5 menit baca 908 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Discounted Payback Periods
- Menentukan waktu yang dibutuhkan investasi untuk mengembalikan modal awal beserta bunganya.
- Memperhitungkan nilai waktu uang (time value of money) melalui discount rate.
- Menghitung nilai sekarang (present value) dari setiap arus kas masa depan.
- Membantu investor mengevaluasi profitabilitas dan risiko investasi jangka panjang.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Discounted Payback Periods
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Discounted Payback Periods?
Discounted Payback Periods adalah Metode evaluasi investasi yang mengukur waktu pengembalian modal dengan memperhitungkan nilai waktu uang dan tingkat diskonto.
Penjelasan Lengkap tentang Discounted Payback Periods
Apa itu Discounted Payback Period?
Discounted Payback Period (DPP) adalah sebuah metrik keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat sebuah investasi dapat mengembalikan modal awal yang dikeluarkan, dengan mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Berbeda dengan metode Payback Period sederhana, DPP memasukkan faktor diskonto yang mencerminkan bahwa uang yang diterima di masa depan memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan uang yang diterima hari ini. Hal ini penting karena adanya inflasi, biaya peluang, dan risiko.
Bagaimana DPP Bekerja?
Prinsip dasar DPP adalah menghitung nilai sekarang (present value/PV) dari setiap arus kas (cash flow) yang diharapkan akan diterima di masa depan dari suatu investasi. Arus kas masa depan ini kemudian didiskontokan menggunakan tingkat diskonto (discount rate) yang relevan. Tingkat diskonto ini mencerminkan ekspektasi pengembalian yang diinginkan investor atau biaya modal perusahaan, serta risiko yang terkait dengan investasi tersebut.
Langkah-langkah perhitungannya meliputi:
- Menentukan arus kas masuk (inflows) dan arus kas keluar (outflows) untuk setiap periode investasi.
- Menghitung nilai sekarang (PV) dari setiap arus kas masa depan menggunakan rumus: PV = CF / (1 + r)^n, di mana CF adalah arus kas, r adalah tingkat diskonto, dan n adalah periode waktu.
- Menjumlahkan nilai sekarang dari arus kas tersebut secara kumulatif dari periode ke periode.
- Menemukan titik di mana nilai sekarang kumulatif dari arus kas sama dengan atau melebihi investasi awal. Periode waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik ini adalah Discounted Payback Period.
Mengapa DPP Penting dalam Trading dan Investasi?
Dalam dunia trading dan investasi, DPP berfungsi sebagai alat evaluasi yang krusial. Investor menggunakan DPP untuk:
- Mengukur Likuiditas dan Risiko: Semakin cepat investasi mengembalikan modalnya, semakin rendah risiko likuiditasnya.
- Membandingkan Proyek: DPP memungkinkan perbandingan antara berbagai peluang investasi yang memiliki jangka waktu pengembalian yang berbeda.
- Mempertimbangkan Nilai Waktu Uang: DPP memberikan gambaran yang lebih realistis tentang pengembalian investasi dibandingkan metode Payback Period biasa, karena memperhitungkan inflasi dan biaya peluang.
Namun, penting untuk dicatat bahwa DPP memiliki keterbatasan. DPP tidak mempertimbangkan arus kas yang terjadi setelah periode pengembalian tercapai. Oleh karena itu, DPP sebaiknya digunakan bersama dengan metrik evaluasi investasi lainnya seperti Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk analisis yang lebih komprehensif.
Cara Menggunakan Discounted Payback Periods
Gunakan Discounted Payback Period untuk memperkirakan berapa lama investasi akan mengembalikan modal awal Anda, dengan mempertimbangkan nilai uang dari waktu ke waktu.
- 1Identifikasi total investasi awal yang dikeluarkan.
- 2Perkirakan arus kas masuk (cash inflows) yang diharapkan dari investasi untuk setiap periode (misalnya, per bulan atau per tahun).
- 3Tentukan tingkat diskonto (discount rate) yang sesuai, yang mencerminkan risiko dan ekspektasi pengembalian Anda.
- 4Hitung nilai sekarang (present value) dari setiap arus kas masa depan menggunakan tingkat diskonto yang telah ditentukan.
- 5Akumulasikan nilai sekarang dari arus kas tersebut secara bertahap hingga totalnya sama dengan atau melebihi investasi awal. Periode waktu yang diperlukan adalah Discounted Payback Period Anda.
Contoh Penggunaan Discounted Payback Periods dalam Trading
Misalkan Anda berinvestasi sebesar Rp 100.000.000 dalam sebuah instrumen trading dengan perkiraan arus kas masuk sebagai berikut:
- Tahun 1: Rp 30.000.000
- Tahun 2: Rp 40.000.000
- Tahun 3: Rp 50.000.000
- Tahun 4: Rp 60.000.000
Jika tingkat diskonto yang Anda gunakan adalah 10% per tahun:
- PV Tahun 1: Rp 30.000.000 / (1 + 0.10)^1 = Rp 27.272.727
- PV Tahun 2: Rp 40.000.000 / (1 + 0.10)^2 = Rp 33.057.851
- PV Tahun 3: Rp 50.000.000 / (1 + 0.10)^3 = Rp 37.565.715
Akumulasi PV:
- Akhir Tahun 1: Rp 27.272.727
- Akhir Tahun 2: Rp 27.272.727 + Rp 33.057.851 = Rp 60.330.578
- Akhir Tahun 3: Rp 60.330.578 + Rp 37.565.715 = Rp 97.896.293
Pada akhir Tahun 3, total PV yang terkumpul adalah Rp 97.896.293, yang masih sedikit di bawah investasi awal Rp 100.000.000. Anda perlu menghitung sebagian dari PV Tahun 4 untuk mencapai target Rp 100.000.000. Discounted Payback Period akan jatuh tempo di awal Tahun 4, menunjukkan bahwa investasi ini mengembalikan modalnya dalam waktu kurang dari 4 tahun setelah memperhitungkan nilai waktu uang.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Arus Kas (Cash Flow), Tingkat Diskonto (Discount Rate), Nilai Sekarang (Present Value), Nilai Waktu Uang (Time Value of Money)
Pertanyaan Umum tentang Discounted Payback Periods
Apa perbedaan utama antara Discounted Payback Period dan Payback Period biasa?
Perbedaan utamanya adalah Discounted Payback Period memperhitungkan nilai waktu uang dengan mendiskontokan arus kas masa depan, sedangkan Payback Period biasa tidak mempertimbangkan faktor ini dan hanya menjumlahkan arus kas nominal.
Bagaimana cara menentukan Discount Rate yang tepat?
Discount rate biasanya ditentukan berdasarkan biaya modal perusahaan, tingkat pengembalian yang diharapkan investor, atau suku bunga pasar yang relevan, serta mempertimbangkan tingkat risiko investasi.
Apakah Discounted Payback Period selalu menjadi indikator investasi yang baik?
DPP adalah alat evaluasi yang berguna, namun tidak sempurna. Ia tidak memperhitungkan arus kas setelah periode pengembalian tercapai. Oleh karena itu, sebaiknya digunakan bersama metrik lain seperti NPV dan IRR untuk analisis yang lebih holistik.