4 menit baca 814 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Delivered Ex Ship (DES)

  • Penjual menanggung biaya dan risiko pengiriman hingga barang tiba di pelabuhan tujuan.
  • Pembeli bertanggung jawab atas penerimaan barang dan biaya pemuatan di pelabuhan tujuan.
  • DES umum digunakan dalam perdagangan internasional, terutama untuk komoditas besar.
  • Pembeli mendapatkan keuntungan karena penjual mengurus sebagian besar detail logistik.
  • Risiko kehilangan atau kerusakan barang selama pengiriman sepenuhnya ditanggung penjual.

📑 Daftar Isi

Apa itu Delivered Ex Ship (DES)?

Delivered Ex Ship (DES) adalah Delivered Ex Ship (DES) adalah istilah pengiriman di mana penjual menanggung semua biaya dan risiko hingga barang tiba di pelabuhan tujuan pembeli.

Penjelasan Lengkap tentang Delivered Ex Ship (DES)

Apa itu Delivered Ex Ship (DES)?

Delivered Ex Ship (DES), atau dalam Bahasa Indonesia berarti 'Diserahkan di Atas Kapal', adalah sebuah istilah yang sering ditemui dalam konteks perdagangan internasional dan logistik, termasuk dalam lingkup trading atau investasi yang melibatkan pengiriman barang fisik. Istilah ini mengacu pada suatu metode pengiriman di mana penjual memiliki tanggung jawab penuh atas persiapan barang, pengurusan pengapalan, serta semua biaya dan risiko yang terkait dengan pengiriman hingga barang tersebut tiba di pelabuhan tujuan yang telah ditentukan oleh pembeli.

Peran dan Tanggung Jawab dalam DES

Dalam skema DES, tanggung jawab penjual sangat luas. Penjual tidak hanya harus menyiapkan barang sesuai pesanan, tetapi juga menanggung:

  • Biaya bongkar muat di pelabuhan asal.
  • Biaya sewa angkutan (kapal).
  • Biaya asuransi selama pengiriman.
  • Biaya pembongkaran di pelabuhan tujuan.
  • Semua risiko kehilangan, kerusakan, atau keterlambatan barang selama perjalanan hingga barang diserahkan di pelabuhan tujuan.

Sementara itu, pembeli memiliki tanggung jawab yang lebih sederhana. Pembeli hanya perlu siap menerima barang di pelabuhan tujuan dan menanggung biaya pemuatan barang dari kapal ke fasilitas penyimpanan atau transportasi darat setelah barang tiba. Pembeli juga bertanggung jawab atas bea masuk dan pajak impor jika berlaku di negara tujuan.

Keuntungan dan Penggunaan DES

Metode pengiriman DES memberikan keuntungan signifikan bagi pembeli, terutama bagi mereka yang mungkin tidak memiliki keahlian atau sumber daya untuk mengelola kompleksitas logistik internasional. Dengan DES, pembeli dapat fokus pada aspek bisnis lainnya, sementara penjual menangani sebagian besar detail operasional pengiriman. Hal ini menjadikan DES pilihan yang menarik untuk perdagangan internasional, khususnya untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, komoditas, atau ketika penjual adalah produsen besar yang memiliki infrastruktur logistik yang memadai.

Perbedaan dengan Istilah Lain

Penting untuk membedakan DES dengan istilah pengiriman lainnya seperti FOB (Free On Board) atau CIF (Cost, Insurance, Freight). Dalam FOB, tanggung jawab penjual berakhir saat barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal. Sedangkan dalam CIF, penjual menanggung biaya, asuransi, dan ongkos angkut hingga pelabuhan tujuan, namun risiko berpindah ke pembeli saat barang dimuat ke kapal. DES secara spesifik menempatkan risiko dan biaya hingga barang berada di atas kapal di pelabuhan tujuan, sebelum pembeli mengambil alih.

Cara Menggunakan Delivered Ex Ship (DES)

DES digunakan dalam perjanjian jual beli internasional untuk mendefinisikan secara jelas siapa yang bertanggung jawab atas biaya dan risiko selama proses pengiriman barang.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi kebutuhan pengiriman Anda. Tentukan apakah Anda sebagai pembeli ingin meminimalkan kerumitan logistik atau sebagai penjual yang siap menanggung tanggung jawab pengiriman.
  2. 2Langkah 2: Dalam kontrak jual beli, sepakati penggunaan Incoterms 'Delivered Ex Ship' (DES) beserta pelabuhan tujuan yang spesifik.
  3. 3Langkah 3: Penjual bertanggung jawab untuk mengatur pengiriman, asuransi, dan menanggung semua biaya serta risiko hingga barang tiba di pelabuhan tujuan.
  4. 4Langkah 4: Pembeli bersiap untuk menerima barang di pelabuhan tujuan, menanggung biaya pemuatan dari kapal, serta bea masuk dan pajak yang berlaku.

Contoh Penggunaan Delivered Ex Ship (DES) dalam Trading

Sebuah perusahaan di Indonesia melakukan pembelian 1.000 ton batubara dari Australia. Dalam kontrak disepakati menggunakan metode pengiriman Delivered Ex Ship (DES) Pelabuhan Tanjung Priok. Penjual di Australia bertanggung jawab penuh atas pengiriman batubara dari tambang hingga tiba di atas kapal di pelabuhan Australia, biaya kapal, asuransi, dan biaya pembongkaran di Pelabuhan Tanjung Priok. Pembeli di Indonesia hanya perlu mempersiapkan penerimaan batubara dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok dan mengurus bea masuk serta pajak impor batubara.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Incoterms, FOB (Free On Board), CIF (Cost, Insurance, Freight), Perdagangan Internasional, Logistik, Ekspor Impor

Pertanyaan Umum tentang Delivered Ex Ship (DES)

Siapa yang membayar bea masuk dan pajak impor dalam kesepakatan DES?

Umumnya, bea masuk dan pajak impor menjadi tanggung jawab pembeli setelah barang tiba di pelabuhan tujuan.

Apakah penjual wajib mengasuransikan barang dalam DES?

Ya, penjual bertanggung jawab atas pengiriman dan menanggung risiko, sehingga biasanya mereka akan mengasuransikan barang tersebut selama perjalanan.

Kapan risiko berpindah dari penjual ke pembeli dalam DES?

Risiko berpindah dari penjual ke pembeli setelah barang tiba di pelabuhan tujuan dan siap untuk dibongkar dari kapal.

Apakah DES cocok untuk semua jenis barang?

DES sangat cocok untuk barang curah atau dalam jumlah besar yang diangkut melalui laut, namun bisa juga digunakan untuk barang lain jika disepakati kedua belah pihak.