3 menit baca 672 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Dirty Price

  • Dirty Price mencakup harga pokok obligasi dan bunga terakumulasi.
  • Komponen utama Dirty Price adalah Clean Price dan accrued interest.
  • Penting untuk investor saat membeli/menjual obligasi di pasar sekunder.
  • Dapat menjadi indikator kesehatan pasar obligasi dan tren suku bunga.
  • Juga dikenal sebagai Full Price atau Invoice Price.

📑 Daftar Isi

Apa itu Dirty Price?

Dirty Price adalah Dirty Price adalah harga obligasi yang mencakup harga pokok (clean price) ditambah bunga terakumulasi, sering disebut juga full price atau invoice price.

Penjelasan Lengkap tentang Dirty Price

Dalam dunia investasi obligasi, Dirty Price merujuk pada harga total yang dibayarkan untuk sebuah obligasi. Berbeda dengan clean price yang hanya mencerminkan nilai pokok obligasi tanpa memperhitungkan bunga yang telah berjalan, dirty price menyertakan kedua komponen tersebut. Ini berarti, dirty price adalah harga yang sebenarnya dibayarkan oleh investor ketika membeli obligasi di pasar sekunder, yang mencakup harga pasar obligasi itu sendiri (clean price) ditambah dengan bunga yang telah terakumulasi sejak pembayaran kupon terakhir hingga tanggal transaksi.

Komponen Dirty Price

  • Clean Price: Ini adalah harga pasar obligasi yang 'bersih', tidak termasuk bunga yang terakumulasi. Ini adalah harga yang sering dikutip di bursa atau platform trading.
  • Accrued Interest (Bunga Terakumulasi): Ini adalah bagian dari kupon bunga yang telah 'tumbuh' sejak pembayaran kupon terakhir hingga tanggal penyelesaian transaksi obligasi. Bunga ini akan dibayarkan secara pro-rata kepada penjual oleh pembeli.

Secara matematis, Dirty Price = Clean Price + Accrued Interest.

Istilah lain yang sering digunakan untuk dirty price adalah Full Price atau Invoice Price, yang menegaskan bahwa ini adalah harga faktual yang harus dibayar atau diterima dalam sebuah transaksi obligasi.

Pentingnya Dirty Price bagi Investor dan Trader

Bagi investor yang aktif di pasar obligasi, memahami dirty price sangat krusial. Saat membeli obligasi di pasar sekunder, investor tidak hanya melihat clean price yang tertera, tetapi juga harus siap membayar bunga yang terakumulasi. Sebaliknya, jika investor menjual obligasi sebelum tanggal pembayaran kupon berikutnya, mereka akan menerima clean price ditambah bunga terakumulasi yang telah mereka 'tanam' sejak pembayaran terakhir.

Selain itu, dirty price juga dapat memberikan wawasan bagi para trader mengenai kondisi pasar obligasi. Pergerakan dirty price dapat mengindikasikan sentimen pasar, potensi perubahan suku bunga, dan kesehatan ekonomi secara umum. Trader yang cermat dapat menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi peluang trading atau mengelola risiko portofolio obligasi mereka.

Cara Menggunakan Dirty Price

Memahami dan menghitung Dirty Price penting saat membeli atau menjual obligasi di pasar sekunder untuk mengetahui total biaya atau penerimaan.

  1. 1Identifikasi Clean Price obligasi yang ingin diperdagangkan.
  2. 2Hitung Accrued Interest (bunga terakumulasi) dari tanggal pembayaran kupon terakhir hingga tanggal penyelesaian transaksi.
  3. 3Jumlahkan Clean Price dan Accrued Interest untuk mendapatkan Dirty Price.
  4. 4Gunakan Dirty Price sebagai acuan harga sebenarnya dalam transaksi.

Contoh Penggunaan Dirty Price dalam Trading

Misalkan Anda ingin membeli obligasi dengan Clean Price sebesar Rp 950.000 per lembar. Obligasi ini membayar kupon setiap 6 bulan, dan pembayaran kupon terakhir terjadi 3 bulan yang lalu. Jika nilai kupon tahunan adalah Rp 100.000, maka bunga yang terakumulasi (Accrued Interest) selama 3 bulan adalah setengah dari kupon semesteran, yaitu Rp 50.000 / 2 = Rp 25.000. Maka, Dirty Price yang harus Anda bayarkan adalah Rp 950.000 (Clean Price) + Rp 25.000 (Accrued Interest) = Rp 975.000 per lembar obligasi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Clean Price, Accrued Interest, Obligasi, Kupon, Pasar Sekunder, Yield to Maturity

Pertanyaan Umum tentang Dirty Price

Apa perbedaan utama antara Dirty Price dan Clean Price?

Dirty Price adalah harga total obligasi yang mencakup harga pokok dan bunga terakumulasi, sedangkan Clean Price hanya mencerminkan harga pokok obligasi tanpa bunga.

Kapan Dirty Price paling relevan digunakan?

Dirty Price paling relevan digunakan saat membeli atau menjual obligasi di pasar sekunder, karena ini mencerminkan harga transaksi aktual.

Apakah Dirty Price selalu lebih tinggi dari Clean Price?

Ya, Dirty Price selalu lebih tinggi atau sama dengan Clean Price, karena Dirty Price selalu menambahkan bunga terakumulasi (yang nilainya positif atau nol) ke Clean Price.