4 menit baca 879 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Discount

  • Discount berarti membeli aset (saham, obligasi, atau instrumen forex) di bawah nilai wajarnya.
  • Terjadi karena kondisi pasar yang tidak stabil, krisis perusahaan, atau perbedaan suku bunga.
  • Membeli saat discount berpotensi memberikan keuntungan saat harga kembali normal atau jatuh tempo.
  • Analisis mendalam diperlukan untuk memastikan nilai intrinsik aset sebelum membeli saat discount.
  • Dalam forex, discount bisa merujuk pada selisih harga yang menguntungkan bagi trader.

📑 Daftar Isi

Apa itu Discount?

Discount adalah Discount dalam forex dan investasi merujuk pada harga aset yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsik atau nilai wajarnya, menawarkan peluang keuntungan bagi investor.

Penjelasan Lengkap tentang Discount

Apa Itu Discount dalam Trading dan Investasi?

Dalam dunia trading dan investasi, istilah discount merujuk pada kondisi di mana suatu aset diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai intrinsik atau nilai wajarnya. Ini berarti, sebagai seorang investor atau trader, Anda memiliki kesempatan untuk mengakuisisi aset tersebut dengan harga yang lebih murah dari nilai sebenarnya. Konsep ini sangat relevan di berbagai pasar keuangan, termasuk pasar saham, obligasi, dan bahkan dalam konteks tertentu di pasar forex.

Penyebab Terjadinya Discount

Discount dapat muncul karena berbagai faktor, baik yang bersifat fundamental maupun teknikal:

  • Krisis Perusahaan atau Sektor: Dalam investasi saham, discount seringkali terjadi ketika sebuah perusahaan mengalami kesulitan finansial, masalah operasional, atau ketika sektor industri tempat perusahaan tersebut beroperasi sedang menghadapi tantangan besar. Kondisi ini dapat menekan harga saham hingga diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.
  • Ketidakstabilan Pasar: Kondisi pasar secara keseluruhan yang sedang tidak menentu atau mengalami volatilitas tinggi juga dapat menyebabkan harga aset turun secara umum, menciptakan peluang discount.
  • Perbedaan Suku Bunga (Obligasi): Khusus pada investasi obligasi, discount dapat terjadi ketika kupon bunga yang ditawarkan oleh obligasi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat suku bunga pasar yang berlaku saat itu. Hal ini membuat obligasi tersebut kurang menarik dibandingkan instrumen lain dengan imbal hasil lebih tinggi, sehingga harganya turun di bawah nilai nominalnya.
  • Persepsi Pasar: Terkadang, discount juga bisa disebabkan oleh persepsi pasar yang negatif atau ketakutan yang berlebihan, yang tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental aset yang sebenarnya.

Manfaat Membeli Aset Saat Discount

Memperoleh aset dalam kondisi discount dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi investor:

  • Potensi Keuntungan Modal: Jika harga aset yang dibeli saat discount kemudian kembali ke nilai wajarnya atau bahkan melampauinya seiring perbaikan kondisi perusahaan atau pasar, investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut.
  • Yield yang Lebih Tinggi (Obligasi): Untuk obligasi yang dibeli saat discount dan dipegang hingga jatuh tempo, investor berpotensi mendapatkan yield (tingkat pengembalian) yang lebih tinggi daripada kupon bunga yang tertera pada obligasi tersebut. Ini karena investor membeli obligasi dengan harga lebih murah dari nilai nominalnya.
  • Margin Keamanan: Membeli aset di bawah nilai intrinsiknya memberikan semacam 'margin keamanan' (margin of safety), mengurangi risiko kerugian jika terjadi pergerakan harga yang tidak menguntungkan.

Pentingnya Analisis Mendalam

Meskipun discount menawarkan peluang menarik, sangat krusial bagi investor untuk melakukan analisis yang cermat sebelum melakukan pembelian. Analisis ini bertujuan untuk:

  • Memastikan Nilai Intrinsik: Menentukan apakah harga yang ditawarkan benar-benar mencerminkan discount dari nilai wajar aset, bukan sekadar aset yang sedang mengalami penurunan fundamental yang parah.
  • Menilai Potensi Pemulihan: Mengevaluasi prospek perbaikan kondisi perusahaan atau pasar yang dapat mendorong harga aset naik kembali.
  • Mengelola Risiko: Memahami potensi risiko yang terkait dengan aset tersebut dan memastikan bahwa potensi keuntungan sepadan dengan risiko yang diambil.

Cara Menggunakan Discount

Menerapkan konsep discount dalam trading berarti mencari aset yang harganya diperdagangkan di bawah nilai wajarnya untuk mendapatkan potensi keuntungan.

  1. 1Lakukan analisis fundamental terhadap aset yang diminati (saham, obligasi, atau pasangan mata uang di forex).
  2. 2Identifikasi nilai intrinsik atau nilai wajar aset berdasarkan data keuangan, prospek bisnis, atau faktor ekonomi.
  3. 3Pantau pergerakan harga pasar dan cari momen ketika harga aset diperdagangkan di bawah nilai intrinsik yang telah Anda tentukan.
  4. 4Pertimbangkan faktor-faktor lain seperti sentimen pasar, berita ekonomi, dan tren teknikal sebelum memutuskan untuk membeli.
  5. 5Beli aset saat discount dengan strategi yang sesuai, dan tetapkan target keuntungan serta level stop-loss untuk mengelola risiko.

Contoh Penggunaan Discount dalam Trading

Seorang trader forex mengamati bahwa pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan pada level 1.0500. Melalui analisis teknikal dan fundamental, trader tersebut menyimpulkan bahwa nilai wajar EUR/USD seharusnya berada di sekitar 1.0700 karena data ekonomi positif dari Zona Euro. Trader ini menganggap level 1.0500 sebagai 'discount' dan memutuskan untuk membuka posisi beli (long) EUR/USD dengan harapan harga akan kembali naik mendekati nilai wajarnya, memberikan keuntungan dari selisih harga.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Nilai Intrinsik, Margin of Safety, Yield, Obligasi, Saham, Analisis Fundamental, Volatilitas Pasar

Pertanyaan Umum tentang Discount

Apakah discount selalu berarti aset tersebut akan naik?

Tidak selalu. Discount menandakan potensi keuntungan, namun kenaikan harga tergantung pada pemulihan fundamental aset, sentimen pasar, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Analisis mendalam sangat penting.

Bagaimana cara menghitung nilai wajar aset?

Menghitung nilai wajar bisa kompleks dan melibatkan berbagai metode analisis fundamental, seperti Discounted Cash Flow (DCF), perbandingan dengan perusahaan sejenis (comparable company analysis), dan penilaian aset bersih.

Apakah discount hanya berlaku untuk saham dan obligasi?

Konsep discount dapat diterapkan pada berbagai jenis aset, termasuk saham, obligasi, komoditas, dan bahkan dalam konteks tertentu di pasar forex, di mana trader mencari peluang beli pada pasangan mata uang yang dinilai 'murah' relatif terhadap nilai wajarnya.