDP

Keuntungan bagi Pembeli:

  • Kemudahan Maksimal: Pembeli tidak perlu terlibat dalam proses impor yang kompleks.
  • Biaya Terprediksi: Harga yang dibayar pembeli sudah final, tidak ada biaya tak terduga.
  • Mengurangi Risiko: Penjual yang menanggung risiko keterlambatan atau masalah kepabeanan.

Keuntungan bagi Penjual:

  • Diferensiasi Produk/Layanan: Menawarkan nilai tambah yang signifikan kepada pelanggan.
  • Kontrol Lebih Besar: Memastikan kelancaran pengiriman hingga tujuan akhir.

Risiko bagi Penjual:

  • Perhitungan Biaya yang Akurat: Penjual harus cermat dalam memperkirakan semua biaya, termasuk potensi kenaikan tarif bea masuk atau pajak, serta biaya pengiriman yang fluktuatif.
  • Manajemen Waktu: Keterlambatan dalam proses kepabeanan atau transportasi dapat menimbulkan biaya tambahan atau ketidakpuasan pelanggan.
  • Perbedaan Regulasi: Memahami dan mematuhi regulasi impor di negara tujuan yang bisa sangat bervariasi.

Karena tanggung jawab yang besar, penjual yang menawarkan DDP biasanya akan memasukkan seluruh estimasi biaya dan risiko ini ke dalam harga jual barang. DDP seringkali menjadi pilihan bagi penjual yang ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan memberikan pengalaman pembelian yang mulus.

Cara Menggunakan Delivered Duty Paid (DDP)

Dalam trading, DDP digunakan sebagai syarat pengiriman dalam transaksi jual beli barang, terutama untuk impor, untuk menentukan siapa yang menanggung biaya dan risiko hingga barang diterima.

  1. 1Langkah 1: Dalam kontrak jual beli, sepakati penggunaan syarat DDP.
  2. 2Langkah 2: Penjual menghitung seluruh estimasi biaya pengiriman, bea masuk, pajak, dan biaya lainnya hingga barang sampai di lokasi pembeli.
  3. 3Langkah 3: Penjual memasukkan total biaya tersebut ke dalam harga jual barang kepada pembeli.
  4. 4Langkah 4: Penjual mengurus semua dokumen, pembayaran bea/pajak, dan logistik pengiriman hingga barang diterima oleh pembeli di lokasi tujuan.

Contoh Penggunaan Delivered Duty Paid (DDP) dalam Trading

Seorang importir di Indonesia ingin membeli mesin dari Jerman. Penjual di Jerman menawarkan harga €10.000 Delivered Duty Paid (DDP) ke pabrik importir di Surabaya. Ini berarti importir hanya perlu membayar €10.000, dan penjual Jerman akan menanggung semua biaya pengiriman, asuransi, bea masuk, PPN impor, serta biaya pengurusan kepabeanan di Indonesia hingga mesin tersebut tiba di pabrik di Surabaya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Incoterms, Free On Board (FOB), Cost, Insurance, and Freight (CIF), Bea Masuk, Pajak Impor, Logistik Internasional

Pertanyaan Umum tentang Delivered Duty Paid (DDP)

Apakah pembeli perlu membayar bea masuk jika menggunakan DDP?

Tidak, dengan DDP, penjual yang bertanggung jawab penuh untuk membayar semua bea masuk, pajak, dan biaya lainnya hingga barang sampai di lokasi pembeli.

Siapa yang menanggung risiko kerusakan barang dalam pengiriman DDP?

Dalam DDP, penjual menanggung risiko hingga barang diterima oleh pembeli. Jika terjadi kerusakan selama pengiriman, penjual yang bertanggung jawab untuk mengatasinya.

Kapan sebaiknya menggunakan syarat DDP?

DDP cocok digunakan ketika penjual ingin memberikan kemudahan maksimal kepada pembeli dan siap mengambil tanggung jawab penuh atas seluruh proses pengiriman dan biaya impor, serta ingin membedakan diri dari kompetitor.

Bagaimana DDP memengaruhi harga jual?

Penjual harus memperhitungkan semua biaya potensial (transportasi, bea, pajak, dll.) ke dalam harga jual. Oleh karena itu, harga dengan syarat DDP cenderung lebih tinggi dibandingkan syarat pengiriman lainnya seperti FOB atau CIF.