5 menit baca 937 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Discount Margin (DM)

  • DM mengukur selisih yield obligasi yang diterbitkan di bawah nilai pari.
  • DM menjadi indikator potensi keuntungan bagi investor yang membeli obligasi di bawah nilai pari.
  • DM dapat membantu memperkirakan harga jual obligasi di pasar sekunder.
  • Semakin tinggi DM, semakin rendah perkiraan harga jual obligasi di pasar sekunder.
  • DM perlu dipertimbangkan bersama faktor lain seperti risiko kredit dan kondisi pasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Discount Margin (DM)?

Discount Margin (DM) adalah Discount Margin (DM) adalah selisih antara yield obligasi dan harga emisi di bawah nilai pari, mengindikasikan potensi keuntungan investor.

Penjelasan Lengkap tentang Discount Margin (DM)

Discount Margin (DM) atau Margin Diskon adalah sebuah konsep fundamental dalam dunia investasi obligasi, yang juga relevan dalam konteks trading instrumen pendapatan tetap. Istilah ini secara spesifik merujuk pada perbedaan atau selisih antara yield (imbal hasil) yang ditawarkan oleh obligasi ketika diterbitkan dengan harga yang berada di bawah nilai nominalnya (nilai pari atau par value).

Memahami Konsep Discount Margin

Secara umum, obligasi diterbitkan pada tiga skenario harga: pada nilai pari (100%), di atas nilai pari (premium), atau di bawah nilai pari (diskon). Ketika sebuah obligasi diterbitkan dengan harga diskon (di bawah nilai pari), hal ini biasanya dilakukan untuk menarik investor, terutama jika obligasi tersebut memiliki kupon yang dianggap kurang menarik dibandingkan imbal hasil pasar saat itu. Sebagai kompensasi atas risiko atau imbal hasil kupon yang lebih rendah, investor yang membeli obligasi di bawah nilai pari akan mendapatkan yield yang lebih tinggi.

DM secara efektif mengkuantifikasi keuntungan tambahan yang dapat diperoleh investor tidak hanya dari kupon yang dibayarkan, tetapi juga dari selisih antara harga beli yang lebih rendah dan nilai pari yang akan diterima saat jatuh tempo. Ini menjadikan DM sebagai metrik penting untuk menilai potensi profitabilitas investasi obligasi yang dibeli dengan diskon.

Implikasi DM dalam Trading Obligasi

Dalam praktik trading obligasi, DM memiliki peran penting dalam:

  • Penilaian Keuntungan Potensial: Investor menggunakan DM untuk memperkirakan total pengembalian yang akan mereka terima jika mereka memegang obligasi hingga jatuh tempo. Semakin tinggi DM, semakin besar potensi keuntungan dari selisih harga.
  • Perkiraan Harga Jual di Pasar Sekunder: DM juga dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memprediksi pergerakan harga obligasi di pasar sekunder. Hubungannya bersifat terbalik: semakin tinggi DM suatu obligasi, semakin rendah perkiraan harga jualnya di pasar sekunder, karena pasar telah mengantisipasi imbal hasil yang lebih tinggi yang seringkali berkorelasi dengan harga yang lebih rendah. Sebaliknya, DM yang lebih rendah cenderung mengindikasikan harga pasar sekunder yang lebih tinggi.
  • Strategi Investasi: Investor yang strategis dapat membeli obligasi di bawah nilai pari (dengan DM yang menarik) dan menjualnya di pasar sekunder ketika harganya naik di atas nilai pari, menghasilkan keuntungan dari apresiasi modal selain dari kupon.

Keterbatasan Discount Margin

Meskipun DM adalah indikator yang berharga, penting untuk diingat bahwa ia bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan investasi obligasi. Faktor-faktor lain yang harus selalu dipertimbangkan meliputi:

  • Risiko Kredit Emiten: Kemampuan emiten (penerbit obligasi) untuk membayar kupon dan pokok pinjaman.
  • Kondisi Ekonomi Makro: Tingkat inflasi, suku bunga acuan, dan pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi nilai obligasi.
  • Kondisi Pasar Obligasi: Likuiditas pasar, permintaan dan penawaran obligasi, serta sentimen investor secara keseluruhan.

Oleh karena itu, DM sebaiknya dilihat sebagai salah satu komponen dari analisis investasi obligasi yang lebih komprehensif, bukan sebagai indikator tunggal yang mutlak.

Cara Menggunakan Discount Margin (DM)

Discount Margin (DM) digunakan oleh investor dan trader obligasi untuk menilai potensi keuntungan dari obligasi yang dibeli di bawah nilai pari dan memperkirakan pergerakan harganya di pasar sekunder.

  1. 1Identifikasi obligasi yang diperdagangkan di bawah nilai pari (diskon).
  2. 2Hitung atau cari informasi mengenai Discount Margin (DM) obligasi tersebut.
  3. 3Bandingkan DM antar obligasi untuk menemukan yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.
  4. 4Gunakan DM sebagai salah satu faktor dalam memperkirakan harga jual obligasi di pasar sekunder.
  5. 5Analisis DM bersama faktor risiko kredit, kondisi ekonomi, dan pasar sebelum membuat keputusan investasi.

Contoh Penggunaan Discount Margin (DM) dalam Trading

Seorang trader obligasi melihat dua obligasi: Obligasi A memiliki DM 5% dan Obligasi B memiliki DM 3%. Obligasi A diterbitkan dengan harga Rp 950.000 dari nilai pari Rp 1.000.000, sementara Obligasi B diterbitkan pada Rp 970.000. Trader tersebut melihat DM 5% pada Obligasi A sebagai indikator potensi keuntungan yang lebih besar, baik dari kupon yang lebih tinggi atau potensi kenaikan harga yang lebih signifikan menuju nilai pari, dibandingkan Obligasi B. Ia kemudian akan mendalami faktor lain seperti rating kredit dan jatuh tempo kedua obligasi tersebut.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Obligasi, Yield, Nilai Pari, Harga Emisi, Pasar Sekunder, Risiko Kredit, Imbal Hasil Kupon

Pertanyaan Umum tentang Discount Margin (DM)

Apa perbedaan antara Discount Margin (DM) dan Yield to Maturity (YTM)?

Yield to Maturity (YTM) adalah total pengembalian yang diharapkan dari obligasi jika dipegang hingga jatuh tempo, dengan memperhitungkan semua pembayaran kupon dan selisih antara harga beli dan nilai pari. Discount Margin (DM) secara spesifik mengukur selisih yield obligasi yang diterbitkan di bawah nilai pari, dan merupakan komponen dari YTM ketika obligasi dibeli dengan diskon.

Apakah DM hanya berlaku untuk obligasi baru terbit?

DM paling sering dibahas pada saat obligasi pertama kali diterbitkan. Namun, konsep selisih antara harga pasar sekunder dan nilai pari, serta implikasinya terhadap yield, tetap relevan untuk obligasi yang sudah beredar.

Bagaimana cara menghitung Discount Margin?

Perhitungan DM yang tepat biasanya melibatkan perhitungan yield obligasi pada harga diskonnya. Secara konseptual, ini adalah selisih antara yield yang diharapkan investor dari obligasi diskon tersebut dengan yield yang akan didapat jika dibeli pada nilai pari. Dalam praktik, trader seringkali mengacu pada data yang disediakan oleh penyedia data pasar keuangan atau menggunakan kalkulator obligasi.