4 menit baca 800 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Discount Yield
- Discount Yield mengukur potensi keuntungan dari membeli sekuritas di bawah harga par.
- Istilah ini paling umum digunakan dalam konteks obligasi yang dijual dengan harga diskon.
- Perhitungannya didasarkan pada selisih antara harga beli dan harga par, sebagai persentase dari harga par.
- Menawarkan potensi imbal hasil yang menarik namun tetap memiliki risiko pasar dan kredit.
📑 Daftar Isi
Apa itu Discount Yield?
Discount Yield adalah Discount Yield adalah tingkat pengembalian dari sekuritas yang dibeli di bawah nilai nominalnya, sering ditemukan pada obligasi diskon.
Penjelasan Lengkap tentang Discount Yield
Dalam dunia keuangan dan investasi, Discount Yield merujuk pada tingkat pengembalian yang dapat diperoleh investor ketika mereka membeli suatu sekuritas, terutama obligasi, dengan harga yang lebih rendah dari nilai nominalnya (harga par). Konsep ini sangat relevan dalam pasar obligasi, di mana penerbit mungkin menjual obligasi mereka dengan harga diskon untuk menarik investor, terutama jika suku bunga pasar telah naik sejak obligasi tersebut diterbitkan.
Apa itu Discount Yield?
Secara sederhana, Discount Yield adalah metrik yang menunjukkan keuntungan potensial yang didapat dari selisih antara harga beli sekuritas yang didiskon dan nilai nominalnya, dihitung sebagai persentase dari nilai nominal tersebut. Investor yang membeli sekuritas dengan harga diskon tidak hanya berpotensi mendapatkan kupon bunga (jika ada), tetapi juga keuntungan modal ketika sekuritas tersebut jatuh tempo dan dibayar pada nilai nominalnya, atau ketika dijual di pasar sekunder pada harga yang lebih tinggi.
Bagaimana Discount Yield Dihitung?
Perhitungan Discount Yield cukup lugas. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Discount Yield = ((Harga Par - Harga Beli) / Harga Par) * 100%
Mari kita ambil contoh dari artikel asli:
- Investor membeli obligasi senilai $1.000 (Harga Par) dengan harga $950 (Harga Beli).
- Selisihnya adalah $1.000 - $950 = $50.
- Maka, Discount Yield = ($50 / $1.000) * 100% = 5%.
Angka 5% ini menunjukkan potensi keuntungan tambahan di luar kupon bunga yang mungkin dibayarkan oleh obligasi tersebut. Keuntungan ini akan terealisasi penuh jika investor menahan obligasi hingga jatuh tempo atau jika harga pasar obligasi naik kembali ke atau mendekati nilai nominalnya.
Keunggulan dan Risiko Discount Yield
Keunggulan:
- Potensi Imbal Hasil Lebih Tinggi: Discount Yield seringkali menawarkan peluang imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan instrumen yang dianggap lebih aman atau yang diperdagangkan pada harga par, terutama dalam lingkungan suku bunga yang menurun atau stabil.
- Keuntungan Modal: Selain pendapatan bunga, investor juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga sekuritas.
Risiko:
- Risiko Pasar: Harga sekuritas dapat berfluktuasi karena perubahan suku bunga, sentimen pasar, atau kondisi ekonomi makro. Jika suku bunga naik, harga obligasi yang sudah ada cenderung turun, sehingga mengurangi potensi keuntungan dari diskon.
- Risiko Kredit (Penerbit): Ada kemungkinan penerbit obligasi mengalami kesulitan keuangan hingga gagal bayar. Jika ini terjadi, investor bisa kehilangan sebagian atau seluruh modal investasinya, terlepas dari apakah obligasi dibeli dengan diskon atau tidak.
Oleh karena itu, sebelum berinvestasi pada sekuritas dengan Discount Yield, investor wajib melakukan analisis mendalam terhadap kondisi pasar, kesehatan keuangan penerbit, dan profil risiko keseluruhan dari investasi tersebut.
Cara Menggunakan Discount Yield
Discount Yield digunakan untuk mengevaluasi potensi keuntungan dari membeli obligasi atau sekuritas lain yang diperdagangkan di bawah nilai nominalnya.
- 1Identifikasi sekuritas yang diperdagangkan dengan harga di bawah nilai nominalnya (harga par).
- 2Hitung selisih antara harga par dan harga beli sekuritas.
- 3Bagi selisih tersebut dengan harga par untuk mendapatkan Discount Yield dalam bentuk desimal, lalu kalikan 100% untuk menjadikannya persentase.
- 4Bandingkan Discount Yield ini dengan potensi imbal hasil dari investasi lain, sambil mempertimbangkan risiko yang terkait.
Contoh Penggunaan Discount Yield dalam Trading
Seorang trader forex yang juga berinvestasi pada obligasi melihat sebuah obligasi korporasi dengan nilai nominal $1.000 yang saat ini diperdagangkan seharga $970. Trader tersebut menghitung Discount Yield-nya: (($1.000 - $970) / $1.000) * 100% = 3%. Ini berarti, selain kupon bunga yang mungkin dibayarkan, ada potensi keuntungan tambahan sebesar 3% dari selisih harga beli dan nilai nominal, yang akan terealisasi jika obligasi ditahan hingga jatuh tempo atau dijual pada harga par.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Obligasi Diskon, Harga Par, Yield to Maturity, Kupon Bunga, Sekuritas Pendapatan Tetap
Pertanyaan Umum tentang Discount Yield
Apakah Discount Yield hanya berlaku untuk obligasi?
Meskipun paling umum digunakan dalam konteks obligasi, konsep diskon dari nilai nominal juga dapat berlaku untuk instrumen utang lainnya yang diperdagangkan di pasar sekunder.
Bagaimana Discount Yield berbeda dengan Yield to Maturity (YTM)?
YTM adalah total pengembalian yang diharapkan dari obligasi jika dipegang hingga jatuh tempo, yang mencakup kupon bunga dan keuntungan/kerugian modal (termasuk dari diskon atau premium). Discount Yield lebih spesifik mengukur potensi keuntungan dari selisih harga beli dan harga par saja.
Kapan obligasi biasanya dijual dengan harga diskon?
Obligasi seringkali dijual dengan harga diskon ketika suku bunga pasar naik di atas suku bunga kupon obligasi tersebut, atau ketika ada kekhawatiran mengenai kesehatan finansial penerbitnya.