4 menit baca 812 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Descending Triangle
- Descending Triangle adalah pola kelanjutan tren bearish yang sering terlihat di pasar finansial.
- Pola ini terbentuk dari pertemuan garis support horizontal dengan garis trendline resistensi yang menurun.
- Penurunan harga cenderung berlanjut setelah harga menembus garis support horizontal.
- Tekanan jual lebih dominan dibandingkan tekanan beli dalam formasi ini.
- Konfirmasi dengan indikator lain sangat penting karena pola ini tidak selalu sempurna.
📑 Daftar Isi
Apa itu Descending Triangle?
Descending Triangle adalah Pola Descending Triangle adalah formasi chart teknikal yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren bearish, terbentuk dari garis support datar dan garis resistensi menurun.
Penjelasan Lengkap tentang Descending Triangle
Descending Triangle adalah salah satu pola grafik yang paling sering diidentifikasi dalam analisis teknikal. Pola ini sangat populer di kalangan trader pasar saham, forex, dan cryptocurrency karena kemampuannya untuk memberikan sinyal potensi kelanjutan dari sebuah tren penurunan (bearish).
Pembentukan Pola Descending Triangle
Pola ini secara visual terbentuk ketika harga aset membuat serangkaian lower highs (puncak yang lebih rendah) yang dihubungkan oleh sebuah garis trendline yang menurun. Sementara itu, pada saat yang sama, harga tertahan pada level yang relatif sama, membentuk garis support horizontal yang datar. Pertemuan antara garis resistensi yang menurun dan garis support yang datar inilah yang membentuk formasi segitiga menurun.
Implikasi dan Interpretasi
Dalam konteks pasar, Descending Triangle mengindikasikan adanya tekanan jual yang semakin meningkat, sementara pembeli kesulitan untuk mendorong harga naik secara signifikan. Garis support horizontal bertindak sebagai benteng pertahanan terakhir bagi pembeli. Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan akhirnya berhasil menembus garis support ini, ini seringkali menjadi sinyal kuat bahwa tren penurunan akan berlanjut dengan momentum yang lebih besar.
Pergerakan Harga dan Sinyal Trading
Ketika harga berhasil menembus (breakout) garis support horizontal, ini dianggap sebagai sinyal penjualan yang valid. Trader seringkali akan membuka posisi jual (short sell) pada level ini, mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut. Target harga potensial setelah penembusan biasanya diukur dengan mengukur jarak vertikal dari titik tertinggi pola hingga garis support, lalu memproyeksikannya ke bawah dari titik penembusan.
Pentingnya Konfirmasi
Meskipun Descending Triangle adalah pola yang kuat, trader profesional selalu menekankan pentingnya konfirmasi. Pola ini tidak selalu mewujud secara sempurna. Terkadang harga hanya mendekati garis trendline sebelum berbalik arah, atau bahkan menembus support namun kemudian berbalik naik (false breakout). Oleh karena itu, penggunaan indikator teknikal lain seperti:
- Volume: Peningkatan volume saat terjadi penembusan support sangat mengkonfirmasi sinyal bearish.
- Moving Averages: Menunjukkan tren yang sedang berlangsung.
- Relative Strength Index (RSI) atau MACD: Dapat memberikan sinyal divergensi atau momentum yang mendukung pergerakan turun.
Menggabungkan analisis pola Descending Triangle dengan konfirmasi dari indikator-indikator ini dapat meningkatkan probabilitas keberhasilan trading.
Cara Menggunakan Descending Triangle
Trader menggunakan pola Descending Triangle untuk mengidentifikasi potensi titik masuk dan keluar dalam tren penurunan, serta untuk mengelola risiko.
- 1Identifikasi pola: Cari formasi grafik di mana garis support horizontal bertemu dengan garis trendline resistensi yang menurun.
- 2Tunggu konfirmasi penembusan: Tunggu hingga harga secara meyakinkan menembus garis support horizontal, idealnya dengan peningkatan volume.
- 3Buka posisi jual (short): Masuk ke pasar dengan posisi jual setelah konfirmasi penembusan.
- 4Tetapkan Stop Loss: Tempatkan stop loss di atas garis support yang baru saja ditembus (atau di atas puncak terakhir sebelum penembusan) untuk membatasi kerugian jika terjadi false breakout.
- 5Tentukan Target Harga: Gunakan tinggi pola (jarak vertikal dari puncak ke support) sebagai perkiraan target profit potensial.
Contoh Penggunaan Descending Triangle dalam Trading
Misalkan pada grafik pasangan mata uang EUR/USD, Anda mengamati terbentuknya pola Descending Triangle. Garis support terlihat stabil di level 1.1000, sementara harga terus membuat puncak yang lebih rendah, dengan garis resistensi menurun dari 1.1050 ke 1.1020. Ketika harga akhirnya menembus 1.1000 dengan volume yang meningkat, ini menjadi sinyal kuat untuk membuka posisi jual. Anda bisa menempatkan stop loss di 1.1030 dan menargetkan penurunan harga sejauh jarak vertikal dari 1.1050 ke 1.1000, yaitu 50 pips, sehingga target profit Anda adalah 1.0950.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Teknikal, Pola Grafik, Bearish Trend, Support, Resistance, Breakout, Stop Loss, Take Profit, Volume, Forex Trading
Pertanyaan Umum tentang Descending Triangle
Apakah Descending Triangle selalu mengarah pada penurunan harga?
Descending Triangle adalah pola yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren bearish. Namun, seperti semua pola teknikal, tidak ada jaminan 100%. Konfirmasi dengan indikator lain sangat penting untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan.
Bagaimana cara mengukur target profit dari pola Descending Triangle?
Target profit dapat diperkirakan dengan mengukur jarak vertikal dari titik tertinggi pola (pertemuan garis resistensi dan support) ke garis support horizontal. Jarak ini kemudian diproyeksikan ke bawah dari titik penembusan garis support.
Kapan sinyal penembusan (breakout) dari Descending Triangle dianggap valid?
Sinyal penembusan dianggap lebih valid jika terjadi dengan peningkatan volume perdagangan yang signifikan dan harga ditutup di bawah garis support. Penembusan yang terjadi tanpa volume tambahan atau hanya sedikit bergerak di bawah support bisa menjadi false breakout.