4 menit baca 818 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Derived Demand
- Derived Demand terjadi ketika permintaan suatu aset dipengaruhi oleh permintaan aset lain yang berhubungan.
- Permintaan ini tidak langsung terkait dengan nilai fundamental aset itu sendiri, melainkan pada aset pendukungnya.
- Contohnya adalah pembelian saham perusahaan yang meningkatkan permintaan produk perusahaan tersebut.
- Faktor-faktor seperti kinerja perusahaan, kebijakan, dan kondisi pasar memengaruhi Derived Demand.
- Trader dan investor menggunakan konsep ini untuk mengantisipasi pergerakan harga aset terkait.
📑 Daftar Isi
Apa itu Derived Demand?
Derived Demand adalah Permintaan turunan (Derived Demand) dalam trading adalah permintaan aset yang timbul akibat permintaan aset lain yang berkorelasi, bukan dari nilai intrinsiknya.
Penjelasan Lengkap tentang Derived Demand
Dalam dunia forex dan investasi, Derived Demand atau Permintaan Turunan merujuk pada fenomena di mana permintaan untuk suatu aset muncul sebagai akibat langsung dari permintaan terhadap aset lain yang memiliki korelasi erat atau saling mendukung. Konsep ini berbeda dengan permintaan langsung yang didasarkan pada nilai intrinsik atau kegunaan suatu aset itu sendiri.
Bagaimana Derived Demand Bekerja dalam Trading?
Dalam konteks perdagangan dan investasi, aset yang saling berhubungan ini bisa beragam, mulai dari saham, obligasi, komoditas, hingga aset digital. Mekanisme Derived Demand terjadi ketika keputusan investor atau trader untuk membeli atau menjual suatu aset memicu perubahan permintaan pada aset lain yang terkait dengannya.
Sebagai ilustrasi yang sering ditemui:
- Permintaan Saham dan Produk Perusahaan: Ketika seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi, misalnya Apple, ini secara tidak langsung dapat meningkatkan permintaan untuk produk-produk perusahaan tersebut seperti iPhone, MacBook, atau iPad. Investor yang membeli saham Apple mungkin percaya pada potensi pertumbuhan perusahaan, yang kemudian tercermin pada peningkatan penjualan produknya.
- Permintaan Komoditas dan Industri Terkait: Kenaikan permintaan untuk kendaraan listrik (EV) akan mendorong permintaan untuk komoditas seperti lithium, nikel, dan kobalt, yang merupakan bahan baku utama baterai EV. Permintaan lithium ini adalah permintaan turunan dari permintaan kendaraan listrik.
- Permintaan Mata Uang dan Perdagangan Internasional: Permintaan terhadap suatu mata uang (misalnya USD) seringkali bersifat turunan dari aktivitas ekonomi global. Jika perdagangan internasional yang melibatkan AS meningkat, maka permintaan terhadap Dolar AS untuk memfasilitasi transaksi tersebut juga akan meningkat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derived Demand
Sama seperti permintaan pada umumnya, Derived Demand juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- Kinerja Perusahaan: Pertumbuhan pendapatan, laba, dan inovasi produk perusahaan akan mendorong permintaan sahamnya, yang kemudian dapat memicu permintaan turunan untuk produk atau layanannya.
- Kebijakan Pemerintah: Kebijakan yang mendukung industri tertentu (misalnya subsidi untuk energi terbarukan) dapat meningkatkan permintaan aset terkait industri tersebut.
- Situasi Pasar dan Ekonomi Global: Kondisi ekonomi makro, sentimen pasar, dan tren global dapat secara signifikan memengaruhi permintaan aset dasar dan, akibatnya, permintaan turunannya.
- Perubahan Teknologi: Adopsi teknologi baru dapat menciptakan permintaan turunan untuk aset atau komoditas yang mendukung teknologi tersebut.
Bagi para trader dan investor, memahami konsep Derived Demand sangat krusial. Ini memungkinkan mereka untuk tidak hanya menganalisis aset secara independen, tetapi juga untuk mengantisipasi pergerakan harga aset lain yang memiliki hubungan sebab-akibat. Dengan mengidentifikasi sumber permintaan utama, trader dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai kapan harus membeli atau menjual aset tertentu, serta mengelola risiko dengan lebih efektif.
Cara Menggunakan Derived Demand
Memanfaatkan Derived Demand berarti mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara permintaan suatu aset dengan aset lain untuk memprediksi pergerakan harga.
- 1Identifikasi aset utama yang permintaannya Anda prediksi akan berubah (misalnya, permintaan kendaraan listrik).
- 2Tentukan aset turunan yang permintaannya akan dipengaruhi oleh perubahan aset utama (misalnya, komoditas bahan baku baterai EV).
- 3Analisis faktor-faktor yang mendorong permintaan aset utama (misalnya, kebijakan pemerintah, kesadaran lingkungan, inovasi teknologi).
- 4Berdasarkan analisis tersebut, buat keputusan trading pada aset turunan, dengan mempertimbangkan potensi profit dan risiko yang ada.
Contoh Penggunaan Derived Demand dalam Trading
Seorang trader forex mengamati peningkatan signifikan dalam permintaan global untuk energi terbarukan. Trader ini kemudian mengidentifikasi bahwa peningkatan tersebut secara langsung akan mendorong permintaan untuk komoditas seperti tembaga, yang merupakan komponen penting dalam panel surya dan turbin angin. Berdasarkan analisis Derived Demand ini, trader memutuskan untuk mengambil posisi beli (long) pada pasangan mata uang negara produsen tembaga utama atau berinvestasi pada saham perusahaan tambang tembaga, mengantisipasi kenaikan harga komoditas tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan energi terbarukan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Permintaan Langsung, Korelasi Aset, Analisis Fundamental, Analisis Teknikal, Komoditas, Saham, Pasar Forex
Pertanyaan Umum tentang Derived Demand
Apa perbedaan utama antara Derived Demand dan permintaan langsung?
Permintaan langsung didasarkan pada nilai intrinsik atau kegunaan aset itu sendiri, sementara Derived Demand muncul sebagai konsekuensi dari permintaan aset lain yang berkorelasi.
Bagaimana Derived Demand dapat membantu trader forex?
Trader forex dapat menggunakan Derived Demand untuk memprediksi pergerakan mata uang yang terkait dengan permintaan komoditas atau aset lain yang memiliki hubungan sebab-akibat, sehingga dapat menginformasikan keputusan trading.
Apakah Derived Demand hanya berlaku untuk komoditas?
Tidak, Derived Demand dapat berlaku untuk berbagai jenis aset, termasuk saham, obligasi, mata uang, dan aset digital, selama ada hubungan sebab-akibat yang jelas dengan aset lain.