3 menit baca 671 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Delivery Versus Payment (DVP)

  • DVP memastikan penyerahan aset dan pembayaran terjadi pada waktu yang sama.
  • Mekanisme ini secara signifikan mengurangi risiko gagal bayar (default risk) bagi kedua belah pihak.
  • Perlindungan ini sangat krusial dalam transaksi sekuritas seperti saham dan obligasi.
  • Lembaga kliring seringkali berperan sebagai fasilitator dalam proses DVP.

📑 Daftar Isi

Apa itu Delivery Versus Payment (DVP)?

Delivery Versus Payment (DVP) adalah Mekanisme penyelesaian transaksi di mana penyerahan sekuritas dan pembayaran terjadi secara bersamaan untuk meminimalkan risiko.

Penjelasan Lengkap tentang Delivery Versus Payment (DVP)

Delivery Versus Payment (DVP), atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Penyerahan Versus Pembayaran, merupakan sebuah sistem krusial dalam dunia trading dan investasi yang dirancang untuk memastikan keamanan dan efisiensi penyelesaian transaksi. Mekanisme ini secara fundamental mengatur agar proses penyerahan aset (sekuritas) oleh penjual dan penerimaan pembayaran oleh penjual dari pembeli terjadi secara simultan atau bersamaan.

Mengapa DVP Penting dalam Trading?

Dalam setiap transaksi jual beli, terutama yang melibatkan nilai besar seperti sekuritas, terdapat potensi risiko. Dua risiko utama yang ingin diatasi oleh DVP adalah:

  • Risiko Gagal Bayar (Default Risk) oleh Pembeli: Penjual berisiko tidak menerima pembayaran setelah menyerahkan asetnya.
  • Risiko Gagal Serah (Delivery Risk) oleh Penjual: Pembeli berisiko tidak menerima aset yang telah dibayarnya.

Mekanisme DVP secara efektif memitigasi kedua risiko ini. Dengan memastikan kedua elemen transaksi (penyerahan dan pembayaran) terjadi pada momen yang sama, DVP memberikan jaminan bahwa jika salah satu pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya pada saat itu juga, maka seluruh kesepakatan tidak akan terlaksana. Ini melindungi kedua belah pihak dari kerugian finansial yang timbul akibat ketidaksesuaian waktu penyelesaian.

Penerapan DVP di Pasar Finansial

DVP umum diterapkan dalam berbagai jenis pasar finansial, termasuk:

  • Pasar Saham: Memastikan investor yang menjual saham menerima dana sesuai kesepakatan pada saat sahamnya berpindah tangan.
  • Pasar Obligasi: Menjamin pembeli obligasi menerima kupon dan pokok pinjaman sesuai jadwal, sementara penjual menerima pembayaran sebelum atau pada saat obligasi berpindah tangan.

Dalam praktiknya, DVP seringkali difasilitasi oleh pihak ketiga yang independen, seperti lembaga kliring atau kustodian. Lembaga-lembaga ini bertindak sebagai perantara terpercaya yang mengelola proses penyelesaian transaksi. Mereka memastikan bahwa instruksi pembayaran dari pembeli dan instruksi penyerahan aset dari penjual diproses secara terkoordinasi dan simultan, sehingga tercapai penyelesaian transaksi yang aman dan efisien.

Cara Menggunakan Delivery Versus Payment (DVP)

DVP adalah mekanisme penyelesaian yang biasanya diotomatisasi oleh sistem pasar dan lembaga kliring, bukan sesuatu yang secara aktif 'digunakan' oleh trader individu. Namun, trader perlu memahami cara kerjanya untuk memastikan keamanan transaksi mereka.

  1. 1Memilih broker atau platform trading yang mendukung penyelesaian DVP.
  2. 2Memahami bahwa ketika Anda menjual sekuritas, dana akan diterima setelah sekuritas berhasil ditransfer.
  3. 3Memahami bahwa ketika Anda membeli sekuritas, dana akan dipotong dari akun Anda pada saat yang sama sekuritas dikirimkan ke akun Anda.
  4. 4Mempercayai peran lembaga kliring atau kustodian sebagai fasilitator yang menjamin simultanitas penyerahan dan pembayaran.

Contoh Penggunaan Delivery Versus Payment (DVP) dalam Trading

Seorang investor ingin menjual 100 lembar saham ABCD senilai Rp 1.000.000. Melalui mekanisme DVP yang difasilitasi oleh lembaga kliring, pada saat saham tersebut secara resmi dialihkan dari rekening investor ke rekening pembeli, dana sebesar Rp 1.000.000 secara otomatis ditransfer dari rekening pembeli ke rekening investor. Jika salah satu dari proses ini gagal terjadi pada waktu yang bersamaan, transaksi tidak akan diselesaikan, sehingga melindungi investor dari risiko tidak menerima pembayaran.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Risiko Gagal Bayar, Lembaga Kliring, Penyelesaian Transaksi, Sekuritas, Pasar Modal, Kustodian

Pertanyaan Umum tentang Delivery Versus Payment (DVP)

Apakah DVP selalu terjadi secara otomatis?

Ya, DVP dirancang untuk terjadi secara otomatis melalui sistem penyelesaian yang difasilitasi oleh lembaga kliring atau kustodian di pasar modal modern.

Siapa yang paling diuntungkan dari DVP?

DVP menguntungkan kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli, karena secara signifikan mengurangi risiko yang terkait dengan penyelesaian transaksi.

Apakah DVP hanya berlaku untuk transaksi saham besar?

Tidak, DVP adalah prinsip penyelesaian standar yang berlaku untuk berbagai jenis transaksi sekuritas, baik besar maupun kecil, untuk memastikan keamanan transaksi.